Jumat, 10 Agustus 2012

Kronologis Sejarah Penderitaan Muslim Rohingya


Mediaumat.Arakan, wilayah di mana mayoritas Muslim Rohingya tinggal, sudah ada bahkan sebelum Negara Burma lahir setelah diberi kemerdekaan oleh Inggris pada tahun 1948. Kaum Muslimin di sana telah berabad-abad tinggal sebagai kesultanan Islam yang merdeka. Justru yang terjadi adalah penjajahan oleh kerajaan Budha dan Kolonial Inggris di negara itu.
.
Para sejarawan menyebutkan bahwa Islam masuk ke negeri itu tahun 877 M pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid. Saat itu Daulah al-Khilafah menjadi negara terbesar di dunia selama beberapa abad.  Islam mulai menyebar di seluruh Birma ketika mereka melihat kebesaran, kebenaran, dan keadilannya.
.
Kaum Muslimin memerintah propinsi Arakan lebih dari tiga setengah abad antara tahun 1430 hingga tahun 1784 M.  Penderitaan Muslim di sana mulai terjadi saat penjajah kerajaan Budha maupun kolonialis Inggris menjajah negeri itu. Berikut tahun-tahun penting penderitaan Muslim Rohingya.
.
1784 M : Kerajaan  Budha berkoalisi menyerang provinsi dan menduduki wilayah Arakan. Mereka menghidupkan kerusakan di provinsi tersebut.  Mereka membunuh kaum Muslimin,  membunuh para ulama kaum Muslimin dan para dai. Mereka juga  merampok kekayaan kaum Muslimin, menghancurkan bangunan-bangunan islami baik berupa masjid maupun sekolah.  Hal itu karena kedengkian mereka dan fanatisme mereka terhadap kejahiliyahan budhisme mereka.
.
1824 M : Inggris menduduki Burma termasuk wilayah Arakan dan menancapkan penjajahan mereka atas Birma.
.
1937 : Kolonial Inggris menduduki provinsi Arakan dengan kekerasan dan menggabungkannya ke Burma (yang saat itu merupakan koloni Inggris yang terpisah dari pemerintah Inggris di India). Untuk menundukkan kaum Muslim agar bisa dikuasai dan dijajah, Inggris mempersenjatai umat Budha.
1942 : lebih dari 100 ribu Muslim dibantai oleh orang-orang Budha dan ratusan ribu mengungsi ke luar negeri.
.
1948 M : Inggris memberi Birma kemerdekaan formalistik.  Sebelumnya, pada 1947 M Inggris menggelar konferensi untuk mempersiapkan kemerdekaan dan mengajak seluruh kelompok dan ras di negeri tersebut kecuali Muslim Rohingya. Pada konferensi itu Inggris menetapkan menjanjikan kemerdekaan kepada tiap kelompok atau suku sepuluh tahun kemudian. Namun pemerintahan Birma tidak mengimplementasikan hal itu.  Yang terjadi adalah penindasan terhadap kaum Muslimin yang terus berlanjut.
.
1962 : terjadi kudeta militer di Burma di bawah pimpinan militer Jenderal Ne Win. Rezim militer melanjutkan ‘tugas penting’ pembantaian terhadap umat Islam. Lebih dari 300 ribu Muslim diusir ke Bangladesh.
.
1978 : rezim militer mengusir lagi setengah juta Muslim ke luar Birma. Menurut UNHCR, lebih dari 40 ribu orang Muslim terdiri atas orang-orang tua, wanita dan anak-anak meninggal dunia saat pengusiran akibat kondisi mereka yang memprihatinkan.
.
1982 : operasi penghapusan kebangsaan kaum Muslim karena dinilainya sebagai warga negara bukan asli Burma.
.
1988 M : lebih dari 150 ribu kaum Muslimin terpaksa mengungsi ke luar negeri. Pemerintah Myanmar menghalangi anak-anak kaum Muslimin mendapatkan pendidikan. Untuk mengurangi populasi, kaum Muslim dilarang menikah sebelum berusia tiga puluh tahun.
.
1991 :  lebih dari setengah juta kaum Muslim mengungsi akibat penindasan yang mereka alami.
