Minggu, 22 Februari 2015

SATWA PELIHARAAN (2) : ULAR VIPER KALTENG

ULAR KHAS
Ulat derik Kalimantan Tengah yang kami miliki merupakan ular asli Kabupaten Barito Selatan. Tempat peroehannya adalah hutan desa Sanggu kecamatan Dusun Selatan dan desa Sire kecamatan Gunung Bintang Awai.
.
Ular ini termasuk ke dalam Family: Viperidae, Genus: Tropidolaemus, Spesies: T. wagleri. Ular ini dikenal juga dengan nama Wagler's pit viper, temple pit viper, speckled pit viper dan bamboo snake.
.
Secara umum viper jenis ini ditemukan di Malaysia barat, Thailand selatan, Sumatra, Bangka, Belitung, Nias, Kepulauan Mentawai (Siberut), Natuna, Karimata, Borneo (Sabah, Sarawak dan Kalimantan), Sulawesi dan Buton. Di Filipina ditemukan di pulau Balabac, Basilan, Bohol, Dinagat, Jolo, Leyte, Luzon, Mindanao, Negros, Palawan, Samar dan Tumindao.
.
Kami himbau Pemerintah bersedia mengadakan dasar hukum berupa Surat Keputusan pembuatan hutan konservasi, kebun raya atau kebun binatang yang memungkinkan kami menghimpun semua satwa asli daerah dan flora koleksi masyarakat kedalam satu wadah. Tidak sulit bagi kami mencari lahan di kampung kami, hutan dan semak masih sangat luas. Masalahnya kami tidak terlindungi ketika tidak punya dasar untuk memelihara satwa dan flora itu. Apakah kami harus membiarkan beruang, bekantan, orang utan dan satwa lainnya setiap hari di bunuh atau dijual keluar daerah karena dianggap hama perusak?
.
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

SATWA PELIHARAAN (1): ENGGANG


DSC01229
ENGGANG KHAS KALIMANTAN
Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/RangkongEnggang atau Rangkong (bahasa Inggris: Hornbill) adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya itu berwarna terang. Nama ilmiahnya “Buceros” merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti “tanduk sapi” dalam Bahasa Yunani.
.
Burung Enggang tergolong dalam kelompok Bucerotidae yang termasuk 57 spesies. Makanannya terutama buah-buahan juga kadal, kelelawar, tikus, ular dan berbagai jenis serangga. Burung ini merupakan burung sakral di dalam budaya Dayak sehingga keberadannya sangat penting dan dihormati.
.
???????????????????????????????
BISNIS ENGGANG
Burung enggang tidak lagi burung terkait budaya dan kepercayaan sebab sudah dibisniskan. Berdasarkan berita http://kabar24.bisnis.com/read/20141223/78/385415/burung-enggang-wuih-selembar-bulunya-dihargai-rp250.000, di SANGATTA (Kalimantan Timur) — Burung Enggang yang menjadi salah satu kekhasan Kalimantan kian sulit didapatkan. Saking sulitnya mendapatkan burung Enggang saat ini, bulu burung khas Kalimantan ini pun dijual mahal hingga Rp250 ribu per lembarnya. Ketua Kesenian Suku Dayak Kenyah Miau Baru, Kecamatan Kongbeng Kajan, 70, mengakui pihaknya harus mengeluarkan uang Rp250 ribu untuk mendapatkan satu lembar bulu burung Enggang. Menurut Kajan untuk membuat satu buah topi adat untuk menari dibutuhkan 5 hingga 10 lembar buluh burung Enggang. “Jika dinilai satu topi khas suku dayak yang menggunakan bulu burung Enggang anggarannya mencapai hingga Rp2 juta,” kata Kajan menanggapi sulitnya mendapatkan bulu burung Enggang, Selasa (23/12/2014).
.
g3
PENGADILAN KASUS ENGGANG
Dari web http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/08/bunuh-satu-enggang-sama-dengan-bunuh-pasangannya, disebutkan : “Membunuh seekor enggang gading itu sama dengan membunuh dua burung enggang sekaligus karena satwa ini tidak mampu bertahan hidup tanpa pasangan,” kata Rudi Zapariza, Project Leader Sintang-Melawi, WWF-Indonesia Program Kalbar, dilansir dari Mongabay Indonesia, Kamis (29/8). Komentar ini terkait Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak menjatuhkan vonis delapan bulan penjara dan denda Rp10 juta kepada Lim Sim Mong alias Among, terdakwa kasus paruh enggang gading. Dalam masa persidangan keenam Selasa (27/8/13) sore. Majelis Hakim yang diketuai Edi Hamsil menjatuhkan vonis lebih berat tiga bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Abdul Samad.
.
Among divonis bersalah atas kepemilikan 229 paruh enggang gading (Rhinoplax vigil), 27,3 kg sisik trenggiling (Manis javanica), satu taring beruang madu (Helarctos malayanus), dan 44 kuku beruang madu (Helarctos malayanus). Barang ilegal itu disita aparat gabungan dari Sporc Brigade Bekantan dan Polda Kalbar di kediaman Among di Dusun Laja Permai, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalbar pada Kamis (25/4/13).
.
Dengan demikian, kematian 229 enggang gading (jumlah yang disita dari Among) sama dengan memusnahkan 458 enggang gading di habitatnya. Penyusutan populasi enggang gading ternyata bisa berakibat langsung pada kondisi dan kelestarian hutan. Lantaran fauna ini berperan sebagai penyebar benih di hutan. Jika populasinya makin berkurang, pertumbuhan benih pohon-pohon hutan juga lambat. Akibatnya, hutan yang merupakan habitat banyak satwa, sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar, dan penyumbang oksigen terbesar bagi manusia, akan terancam. “Kebanyakan orang tidak sadar fungsi enggang ini di alam. Apalagi waktu reproduksi terbilang lama. Jika terus diburu, bukan tak mungkin enggang hanya tinggal nama bagi anak cucu kita.”
.
PELIHARAAN RAKYAT
Bagaimana kalau masyarakat memelihara burung enggang di kurungan? Ini terjadi karena mereka mendapatkannya di hutan? Bisakah dikenakan hukum? Kalau beresiko dihukum, apakah burung harus dilepas padahal belum tentu bisa selamat. Burung ini terbilang burung piaraan di kampung kami, diperoleh dari hutan kami dan kami senang memeliharanya. Bisakah kami memiliki hutan konservasi untuk melestarikan satwa dan flora kami?
.
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

