Kamis, 21 Maret 2013

Setelah Makanan Halal, Masjid-Masjid Target Berikutnya Serangan Umat Budha Sri Lanka Mar 21


RABU, 20 MARET 2013 21:58

REDAKSI


Syabab.Com - Umat Buddha Sri Lanka berpendapat bahwa masjid kuno Kuragala awalnya adalah sebuah biara Buddha. Setelah merasa menang dalam kampanye mereka menentang makanan halal, ekstremis Buddha Sri Lanka kemudian beralih sasaran kepada masjid-mesjid dan  menyerukan penghancuran masjid yang telah 10 abad menjadi tempat ibadah kaum muslim.
Ven.Galaboaththe Gnanasara Thera, Sekretaris Jenderal Angkatan Bersenjata Buddha, mengatakan kelompoknya telah memberikan kaum Muslim batas waktu  hingga 30 April untuk keluar dari Masjid Kuragala, seperti dilaporkan Colombo Page pada hari Senin, 18 Maret.
Galaboaththe berpendapat bahwa masjid itu awalnya adalah sebuah biara Buddha yang diambil alih oleh umat Islam, dan dia menyerukan agar umat Buddha agar bergabung sebagai upaya untuk menghancurkan masjid kuno itu.
Kuragala diyakini adalah sebuah Kompleks Biara Buddha yang meliputi sejumlah bebatuan yang terlihat di permukaan tanah.
Reruntuhan kompleks itu berasal dari abad ke-2 SM dan telah dinyatakan sebagai tempat arkeologi oleh pemerintah.
Pada saat melakukan perdagangn ke Sri Lanka, para saudagar Muslim membangun sebuah masjid dan sebuah kuil di tempat sebagai tempat beribadah oleh Qutab Muhiyadeen Abdul Cader Jailany, yang mengunjungi tempat tersebut lebih dari 1.000 tahun yang lalu.
Masjid dan kuil telah hidup berdampingan sejak abad ke-10. Kampanye yang baru dilakukan untuk menentang keberadaan masjid kuno itu dilakukan tidak lama setelah  penentangan jahat yng dilakukan oleh para ekstremis Buddha terhadap makanan halal di Sri Lanka.
Selama minggu-minggu terakhir, Angkatan Bersenjata Buddha telah berunjuk rasa untuk menyerukan boikot terhadap produk makanan halal di negara itu.
Pada awal bulan ini, umat Islam sepakat untuk meninggalkan logo makanan halal pada produk-produknya untuk membantu meredakan ketegangan dengan mayoritas pemeluk Budha.

Ditendang
Thera, seorang pemimpin Buddha, mengatakan bahwa isu makanan halal kini sudah selesai dan tidak akan dibahas lagi.
Dia menambahkan bahwa langkah selanjutnya bagi kelompok itu adalah menendang kaum Muslim keluar dari wilayah Kuragala yang bersejarah.
Sri Lanka telah jatuh ke dalam ketegangan menyusul serangkaian insiden yang melibatkan ekstrimis Buddha yang memprovokasi umat Islam.
Pada bulan Juni, sekitar 200 demonstran yang dipimpin oleh beberapa puluh biksu Budha berkumpul di sebuah pusat Islam di wilayah pinggiran Kolombo, Dehiwala.
Sambil melemparkan batu dan daging busuk ke arah gerbang masjid, para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang menuntut penutupan tempat ibadah kaum Muslim itu.
Bulan April lalu, sejumlah biksu menganggu kaum Muslim yang sedang melakukan shalat di desa Dambulla. Para penyerang itu mengklaim bahwa masjid itu yang dibangun pada tahun 1962 adalah ilegal.
Beberapa minggu kemudian, para biksu menyusun surat ancaman yang ditujukan kepada umat Islam di kota terdekat Kurunegala, dan menuntut dihentikannya pelaksanaan shalat.
Sebuah komite menteri telah ditunjuk oleh Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa untuk memeriksa ketegangan agama yang berkembang di negara itu.
Pihak Oposisi Utama UNP telah menuduh Angkatan Bersenjata Buddha mendapat  restu terselubung dari pemerintah untuk melakukan kampanye kebencian mereka terhadap kaum Muslim, suatu klaim yang dibantah oleh kelompok itu.
Kum Muslim Sri Lanka, yang dikenal dengan “Moor”, adalah kelompok etnis terbesar ketiga di negara itu setelah Sinhala, yang membentuk 70 persen rakyat Sri Lanka, dan Tamil, yang mencapai 12,5 persen.
Para pengamat mengatakan bahwa pemerintah telah berada di bawah tekanan untuk menyerah kepada kemauan mayoritas Buddha apabila terjadi benturan etnis.
Selama perang saudara yang panjang di negara itu, komunitas Muslim sering terjebak di antara dua pihak yang bertikai dan dikenl sebagai kelompok yang bersikap moderat.
Kaum Muslim tinggal tersebar di seluruh negara pulau itu  dari mulai Galle di selatan hingga ke semenanjung Jaffna yang didominasi etnis Tamil di utara.
Pada umumnya mereka melakukan perdagangan, dari mulai membuka took-toko yang menjual  makanan-makanan kering hingga mendominasi bisnis permata yang berhubungan dengan Ratnapura [Kot Permata] dan banyak bisnis ekspor-impor di ibukota.
Di pantai barat, umat Islam terutama melakukan bisnis dan perdagangan, sedangkan di pantai timur mereka menjadi petani, nelayan dan pedagang. [rz/onislam/htipress/syabab.com]