.
2012 : Pada bulan Juni  orang-orang Budha melakukan serangan terhadap sebuah bus yang mengangkut Muslim dan membunuh sembilan orang dari mereka.  Konflik cenderung dibiarkan oleh pemerintah. Pembunuhan, pembakaran rumah, dan pengusiran terjadi. Puluhan ribu kaum Muslimin keluar dari rumah mereka.  Bangladesh menolak untuk membantu kaum Muslim yang tiba di Bangladesh. Negara ini bahkan mengembalikan  dan menutup perbatasan untuk saudara Muslimnya. Tidak ada angka yang pasti jumlah korban Muslim, namun diduga puluhan ribu Muslim terbunuh pasca pecahnya kembali konflik pada awal Juni 2012.
.
Keamanan tidak akan kembali menjadi milik kaum Muslimin di negeri tersebut kecuali jika tidak kembali kepada Khilafah.  Mereka telah bernaung di bawah Khilafah sejak masa Khalifah Harun ar-Rasyid lebih dari tiga setengah abad lamanya. Jadi Khilafah sajalah yang memberikan kepada mereka keamanan dan menyebarkan kebaikan di seluruh dunia.  Semoga Khilafah sudah dekat keberadaannya, atas izin Allah.(Mediaumat.com/ FW dari berbagai sumber)
.
.
Kesultanan Arakan
Jumlah Muslim di Myanmar paling besar dibandingkan Filipina dan Thailand, jumlahnya sekitar 7 juta hingga 10 juta jiwa. Setengah dari jumlah Muslim Myanmar tersebut berasal dari Arakan, suatu provinsi di barat laut Myanmar. Di sebelah utara, wilayah Arakan mempunyai perbatasan dengan Bangladesh sepanjang 170 km; di sebelah Barat berbatasan dengan pantai yakni Laut Andaman.
.
Semula Arakan bernama Rohang. Masyarakatnya disebut Rohingya. Pada 1430 Rohingya menjadi kesultanan Islam yang didirikan oleh Sultan Sulaiman Syah dengan bantuan masyarakat Muslim di Bengal (sekarang Bangladesh). Kemudian nama Rohingya diganti menjadi Arakan (bentuk jamak dari kata arab ‘rukun’ yang berarti tiang/pokok) untuk menegaskan identitas keislaman mereka.
.
Islam mulai datang ke negeri Burma ini di mulai sejak awal hadirnya Islam, yakni abad ke-7. Saat itu daerah Arakan telah banyak disinggahi oleh para pedagang Arab. Arakan merupakan tempat terkenal bagi para pelaut Arab, Moor, Turki, Moghuls, Asia Tengah, dan Bengal yang datang sebagai pedagang, prajurit, dan ulama. Mereka melalui jalur darat dan laut.
.
Pendatang tersebut banyak yang tinggal di Arakan dan bercampur dengan penduduk setempat. Percampuran suku tersebut terbentuk suku baru, yaitu suku Rohingya. Oleh karena itu, Muslim Rohingya yang menetap di Arakan sudah ada sejak abad ke-7.
.
Para pedagang yang singgah di pantai pesisir Burma mulai menggunakan pesisir pantai dari Negara Burma (Myanmar) sebagai pusat persinggahan dan juga dapat dijadikan sebagai sebuah tempat reparasi kapal.
.
Dapat diketahui bahwa Islam mulai masuk ke Burma di bawa oleh para pedagang Muslim yang singgah di pesisir pantai Burma. Pada masa kekuasaan perdagangan Muslim di Asia Tenggara mencapai puncaknya, hingga sekitar abad ke-17, kota-kota di pesisir Burma, lewat koneksi kaum Muslim, masuk ke dalam jaringan dagang kaum Muslim yang lebih luas.
.
Mereka tidak hanya aktif di bidang perdagangan, melainkan juga dalam pembuatan dan perawatan kapal. Suatu ketika di abad ke-17 sebagian besar provinsi yang terletak di jalur perdagangan dari Mergui sampai Ayutthaya praktis dipimpin oleh gubernur Muslim dengan para administrator tingginya, yang juga Muslim.(mediaumat.com, 9/8/2012)