SETAHUN BARSEL PROMO MEMASARKAN OLEH-OLEH KHAS KALTENG, MENUNTUT HUTAN SUAKA! Barsel Promo asli

Barsel Promo asli
HUT 20 FEBRUARI 2014
Kemarin tanggal 20 Februari 2015 merupakan ulang tahun pertama BARSEL PROMO memasarkan produknya yang berupa oleh-oleh khas Kalimantan Tengah. Secara umum oleh-oleh yang diproduksi dan dipasarkan terbagi dua, yaitu:
.
f31c7-dsc00248
1. Makanan ringan khas daerah: Keripik dan Stik Lambiding (Kelakai), Keripik dan Stik Paku, Keripik dan Stik Putri Malu (Sasupan), Keripik Kulit Cempedak (Mandai), Keripik dan Stik Ikan Benangin,Seluang atau Lais, Stik Nanas Parigi, Keripik Jamur Kulat Kurikit dan produk musiman lainnya.
.
2. Buku-buku kedaerahan: Sejarah Kalteng NAN SARUNAI USAK JAWA, Sejarah Kalteng GIGIR GAMPAR BARITO RAYA, Legenda Barito Timur LIANG SARAGI, Semuanya karena Cinta, Wayang Buntok PUNAKAWAN DALAM SATIRE DAYAK BESAR dan SEKS BEBAS, PORNO-AKSI DAN ULAMA BIRAHI.
.
c073a-file0001
Dua bulan sejak dimulai, produk yang dipasarkan bertambah dengan anggrek hibrida dan hasil penangkaran di pusat penangkaran CV NILAM ORCHIDS, Jalan Keladan Buntok. Seiring terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan Tengah selama bulan Agustus – Desember 2014 maka dinamika produksi Barsel Promo pun ikut terdampak. Betapa tidak, bahan dasar oleh-oleh dan anggrek yang kami kelola semuanya adalah hasil alam. Dengan demikian terjadi kekhawatiran yang dalam di hati kami. Atas dasar inilah maka kami pun mengupayakan lahan untuk menjaga suplai bahan baku agar produksi tidak sampai mati tanpa bahan baku.
.
267cf-2014-10-142b10-40-02
MENUNTUT HUTAN SUAKA
Berhubung kebakaran hutan juga mengganggu satwa liar di habitatnya maka kami pun banyak memperoleh satwa, baik yang kami peroleh sendiri maupun dibeli dari masyarakat. Dengan fakta ini maka tempat penangkaran anggrek Nilam Orchids ditambah menjadi panti asuhan satwa piatu. Berdasarkan kenyataan ini maka kami pun menghimbau kepada Pemerintah, baik Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Gubernur Kalimantan Tengah serta Bupati Barito Selatan berikut jajarannya, agar bisa bersama kami melestarikan flora dan fauna Barito Selatan dalam suatu wadah konservasi. Maksud kami, tolong Pemerintah menerbitkan SK Penetapan Kawasan di Barito Selatan sebagai Hutan Lindung, Cagar Alam, Pusat Perlindungan Satwa atau apa pun namanya, dan kami siap mendukung sepenuhnya.
.
51a29-dsc00337
