Sabtu, 22 Maret 2014

PERTAMA DI DUNIA: KERIPIK MANDAI


Keinginan memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal tidaklah terbatas pada keripik paku dan stik paku saja. Usaha kami untuk mendaya-gunakan bahan lokal lain seperti kulit cempedak alias mandai juga telah membuahkan hasil. 

Saat ini Barito Raya Pro Buntok telah menyediakan juga olahan camilan kulit cempedak yang kami perkenalkan dengan nama Keripik Mandai. Namun sayang ketersediaan keripik mandai sangat terbatas dan harganya relatif mahal. 

Ada dua kendala dengan olahan yang satu ini. Pertama, kulit cempedak hanya bisa didapatkan di musim buah. Musim cempedak adanya sekitar tiga bulan dalam satu tahun yakni antara November – Februari. Dengan demikian ketersediaanya bersifat termporer. Kedua, mahalnya harga kulit cempedak di pasar. Terkejut kita menyadari harga satu kilogram mandai di Pasar Buntok Rp. 20.000 per kilogram.  

Meskipun kendala ini menjadi rintangan didalam usaha memasyarakatkan keripik mandai  namun keripik mandai adalah makanan ringan yang sudah ada di gerai  kami. Hanya saja ketersediaannya mungkin tidak lama seiring dengan segera berakhirnya musin buah. Tapi yang pasti, keripik mandai sudah eksis. Kemungkinan besar produk ini merupakan keripik pertama di dunia: Keripik kulit cempedak?
Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)

STIK PAKU PERTAMA DI DUNIA DI BUAT DI BUNTOK?

20 February 2014 | By admin in KULINER | No Comments Yet
 
Sebagai perajin camilan berbahan dasar lokal, kami para Barsel bergairah yang ada di Barito Raya Pro dan Barsel Promo Buntok, mencoba mencari, mengolah dan memasarkan makanan khas yang sudah dikenal pemanfaatannya namun stagnan penganeka-ragamannya. 


Tumbuhan paku atau paku-pakuan adalah kelompok tumbuhan dengan sistem pembuluh sejati (tracheophyta) merupakan produk alamiah hutan Kalimantan. Di Kalimantan Tengah dan Selatan tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai sayuran. Dengan demikian paku yang eksistensinya telah dikenal merajai hutan-hutan dunia sejak zaman Karbon ini memang dikonsumsi sampai sekarang oleh orang-orang Kalimantan. Pasar-pasar di Kalimantan Tengah dan Selatan sangat akrab menjual sayuran paku setiap harinya. Sampai sekarang pun sayur paku tersedia melimpah dan hampir merata keberadaannya di pulau Kalimantan yang masih berselimutkan hutan.
  

Dalam memulai penganeka-ragaman olahan paku ini, disamping terus memanfaatkan paku sebagai sayuran, diadakanlah uji coba pembuatan produk kreatif. Hasilnya jadilah apa yang kami perkenalkan sebagai keripik paku dan stik paku. Dan menurut pengetahuan kami, produk kami ini aman dan sehat untuk dikonsumsi, baru pertama kalinya dibuat di Indonesia bahkan pertama di dunia, dan berupaya kami mendorongnya sebagai produk unggulan daerah.
  

Semoga dengan keluarnya produk ini akan memberikan khazanah baru bagi perkembangan perekonomian rakyat di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah pada umumnya, terlebih lagi bagi Kabupaten Barito Selatan. Artinya…, paku bukan hanya bisa dimanfaatkan sebatas sayuran belaka tetapi juga bagus untuk olahan makanan kreasi baru lainnya. 

Untuk kemudahan kontak dengan kami hubungi via SMS atau panggilan ke 081 349 606 504.

Barsel Promo Mulai Pasarkan Produk

17 February 2014 
 
Mulai tanggal 20 Februari 2014 oleh-oleh khas Barito Selatan, Kalimantan Tengah mulai dipajang di ruang pamer. Produk makanan ringan jenis camilan dan buku-buku kedaerahan ini bisa dibeli langsung di Jalan Panglima Batur Nomor 7 / Karang Paci Ujung (samping Kejaksaan Negeri) Buntok.
 