Karomah Kesyahidan Ustadz Firdaus, Syuhada Ponpes UBK Bima

Kamis, 09 Aug 2012

TANGERANG (voa-islam.com) - Sudah lebih dari setahun insiden bom di Pondok Pesantren Umar bin Khattab (UBK) berlalu. Saat itu, Senin 11 Juli 2011, Ponpes UBK yang terletak di Desa Senalo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat diguncang ledakan bom. Akibatnya  ustadz Firdaus gugur.


Berita yang tersebar di media massa terhadap Ponpes UBK cenderung miring. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Ponpes UBK tersebut, Kamis (9/8/2012) voa-islam.com menemui Mustaqim Abdullah (16), salah seorang saksi mata insiden di Ponpes UBK yang juga santri pesantren tersebut. Ia adalah adik dari ustadz Firdaus, asal Desa Oo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, NTB yang meninggal dunia akibat ledakan bom di Ponpes UBK.


Saat ditemui, remaja mujahid ini sedang menjalankan masa tahanan dengan vonis 1 tahun penjara di Lapas Anak-anak Pria, Tangerang, Banten. Tak disangka, ketika selama ini masyarakat begitu dijejali stigma buruk atas pemberitaan Ponpes UBK, namun Mustaqim justru menguak karomah yang ia saksikan sendiri dengan mata kepalanya saat insiden bom Ponpes UBK  terjadi.


Berikut ini adalah kisah menakjubkan tentang karomah mujahidin dari sosok Asy Syahid (insya Allah) ustadz Firdaus berdasarkan Mustaqim Abdullah:

Sebelum dia meninggal dunia ada pertanda dua burung hijau. Disaksikan seluruh anak-anak pesantren bahwa burung hijau itu memang indah, suaranya merdu. Ketika itu ada santri yang ingin menembak datang ustadz Firdaus; “jangan ditembak, mungkin itu sebuah karomah untuk saya.”


Dua hari sebelum ia meninggal dunia, sempat ia katakan kepada Rahmat Ibnu Umar (ustadz di Ponpes UBK kini ditahan di LP Tangerang); Kalau tidak ada orang yang berani mengorbankan mukanya untuk Islam cukup darah saya saja mengalir untuk Islam. Biarkanlah tulang saya beterbangan, akan aku jadikan benteng dari kaum Yahudi dan murtadin.


Di setiap shalatnya ia selalu menangis, rindu dengan syahid. Bahkan, memang terbukti beliau lukanya di muka seperti permintaannya.


Dan yang membuat dokter bingung darahnya orang mati ini masih mengalir terus, padahal sudah 4 hari meninggal dunia tapi darah masih mengalir seperti air. Darah itu pun harum seperti kasturi.

Disaksikan lagi, ternyata burung hijau itu datang lagi di kuburan, terbang dan di atas awan itu ada lafadz Allah.



Kronologis Gugurnya Ustadz Firdaus

Ustadz Firdaus menelpon saya supaya menjaga pondok, karena ada isu masyarakat mau menyerbu pondok karena menuduh Sya’ban yang membunuh polisi itu atas perintah pondok. Untuk kehati-hatian kita maka kita jaga pondok, wajar dalam Islam kan ada pembelaan diri.


Pondok ini tidak ada keterlibatan dengan Sya’ban, sebab Sya’ban ngakunya diperintah oleh Allah tidak ada yang lain. Tidak ada kaitannya dengan Jamaah Ansharut Tauhid, tidak ada kaitannya dengan pesantren Umar bin Khattab.


Sudah satu minggu santri berjaga, awalnya ustadz Abrori ingin memerintahkan agar para santri pulang ke rumah, tapi tidak jadi.


Saat ustadz Firdaus keluar dari masjid seperti ada perubahan di wajahnya. Saya katakan dalam hati saya; “Ya Allah kok kakak saya tampan benar hari ini, bercahaya mukanya.” Lalu dia masuk ke dalam suatu ruangan untuk membongkar bom, agar jangan sampai diaktifkan lagi karena takutnya banyak anak-anak kecil.


Lalu meledaklah bom, kita lari ke ruangan itu. Ustadz Firdaus terluka, lalu ustadz Firdaus dipindahkan ke sebuah kelas. Saya jaga dia, dengan lukanya di muka sebelah kanan. Terbukti dia tidak merasakan sakit, kecuali sedikit sebab dia masih sempat gerak-gerak biasa.