Singkat kata, kami minta pemerintah membuatkan cagar alam supaya flora dan fauna asli Barito Selatan tidak dibawa keluar daerah dengan alasan apa pun. Hutan kita masih sangat luas dan nganggur. Apakah menerbitkan SK Hutan Suaka atau Cagar Satwa sangat sulit padahal SK Konsesi Tambang atau Perkebunan tampak sangat mudah dan sering menabrak hak rakyat? Kami tidak akan ganggu hutan atau cagar alam, justru kami menjaganya dengan cara membeli tanah disekelilingnya untuk dijadikan daerah penyangga dan kawasan wisata. Semoga pemerintah memperhatikan himbauan ini.
.
54141-20150207_113946
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

Minggu, 30 November 2014

BUKU-BUKU LOKAL KALIMANTAN TENGAH

BUKU-BUKU LOKAL PRODUKSI BUNTOK

Barsel Promo Buntok memasarkan buku-buku lokal sebagai berikut: 
1) Sejarah Kalimantan Tengah I berjudul NAN SARUNAI USAK JAWA (Negara Dayak Dihancurkan Bangsa Jawa, ).
2) Sejarah Kalimantan Tengah II berjudul GIGIR GAMPAR BARITO RAYA, Amuk 1860-1905.
3). Wayang Kalteng berjudul PUNAKAWAN DALAM SATIRE DAYAK BESAR. 
4). Legenda Kabupaten Barito Timur berjudul LIANG SARAGI, Semuanya karena Cinta.

. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisT2NuhE03KpEI61Io4dle_VOhyphenhyphenmgBgjlpbJDd0a-OGrPB0bNv5iSnYggvsSe10yFf7pupQ7blqocVGUo9-jN9JF-r-fW6EqZmJHk7qCxZrcrO0oxlJd01YIiUlzfhBsVn45KRQheQ9qc/s1600/FILE0001.JPG
Pengalaman Menulis Syamsuddin Rudiannoor : 1). Juara I Sayembara Mengarang Prosa Hari Pahlawan ke – 36 Tahun 1981 Tingkat Kabupaten Kapuas.  2). Juara II Sayembara Mengarang Hardiknas Tingkat Propinsi Kalimantan Tengah Tahun 1982. (Kanwil Depdikbud).  3). Penerima Sertifikat Lomba  Karya  Tulis  Ilmiah Keagamaan Tingkat Nasional untuk Mahasiswa dari IMM-UGM Yogyakarta Tahun 1987.  4). Pendidikan  Pers dan Teknik Penulisan Karya Ilmiah Populer di Sema Fisip  Universitas Sunan Giri Surabaya tahun 1987.   5).  Penerima Penghargaan  Sayembara Karya Tulis Ilmiah Populer Nasional dari Majalah Amanah Jakarta Tahun 1988.  6). Koresponden / Perwakilan Kalteng Tabloid Pariwisata PESONA INDONESIA  Jakarta Tahun 1990-1992. 7). Koresponden / Perwakilan Kalteng Tabloid Pariwisata  WARTA PESONA  Bandung  Tahun 1991-1993.  8). Penulis tetap Bulanan Pariwisata  GRAHA WISATA Jakarta tahun 1991-1993. 9). Penulis  cerpen  temporer untuk harian ibukota (Sentana,  Pos  Kota, Terbit) tahun 1983-1990.   10. Penulis Kolom  dan  Opini  untuk  Koran  Kalselteng hingga sekarang.