Rabu, 13 Februari 2013

Hukum Merayakan Hari Valentine bagi Umat Islam

Boleh jadi tanggal 14 Februari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi lainnya. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari Valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa ‘kasih sayang’, walau pun pada hakikatnya bukan kasih sayang melainkan hari ‘making love’.

Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasana Valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun. 


Sejarah Valentine
Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah dan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).

Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.

Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.

Katakanlah, “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6)

Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.

Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.


Valentine Berasal dari Budaya Syirik.
Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.

Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid (bayi bersayap dengan panah)” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.

Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.

Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik.


Semangat valentine adalah Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.

Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.

Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.

Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?

Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.

Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah sybhanahu wa ta’ala berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al Isra’: 32)


Kasih Sayang Menurut Islam
Di dalam Islam tidak ada Valentine, sebab kata Valentine itu merupakan istilah impor dari agama di luar Islam. Bahkan latar belakang sejarah dan esensinya pun tidak sejalan dengan Islam.

Namun kalau yang anda inginkan adalah perwujudan rasa kasih sayang menurut syariah Islam, tentu saja Islam merupakan ‘gudang’ nya kasih sayang. Tidak sebatas pada orang-orang terkasih saja, bahkan kasih sayang kepada semua orang. Bahkan hewan pun termasuk yang mendapatkan kasih sayang.


Cinta kepada Kekasih
Kasih sayang kepada orang terkasih pun ada di dalam Islam, bahkan menyayangi pasangan kita dinilai sebagai ibadah. Ketika seorang wanita memberikan seluruh cintanya kepada laki-laki yang dicintainya, maka Allah pun mencurahkan kasih sayang-Nya kepada wanita itu. Hal yang sama berlaku sebaliknya.

Namun kasih sayang antara dua insan di dalam Islam hanya terjadi dan dibenarkan dalam ikatan yang kuat. Di mana laki-laki telah berjanji di depan 2 orang saksi. Janji itu bukan diucapkan kepada si wanita semata, melainkan juga kepada orang yang palingbertanggung-jawab atas diri wanita itu, yaitu sang ayah. Ikatan ini telah menjadikan pasangan laki dan wanita ini sebagai sebuah keluarga. Sebuah ikatan suami istri.

Adapun bila belum ada ikatan, maka akan sia-sia sajalah curahan rasa kasih sayang itu. Sebab salah satu pihak atau malah dua-duanya sangat punya kemungkinan besar untuk mengkhianati cinta mereka. Pasangan mesra di luar nikah tidak lain hanyalah cinta sesaat, bahkan bukan cinta melainkan birahi dan libido semata, namun berkedok kata cinta.

Dan Islam tidak kenal cinta di luar nikah, karena esensinya hanya cinta palsu, cinta yang tidak terkait dengan konsekuensi dan tanggung-jawab, cinta murahan dan -sejujurnya- tidak berhak menyandang kata cinta.