Kemudian saya lihat pada saat itu, waktu dia akan meninggal dia sempat katakan; Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laa ilaha illallah wa anna muhammadarrasulullah… lalu dia tarik nafasnya.


Saya kira kakak saya itu tidur tapi saya pegang perutnya sudah tidak ada nafasnya, tangannya sudah dingin. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… lalu saya kabarkan ustadz Abrori bahwa ustadz Firdaus sudah meninggal.


Di pesantren itu satu jenazah diinapkan satu malam. Dari malam itu saya tidak mau jauh dari kakak saya. Bahkan tidur itu saya peluk, sarungnya itu harum padahal tidak pernah pakai parfum salam sekali.


Kejadian itu hari Senin, 11 Juli 2011, kalau tidak salah sebelum Ashar. Bahkan menurut para santri yang berjaga-jaga harumnya itu sampai tercium ke lapangan, sampai shubuh juga begitu.


Paginya, Selasa 12 Juli 2012, waktu mau dikuburkan, saya ada di mobil bersama jasad ustadz Firdaus, tiba-tiba ketika beberapa kilo dari pondok pesantren kita dihadang Densus 88 lalu ditangkap.


Demikian kisah karomah tersebut diungkap Mustaqim. Sebagai tanda bahwa apa yang dikatakannya bukanlah cerita yang mengada-ada ia kemudian menutupnya dengan sumpah atas nama Allah. “Wallahi saya benar!” tegasnya. [El Raid]

Rabu, 08 Agustus 2012

Pilih Yang "Terbuka" Atau "Tertutup"?



Perbincangan antara seorang syaikh dgn orang Inggris

Lelaki inggris bertanya: “Kenapa dalam Islam wanita tdk boleh jabat tangan dengan pria?”

Syaikh menjawab: “Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu elizabeth?

Lelaki inggris menjawab: “oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu.”

Syaikh tersenyum & berkata:” Wanita2 kami (Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya”)

lalu si inggris bertanya lagi, “Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?”

Syaikh tersenyum dan dia punya 2 permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.

Syaikh bertanya: ” Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?”

Si inggris menjawab: “Yang tertutup..”

Syeikh berkata: ” Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami”

***
Subhanalloh, betapa Islam sangat memuliakan seorang wanita..
Klo sudah didukung dengan Islam,, kenapa harus mencari-cari alasan lagi untuk tidak melakukan semua yang diajarkan Islam.. Rugi besar dong yyaaaa.... ^^
*hmm,, kan aku belum siap berjilbab seperti itu,, aku ingin memperbaiki diri dulu...kan lebih baik menjilbabi hati dulu dari pada fisik dulu..?? iyya kaannn??
Oh yaaa,,,?? yakin dengan belum berjilbab bisa langsung memperbaiki diri dan yakin tuh hati berjilbab juga???
Hati2 sahabat,, itu hanya dalil syetan semata untuk menggelincirkan kita...
Hati tak akan pernah belajar bersih jika tidak berjilbab.. Right???
ya dong,, bagaimana mau bersih hatinya kalo menjalankan perintah Alloh saja tidak mau...
Coba cari di Al-Qur'an kalo ada kata2 jilbabi dulu hatimu sebelum kau menjilbabi fisikmu...
Tetapi Alloh menyuruh kita untuk masuk Islam secara kaaffah...tidak setengah2 dan seenaknya sendiri,,

Yang enak mau,, yang butuh perjuangan nggak mau... haduuuuuhhh -_-"
*Tapi aku takut terlihat tua saat memakai jilbab,, kan cantikku jadi ga keliatan...
SALAH BESAR dong yaaakkkkk.... justru dengan berjilbab,, kamu akan terlihat lebih cantik... bukan hanya di mata manusia yang berakhlaq tapi juga di hadapan Alloh.. senangnyyyaaa saat Alloh pun senang dengan diri ini... hati menjadi tenang... ^^
Lelaki jail pun akan berpikir seratus bahkan seribu kali untuk menggoda kita...
Dengan balutan jilbab yang menjulur itu,, kita kan lebih "berharga mahal" (baca: lebih dihormati)

Gak percaya??
coba sekarang liat ilustrasi di atas itu deh,, yg dari tadi kita anggurin... hehe.
Klo disuruh milih,, kamu akan memilih yang mana coba??
Pasti yang masih tertutup dan lalat pun tiada mau hinggap kan....
Karena kita tidak akan rugi membelinya,, masih higienis dan belum terjamah oleh lalat2 nakal yang sudah hinggap di kotoran2 itu....
Seperti itu lah gambaran wanita yang berjilbab... auratnya hanya boleh dilihat oleh orang yang berhak melihatnya,, bukan yang terbuka yang siapa saja bisa liat dan bahkan memegangnya... hiiii,, naudzubillah...[khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]

Inilah Bukti Nyata, Para Biksu Buddha Menabuh Genderang Perang!