Alamat Pemasaran
Jalan Panglima Batur No. 7 Buntok
Kontak / SMS 0813 4960 6504

Senin, 27 Oktober 2014

ANGGREK BARITO SELATAN TERANCAM KEBAKARAN






Kami kelompok usaha bersama BARSEL PROMO Buntok sangat berduka cita atas terjadinya musibah rutin tahunan kebakaran hutan, semak dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Sungguh sangat menyedihkan bahwa kebakaran itu terjadi sejak bulan Agustus, September bahkan semakin parah memasuki Oktober 2014. Konon Buntok yang biasanya relatif lebih bersih dari asap dan pembakaran lahan, justru tahun ini termasuk yang terparah kejadiannya. Buktinya sekolah yang sebelumnya tidak pernah libur malah diliburkan akibat musibah lingkungan ini. Otomatis kualitas kesehatan masyarakat menurun tajam dan penyakit ISPA menjadi-jadi penyebarannya.
 
Atas keprihatinan ini maka kami Barsel Promo mencoba berjalan-jalan memperhatikan dampak lingkungan akibat kebakaran yang terjadi. Kami pun mengabaikan kabut asap yang menyesakkan dada dan memutuskan untuk menelusuri ruas jalan Buntok – Palangka Raya. Dan tampaklah di kiri-kanan jalan adanya bekas-bekas hutan dan lahan yang telah dilalap api.
 
Sangat sedih hati menyaksikan akibat bencana ini sebab di sepanjang jalan Buntok – Palangka Raya pada dasarnya adalah hutan dan semak yang kaya akan tumbuhan anggrek alam dan kantong Semar (nephenthes). Belum lagi kawasan ini merupakan habitat alami satwa liar seperti kera, orang utan, biawak, trenggiling, aneka jenis ular dan burung-burung endemik Kalimantan.
Kami pun masuk ke hutan dan semak yang masih selamat dari kebakaran meski pun bagian depannya sudah hangus dimakan api. Apa yang didapati? Alhamdulillah masih ada beraneka kantong Semar dan anggrek yang tetap hidup walau pun keadaannya agak layu akibat panasnya udara dari kebakaran yang telah terjadi.
Kami berharap agar pemerintah daerah mau menyisakan hutan alam yang ada di sepanjang jalan Buntok – Palangka guna dijadikan hutan lindung atau arboretum karena di daerah ini memang habitat asli tanaman langka asli Kalimantan. Mudah-mudahan himbauan ini di dengar oleh yang berkuasa atas hutan, alam dan lingkungan hidup kami.

Jumat, 05 September 2014

KALTENG DILANDA KABUT ASAP

Saya berangkat dengan sepeda motor dari Buntok pada pagi Selasa tanggal 2 September 2014 pukul 07.00 WIB menuju Palangka Raya. Perjalanan ditempuh selama 3,5 jam, antri isi BBM dan istirahat sebentar di Palangka Raya, lalu langsung tancap gas menyusuri jalanan trans Kalimantan menuju Kuala Kapuas. Tujuan ke Kuala Kapuas adalah menziarahi ibu yang masih sakit tua (75) sedangkan ayah (79) baru meninggal tanggal 23 April 2014 lalu.
Dari arah Buntok - Palangka Raya, hambatan perjalanan relatif tidak ada kecuali sedikit pemandangan tidak sedap dari terbakarnya lahan di kiri-kanan jalan yang terdiri dari hutan, semak dan ladang. 
Spot kebakaran terutama terlihat di wilayah kabupaten Kapuas yakni di kecamatan Timpah. Areal yang terbakar atau dibakar tampaknya pembukaan lahan perladangan masyarakat dan area perkebunan kelapa sawit. 
Begitu perjalanan memasuki batas luar kota Palangka Raya yakni kelurahan Kalampangan, bau asap mulai terasa. Sesampainya di batas wilayah kota Palangka Raya - Pulang Pisau, ternyata asap hitam dari kebakaran lahan sudah tampak di depan mata. Dari simpang Kameloh tampaklah jelas asap hitam  terus membumbung pekat menghitami langit. Ternyata kebakaran lahan yang cukup besar sedang terjadi di wilayah desa Taruna Jaya, kabupaten Pulang Pisau. 
Kebakaran lahan gambut, semak belukar dan hutan sedang terjadi sangat besar di daerah ini. Cakupannya meliputi wilayah desa Taruna Jaya dan Tumbang Nusa. Jilatan api dan kepulan asap tebal dari lalapan lidah api di lahan gambut  cukup membuat cuaca menjadi sangat panas, bau yang menyengat dan mata perih serta pernapasan yang sesak terengah-engah.
 