Cinta kepada Sesama
Di luar cinta kepada pasangan hidup, sesungguhnya masih banyak bentuk kasih sayang Islam kepada sesama manusia. Antara lain bahwa Islam melarang manusia saling berbunuhan, menyakiti orang lain, bergunjing, mengadu domba atau pun sekedar mengambil harta orang lain dengan cara yang batil.

Bandingkan dengan peradaban barat yang sampai hari duduk di kursi terdepat sebagai jagal yang telah membunuh berjuta nyawa manusia. Bukankah suku Indian di benua Amerika nyaris punah ditembaki hidup-hidup? Bukankah suku Aborigin di benua Australia pun sama nasibnya?

Membunuh satu nyawa di dalam Islam sama saja membunuh semua manusia. Bandingkan dengan jutaan nyawa melayang akibat perang dunia I dan II. Silahkan hitung sendiri berapa nyawa manusia melayang begitu saja akibat ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki?

Silahkan buka lembaran sejarah, siapakah yang dengan bangga bercerita kepada anak cucunya bahwa nenek moyang mereka berhasil membanjiri masjid Al Aqsha dengan genangan darah muslimin, sehingga banjir darah di masjid itu sebatas lutut kuda?

Di awal tahun 90-an, kita masih ingat bagaimana Serbia telah menyembelih umat Islam di Bosnia, anak-anak mati ditembaki. Bahkan janin bayi di dalam perut ibunya dikeluarkan dengan paksa dan dijadikan bola tendang. Bayangkan, kebiadaban apa lagi yang bisa menandinginya?

Sesungguhnya peradaban barat itu bertqanggung jawab atas semua ini. Tangan mereka kotor dengan darah manusia, korban nafsu angkara murka.

Kasih sayang yang sesungguhnya hanya ada di dalam Islam. Sebuah agama yang terbukti secara pasti telah berhasil menjamin keamanan Palestina selama 14 abad lamanya. Di mana tiga agama besar dunia bisa hidup akur, rukun dan damai. Palestina baru kembali ke pergolakannya justru setelah kaum yahudi menjajahnya di tahun 1948.

Bahkan gereja Eropa di masa kegelapan (Dark Ages) pun tidak bisa melepaskan diri dari cipratan darah manusia, ketika mereka mengeksekusi para ilmuwan yang dianggap menentang doktrin gereja. Tanyakan kepadaGalileo Galilei, juga kepada Copernicus, apa yang dilakukan geraja kepada mereka? Apa yang menyebabkan kematian mereka? Atas dosa apa keduanya harus dieksekusi? Keduanya mati lantaran mengungkapkan kebenaran ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuandianggap tidak sesuai dengan kebohongan gereja.

Kalau kepada ilmuwan gereja merasa berhak untuk membunuhnya, apatah lagi dengan orang kebanyakan. Lihatlah bagaimana pemuda Eropa dikerahkan untuk sebuah perang sia-sia ke negeri Islam, perang salib. Lihatlah bagaimana nyawa para pemuda itu mati konyol, karena dibohongi untuk mendapatkan surat pengampunan dosa, bila mau merebut Al Aqsha.

Sejarah kedua agama itu, berikut sejarah Eropa di masa lalu kelam dan bau anyir darah. Sejarah hitam nan legam…

Bandingkan dengan sejarah Islam, di mana anak-anak bermain dengan bebas di taman-taman kota, meski orang tua mereka lain agama. Bandingkan dengan sejarah perluasan masjid di Mesir yang tidak berdaya lantaran tetangga masjid yang bukan muslim keberatan tanahnya digusur. Bandingkan dengan pengembalian uang jizyah kepada pemeluk agama Nasrani oleh panglima Abu Ubaidah Ibnul Jarah, lantaran merasa tidak sanggup menjamin keamanan negeri.

Siapakah yang menampung pengungsi Yahudi ketika diusir dari Spanyol oleh rejim Kristen? Tidak ada satu pun negara yang mau menampung pelarian Yahudi saat itu, kecuali khilafah Turki Utsmani. Sebab meski tidak seagama, Islam selalu memandang pemeluk agama lain sebagai manusia juga. Mereka harus dilindungi, diberi hak-haknya, diberi makan, pakaian dan tempat tinggal layak. Syaratnya hanya satu, jangan perangi umat Islam. Dan itu adalah syarat yang teramat mudah.