Selasa, 07 Aug 2012 
 
(VoA-Islam) – Banyak fakta yang membuktikan, bahwa para biksu Budha pun membenci etnis Muslim Rohingya. Para biksu yang seharusnya meluruskan rezim yang zalim dan menenangkan umatnya untuk tidak membantai Muslim Rohingya, justru ikut andil dengan menggelar aksi anti-Rohingya pada ke warga Myanmar. Salah satu pamflet yang dibagikan bertulisan "rencana untuk membasmi etnis lain." Bahkan, ada segelintir biksu yang ikut-ikutan menyerang Muslim Rohingya, seperti kita saksikan di media maya.
 
Para pemuka agama itu juga memblokir bantuan kemanusiaan yang diberikan aktivis kemanusiaan untuk warga Rohingya. "Belakangan ini, biksu-biksu memainkan peranan untuk menolak bantuan asing yang ditujukan kepada warga Muslim. Mereka mendukung kebijakan Pemerintah Myanmar," ujar salah seorang anggota LSM Chris Lewa, seperti dikutip Independent, Rabu (25/7).

"Seorang anggota relawan di Sittwe mengatakan kepada saya bahwa biksu-biksu itu berada di dekat kamp Rohingya dan melakukan pemeriksaan. Mereka mengusir seluruh orang yang hendak memberikan bantuan ke warga Rohingya," tambahnya. Kedua organisasi biksu terbesar di Myanmar, Assosiasi Biksu Muda Sittwe dan Mrauk juga menyerukan agar warga Myanmar tidak bergaul dengan Muslim Rohingya. Dalam sebuah pernyataannya, para biksu itu mendesak warga setempat agar tidak berkomunikasi dengan warga Rohingya. Sementara itu para pimpinan fraksi politik di Myanmar berupaya untuk mengusir 800 ribu warga minoritas itu dari Myanmar.

“Muslim Rohingya bukanlah kelompok etnis Burma. Mereka akar penyebab kekerasan,” kata salah seorang pemimpin biksu, Ashin Htawara dalam sebuah acara di London.

Direktur Kampanye Myanmar asal Inggris, Mark Farmaner secara terpisah mengatakan, dirinya terkejut dengan peranan para biksu. Mereka begitu agresif mendatangi kamp pengungsi dan memblokir setiap bantuan yang ada. “Kami sangat terkejut dengan masalah ini,” kata Farmaner.


Biksu Kok Anarkis
Dikabarkan pula, Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan HAM, Tomas Quintana mengunjungi lokasi kerusuhan yang terjadi antara warga Budha Myanmar dengan Muslim Rohingya. Kunjungannya itu diwarnai protes dari sekitar 100 warga Myanmar.

Biksu setempat U Arsi Ra mengatakan, sekitar 100 warga Budha Myanmar protes di kota Maungdaw saat PBB mengunjungi negara bagian Rakhine. Menurut Arsi Ra, para pendemo meminta badan PBB yang mengurusi pengungsi (UNHCR) untuk tidak melakukan diskriminasi antara warga Budha dan Muslim Myanmar.

Beberapa warga Budha terutama etnis Rakhine di Myanmar, menilai UNHCR bersikap bias dan berpihak kepada warga Muslim Rohingya. Mereka menilai hal ini disebabkan oleh PBB merekrut personilnya dari komunitas Muslim.

Sebelumnya pihak berwenang Myanmar menangkap beberapa staf UNHCR yang dicurigai memicu kerusuhan warga Budha-Muslim yang menewaskan lebih dari 70 orang. Sementara aktivis Budha mendesak ditegakannya keadilan bagi seluruh korban kerusuhan yang terjadi Juni lalu.