Adapun produk-produk yang saat ini diperkenalkan dan ready stock dalam jumlah terbatas terinci sebagaimana terlampir.

I
Makanan Ringan

No
Jenis Camilan / Nama
Bahan Dasar
Kemasan / Harga per bungkus
1
Keripik Lambiding
Lambiding jauk / kelakai Jutuh
alumunium foil / Rp. 15.000,-
2
Stik Lambiding
Lambiding jauk / kelakai Jutuh
alumunium foil / Rp. 10.000,-
3
Keripik Paku
Pakis/paku Tanjung Lembeng
alumunium foil / Rp. 15.000,-
4
Stik Paku
Pakis/paku Tanjung Lembeng
alumunium foil / Rp. 10.000,-
5
Keripik Ikan Lais
Ikan lais Masura / Arai
alumunium foil / Rp. 17.000,-
6
Stik Ikan Lais
Ikan lais Arai
alumunium foil / Rp. 15.000,-
7
Stik Lancar Kujang
Sulur / akar keladi
alumunium foil / Rp. 10.000,-
8
Kerupuk Ikan Lais
Ikan lais Arai
plastik trans  /    Rp. 15.000,-
9
Keripik Mandai
Kulit cempedak
alumunium foil / Rp. 20.000,-
10
Stik Nanas
Nanas Parigi
alumunium foil / Rp. 10.000,-
II
Buku Lokal

No
Jenis Buku / Judul
Topik Bahasan
Kualitas  / Harga per buku
1
Sejarah “Nan Sarunai Usak Jawa”
Runtuhnya negara Nan Sarunai oleh agresi Majapahit
Cetak offset / HVS / 89 halaman / Rp. 30.000,-
2
Sejarah “Gigir Gampar Barito Raya”
Perang Barito dan heroisme para pahlawan lokal
Cetak offset / bookpaper / 171 halaman / Rp. 60.000,-
3
Liang Saragi, Semuanya karena Cinta
Legenda Liang Saragi / Barito Timur
Cetak offset / HVS / 252 halaman / Rp. 70.000,-
4
Wayang “Punakawan dalam Satire Dayak Besar”
Wayang khas Buntok tentang dinamika ipoleksosbud di Kalteng
Offset / bookpaper / 366 halaman / Rp. 120.000,-
5
Seks Bebas, Porno-aksi dan Ulama Birahi
Komnas PA menyebut 2013 sebagai tahun darurat pelecehan seksual terhadap anak
Offset / bookpaper/ 201 halaman / Rp. 65.000,-


Selasa, 19 November 2013

BUNTOK TIDAK MENGHARGAI SEJARAH-nya(?)


Saya Syamsuddin Rudiannoor sangat menghargai masa lalu yang bernama sejarah. Bagi saya sejarah adalah ibrah, jejak kehidupan dan cermin usang untuk menatap masa depan. Sebuah semboyan menyebutkan: “Sejarah adalah politik masa lalu dan Politik adalah Sejarah untuk masa depan”. Oleh karenanya saya sangat sedih tatkala tahu bahwa Buntok telah banyak kehilangan bukti dari sejarah itu. 


Dulu di masa kecil saya antara 1967-1979, Buntok masih punya Pendopo, Gudang Garam, Lapangan Kedaulatan dan Tiang Bendera kayu ulin yang legendaris. Ternyata kini semua itu sudah tidak ada lagi. Yang masih ada tersisa hanyalah kapal dinas Bupati Urbanus Martjun, SH berupa BARSEL I di Iring Witu. 


Dibandingkan dengan Palangka Raya yang baru ada pada 17 Juli 1957, Buntok adalah kota tua bersejarah yang mestinya lebih banyak meninggalkan tapak-tapak masa lalu. Namun nyatanya Buntok kurang menyisakan masa lalunya yang otentik sementara Palangka Raya telah menetapkan “Tugu Soekarno”, “Pesanggrahan”, “Pelabuhan Rambang” sebagai “Benda Cagar Budaya”, padahal semua warisan itu barulah ada pasca 1957. 