Dari peristiwa ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian wilayah Kalimantan Tengah masih sangat rentan resiko kebakaran lahan gambut dan hutan lainnya walau pun peringatan bahaya kebakaran sudah sering diberitakan dan banyak ditebar terpasang di tempat-tempat beresiko.
Peristiwa yang terlihat disekitar kabupaten Pulang Pisau dan kota Palangka Raya, tampaknya kebakaran hutan dan lahan tahun ini sudah membuat kerepotan tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Dari lapangan tampak Petugas PT Telkom Palangka Raya cukup sibuk memblokir api yang sangat membahayakan kabel tanam mereka mengingat jalan kabel yang melintas berada di tanah gambut yang mudah dimakan api.
Pada hari Jum'at tanggal 5 September 2014 saya melintasi jalan yang sama dari Kuala Kapuas - Palangka Raya - Buntok, ternyata kebakaran masih terus terjadi dan malah semakin membesar. Asap berbau yang menyesakkan dada sudah menyelimuti kota Palangka Raya. 
Marilah kita banyak bertaubat kepada Allah, siapa tahu peristiwa ini merupakan konsekwensi dari dosa-dosa kita yang senantiasa berulang setiap tahunnya.

Kata iklan Gubernur Kalimantan Tengah dan wakilnya yang banyak dipasang di tepian jalan: "STOP KEBAKARAN. Biarkan Langit Biru Tanpa Asap Kebakaran Hutan dan Lahan". 
Semoga iklan ini bukan sekedar iklan tanpa makna karena dibelakang iklan ini secara faktual kebakaran lahan masih terus terjadi.

Senin, 01 September 2014

STOK DAN HARGA PRODUK DI GERAI BARSEL PROMO BUNTOK

Sudah enam bulan sejak 20 Februari 2014 Kelompok Usaha Bersama "Barsel Promo" Buntok membuat dan memasarkan produk oleh-oleh khas daerah Kalimantan Tengah. Cukup banyak pengalaman yang diperoleh dari dinamika proses produksi dan pemasarannya. Yang jelas semua itu semakin membuat pengalaman kami bertambah. 
Produk yang tersedia saat ini adalah keripik dan stik Lambiding (kelakai), keripik dan stik Paku, stik Nanas, stik Sayuran, stik Lancar Kujang (akar keladi) dan memperkenalkan produk baru stik Iwak Benangin. 
Masih tersedia buku-buku lokal asli buatan Buntok sebanyak lima judul, yaitu dua buah sejarah Kalteng "Nan Sarunai Usak Jawa " (Negara Dayak Dihancurkan Bangsa Jawa) dan "Gigir Gampar Barito Raya", satu judul wayang Buntok "Punakawan dalam Satire Dayak Besar", satu legenda Barito Timur "Liang Saragi, Semuanya karena Cinta" dan terakhir "Seks Bebas, Porno-aksi dan Ulama Birahi".
Daftar harga per 1 September 2014 untuk keripik tetap Rp. 15 ribu per bungkus dan stik Rp 10 ribu, kecuali yang kemasan ekonomis seharga Rp 6 ribu. Sedangkan harga buku adalah antara Rp 30 ribu sampai Rp 100 ribu per eksemplar.
Produk tersebut dapat diperoleh pada alamat dan nomor kontak yang tertera di atas. Sekian dan terima kasih.
 

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...