Aktivis HAM internasional telah melaporkan bahwa pihak berwenang Myanmar melakukan tindakan kekerasan terhadap Muslim Rohingya dan beberapa komunitas minoritas Muslim lainnya.

Sangat jelas, biarawan Myanmar disebut turut andil menyebarkan kebencian terhadap Muslim Rohingya, seperti dilaporkan LSM lokal, Arakan Project, Jumat (27/7). Desastian/dbs

Selasa, 07 Agustus 2012

Ratusan Rumah Muslim Rohingya Dibakar Habis

Dunia Islam

Editor | Selasa, 07 Agustus 2012 - 08:18:05 WIB | 
  
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Laporan dari Burma menyebut sedikitnya 100 rumah milik etnis minoritas Muslim Rohingya dibakar dalam aksi kekerasan terbaru antara pemeluk Buddha dan warga minoritas Muslim, Senin kemarin (6/8).

Sedangkan laporan lain menyebut sejumlah warga Muslim Rohingya tewas setelah terjadi bentrokan di sebelah barat negara bagian Rakhine.

Serangan berdarah itu terjadi setelah pemerintah Burma menyatakan kawasan itu sudah relatif terkendali selama beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, Perancis mendesak Pemerintah Burma untuk melindungi semua kelompok etnis di negeri itu tanpa diskriminasi.

"Perancis menyatakan pentingnya sebuah resolusi untuk membentuk konsesi damai dan mencapai rekonsiliasi nasional di Burma," kata Wakil Menteri Luar Negeri ePrancis, Vincent Floreani.

Selain itu, Kemenlu Prancis mendesak agar status pengungsi di negara bagian Rakhine segera diperjelas.

"Status mereka harus diperjelas berdasarkan hak memperoleh kewarganegaraan dan hak untuk menikmati status itu dan menghormat serta menghormati hak asasi manusia.

"Ada kekhawatiran timbul kekerasan yang dilakukan militer terhadap warga sipil. Kami serukan kepada pemimpin Burma untuk melindungi rakyatnya tanpa diskriminasi dan melakukan investigasi," kata Floreani.(fq/bbc)

Tolak Masjid Murfreesboro, Gereja Dirikan 13 Salib di Lapangan yang Menuju ke Masjid




Dunia Islam

Editor | Senin, 06 Agustus 2012 - 16:18:27 WIB 
  
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Jamaah Islamic Center Murfreesboro akan melewati lapangan dengan 13 salib putih berjajar di depan Grace Baptist Church di Bradyville Pike dalam perjalanan ke masjid baru mereka setelah masjid tersebut terbuka.

"Langkah ini lebih kurang untuk membuat pernyataan kepada umat Islam tentang bagaimana kami merasa tentang agama kami, Kristen kami," kata Mack Richards, anggota Middle Tennessee Baptist Church yang membangun salib atas permintaan dari anggota Grace Baptist. "Kami ingin mereka melihat salib dan tahu bagaimana perasaan kami tentang masjid mereka."

"Dan gereja memilih untuk melakukannya," kata Francis, seorang anggota dari Grace Baptist sejak tahun 1970 ketika masih berada di Dill Lane.

Francis menjelaskan bahwa tiga dari salib, termasuk yang lebih tinggi, mewakili Tritunggal. Ia mengatakan ia melihat salib sebagai bagian dari "Amanat Agung," referensi Kristen untuk Yesus memanggil para pengikutnya dalam upaya melakukan penyebaran ajaran Kristen ke seluruh dunia.

Grace Baptist sendiri pindah ke tempatnya saat ini dengan luas sekitar 6.000 meter persegi dua tahun lalu dan saat ini dilayani oleh pendeta sementara Dan Watts.

Pintu depan masjid telah menjadi subyek dari pengawasan intens dan perdebatan dalam dua tahun terakhir, termasuk aksi vandalisme, ancaman bom , pembakaran peralatan konstruksi di lokasi dan gugatan untuk memblokir konstruksi. Penggugat tidak berhasil berargumen di pengadilan bahwa Islam bukanlah agama tapi memenangkan satu pertempuran di mana hakim sepakat bahwa harus ada waktu yang cukup diberikan oleh pemerintah daerah tentang pertemuan atas rencana berdirinya masjid, yang saat ini dalam proses banding.