Kenapa Buntok tidak punya apa-apa atas masa lalunya padahal sudah eksis sejak sebelum kerajaan Kerajaan Banjar sementara Palangka Raya yang baru ada di zaman Kemerdekaan RI, masih mampu menyisakan SEJARAH-nya?  Entahlah......


Untuk sekedar menghibur hati maka saya bekerjasama dengan Penerbit WR Yogyakarta menerbitkan dua buku Sejarah yakni "NAN SARUNAI USAK JAWA" (Negara Dayak Dihancurkan Bangsa Jawa) (1280-1700) dan GIGIR GAMPAR BARITO RAYA (Amuk 1860-1905). Harapan saya..., semoga Buntok masih mampu menampilkan sisa-sisa masa lalunya agar tidak kehilangan sama sekali puting parukung sejarahnya.

Jumat, 13 September 2013

Buku "SEKS BEBAS, PORNO-AKSI DAN ULAMA BIRAHI"


Telah tersedia buku "SEKS BEBAS, PORNO-AKSI DAN ULAMA BIRAHI" karya Syamsuddin Rudiannoor, Penerbit Barito Raya Pro Buntok bekerjasama dengan Penerbit WR Yogyakarta. 
Buku ini terbit sebagai keprihatinan atas maraknya dunia birahi di Indonesia tanpa membedakan kalangan apa pun. Bahkan Komnas Perlindungan Anak Indonesia menyatakan 2013 sebagai Tahun Darurat Nasional Kejahatan Seksual Terhadap Anak.

Tebal buku 201 halaman. Buku dijual seharga Rp. 65.000,-. Bagi yang berminat hubungi Syamsuddin Rudiannoor di Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kontak 081 349 606 504

Buku Sejarah GIGIR GAMPAR BARITO RAYA

Telah terbit buku Sejarah Kalimantan Tengah "GIGIR GAMPAR BARITO RAYA", Amuk 1860-1905 karya Syamsuddin Rudiannoor.
 
Foto: Telah terbit buku Sejarah Kalimantan Tengah "GIGIR GAMPAR BARITO RAYA", Amuk 1860-1905 karya Syamsuddin Rudiannoor,  tebal 171 halaman, Penerbit Barito Raya Pro Buntok bekerjasama dengan Penerbit WR Yogyakarta. Harga Rp. 60.000,-. Berminat hubungi Jalan Panglima Batur 7 Buntok,  Kontak 081 349 606 504 

Buku ini setebal 171 halaman, Penerbit Barito Raya Pro Buntok bekerjasama dengan Penerbit WR Yogyakarta. Sekarang buku dijual dengan harga Rp. 60.000,- di Toko Barsel Promo Jalan Panglima Batur 7 Buntok / Karang Paci Ujung, samping kanan Kantor Kejaksaan Negeri Buntok, dengan nomor kontak 081 349 606 504.

WAYANG KALTENG PRODUK BUNTOK

Telah tersedia buku budaya Wayang Buntok, Khas Kalimantan Tengah "PUNAKAWAN DALAM SATIRE DAYAK BESAR" karya Syamsuddin Rudiannoor. Buku ini tebalnya 366 halaman, diterbitkan oleh Barito Raya Pro Buntok bekerjasama dengan Penerbit WR Yogyakarta. 
 
Foto: Telah tersedia buku budaya Wayang Buntok, Khas Kalimantan Tengah "PUNAKAWAN DALAM SATIRE DAYAK BESAR" karya Syamsuddin Rudiannoor, tebal 366 halaman, Penerbit Barito Raya Pro Buntok bekerjasama dengan Penerbit WR Yogyakarta. Harga Rp. 120.000,-. Berminat hubungi Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kontak 081 349 606 504  

Bagi yang berminat dengan buku ini dapat membeli dengan harga Rp. 120.000,-. di toko Barsel Promo Jalan Panglima Batur 7 Buntok / Karang Paci Ujung, samping kanan Kantor Kejaksaan Negeri Buntok. Kontak penulis dengan Syamsuddin Rudiannoor 081 349 606 504

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...