Pembangunan tahap pertama gedung hampir selesai. Sebuah sertifikat hunian bisa didapat setelah pemeriksaan akhir oleh kantor marshal, Selasa besok.(fq/tennessean)

Senin, 06 Agustus 2012

Muslim Rohingya Dibantai dan Diusir, Kata SBY itu Bukan Genosida?


 

JAKARTA (voa-islam.com) –Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya berbicara soal konflik Myanmar. Namun pernyataan SBY tersebut justru tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi terhadap muslim Rohingya di Myanmar.

SBY menyatakan bahwa tidak ada indikasi genosida terhadap kelompok minoritas Muslim Rohingya. “Sejauh ini tidak ada indikasi genosida,” ujar Presiden SBY dalam keterangan pers di kediaman pribadinya di Cikeas, Kab. Bogor, Sabtu (4/8/2012).
 
Pernyataan SBY tersebut jelas amat bertentangan dengan fakta yang ada. Menurut Statuta Roma dan Undang-Undang no. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, genosida ialah Perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama dengan cara membunuh anggota kelompok; mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota kelompok; menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang menciptakan kemusnahan secara fisik sebagian atau seluruhnya; melakukan tindakan mencegah kelahiran dalam kelompok; memindahkan secara paksa anak-anak dalam kelompok ke kelompok lain.
 
Jika saja Presiden SBY bersikap jujur, indikasi genosida terhadap etnis Muslim Rohingya di Myanmar begitu jelas. Pimpinan delegasi Muslim Rohingya, Noor Husain Arakani di Mansoora, Pakistan mengatakan, warga Muslim Myanmar dipaksa untuk berpindah agama ke Budha. Jika menolak, maka mereka akan mendapat tindakan brutal.
 
“Mereka dipaksa untuk memakan daging babi dan minum minuman keras. Kasus pemerkosaan oleh gerombolan gang meningkat. Di beberapa tempat, orang-orang Muslim dibakar hidup-hidup. Mereka bahkan tidak diperbolehkan untuk menggunakan telepon seluler. Faktanya, pemerintah Myanmar ingin membersihkan Myanmar dari populasi Muslim,” ungkapnya seperti dilansir The News International, Kamis (26/7/2012).
 
Hal senada juga diungkapkan salah seorang perwakilan Arakan Rohingya Union (ARO), Kamaruddin dalam pertemuan negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Malaysia. Kamaruddin menjelaskan, Rohingya adalah bangsa minoritas yang paling teraniaya di dunia. Tidak ada negara yang mengakui padahal mereka telah mendiami daerah ini ratusan tahun.
 
“Junta mengusir kami, memperkosa perempuan-perempuan, merampas harta, dikejar bagai binatang, Bangladesh memusuhi kami, kami dari etnis mayoritas di provinsi Arkhine yang terdiri 17 kabupaten. Sekarang kami menjadi minoritas di negeri kami, tiada makanan untuk kami makan, walau untuk berbuka puasa, tiap hari dalam dua bulan ini korban meninggal kelaparan, dibunuh, disiksa dan lain-lain. Kain kafan pun tidak ada sehingga kami kebumikan dengan apa adanya,” kata Kamaruddin, Jumat (3/8/2012).
 
Apalagi upaya pengusiran secara terang-terangan terhadap Muslim Rohingya didalangi oleh pemerintah Myanmar sendiri. Presiden Myanmar, Thein Sein mengatakan bahwa satu-satunya solusi untuk mengatasi konflik Muslim dan Buddha di Myanmar adalah dengan mengusir Muslim Rohingya ke luar Myanmar. Ia meminta Muslim Rohingya dikirim ke kamp pengungsi yang dikelola United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
 
“Kami akan mengusir mereka jika ada negara ketiga yang mau menerima mereka. Ini adalah solusi terbaik untuk masalah ini,” ujar Presiden Myanmar, Thein Sein Kamis (12/7/2012).
 
Jadi berdasarkan fakta-fakta sebenarnya sulit dibantah adanya indikasi genosida terhadap muslim Rohingya, tapi hal itu justru tak diungkapkan Presiden SBY. [Ahmed Widad/dbs]

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...