Maka kalau kita bicara cinta dan kasih sayang, Islam lah bukti nyatanya.

KESABARAN KETIKA PERTAMA KALI DITIMPA MUSIBAH


Dalil Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok (2)

 
533 – Anas bin Malik RA berkata: Nabi SAW melihat wanita sedang menangis di kuburan. Maka beliau SAW bersabda: “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah!” Wanita itu menjawab: “Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau tidak merasakan musibah sebagaimana yang aku rasakan.” Dan wanita itu tidak mengetahui bahwa yang menegurnya adalah Rasullah SAW. Ketika diberitahu bahwa  yang  menegur adalah Rasulullah maka wanita itu pergi ke rumah Nabi SAW dan tidak ada penjaga-penjaga pintunya, kemudian ia berkata: “Aku tidak tahu bahwa engkau adalah Rasulullah”. Nabi bersabda: “Sesungguhnya kesabaran itu dimulai pertama kali pada saat ditimpa musibah.” (Bukhari-Muslim).
Diriwayatkan oleh Bukhari: 23- Kitab “Al-Janaiz”, 32-Bab “Ziratul quburi”.
Disalin dari kitab “Al-Lu’luwal Marjan” – Ensiklopedi Hadits-hadits Shahih yang Disepakati oleh Bukhari dan Muslim oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, Penerbit Pustaka As-Sunnah, Jakarta, Cetakan 2, Januari 2010, Halaman 443-444.
Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa kesabaran itu sejati adalah disaat terkena musibah.

GOLONGAN KAFIR

KEBENCIAN KEPADA ISLAM (3)
 
Si Kafir, bagaikan sebuah telaga yang di dalamnya terdapat jurang terjal. Mereka ingin setiap orang terseret masuk dan berkubang di dalam lumpur telaga. Setiap gelombang yang timbul dari riak airnya adalah alur yang akan menggiring kejalan yang menyesatkan, dan sebagai sarana untuk menumpas kaum muslimin.
.
Islam merupakan musuh terbesar yang harus ditumpas habis sampai tak tersisa. Sebagai gantinya berdirilah dengan gagah si kafir yang sombong, yang tidak mengakui adanya Allah SWT dan meremehkan segala sesuatu yang berhubungan dengan-Nya. Mereka akan mengganti segala peraturan dari-Nya dengan aturan yang menguntungkan mereka dan menyesatkan ummat. Si Kafir yang berkuasa, semua makhluk harus tunduk, menuruti semua perintah, dan rela berkorban demi tercapainya misi mereka. Inilah tujuan akhir dari program golongan kafir. Mereka akan menciptakan angkara murka, memperbudak ummat Islam dan berjalan di muka bumi dengan takabur. 
.
Allah SWT mengetahui rencana jahat mereka dan Dia menjanjikan pahala dan kemenangan kepada kaum mukminin yang tunduk patuh kepada-Nya dan tidak menyombongkan diri. Inilah janji dalam firmanNya: “Itulah perkampungan akhirat, Kami peruntukan bagi orang-orang yang tiada melakukan kesombongan dan kerusakan di muka bumi”.
.
Maka dengan landasan ayat ini jelaslah, kemegahan hidup dunia yang menjadi umpan bagi si kafir untuk memikat dan menjerat ummat Islam, tidak ada artinya dihadapan Allah, perkampungan akhirat yang indah dan penuh kenikmatan, itulah kebahagiaan yang hakiki.
.
Kaum jahiliyah senantiasa berpacu mengejar untuk menundukkan dunia. Nazi Jerman bersemboyan: “Jerman diatas segala bangsa!”, dan semboyan itu bagaikan penyakit menular yang cepat menjalar. Maka muncullah negara-negara adikuasa yang bersikeras untuk mengungguli semuanya. Amerika, Rusia dan negara-negara kafir berusaha menundukkan dan mengkafirkan ummat Islam, dan tidak mengindahkan pencipta-Nya, syariat, dan aturan Ilahi ditinggalkan jauh dibelakang.

Selasa, 12 Februari 2013

ISLAMO PHOBIE





KEBENCIAN KEPADA ISLAM (2)

Dr. Muhammad Na’im Abdussalam Yasin menulis: “Orang-orang kafir baik itu datang dari Barat maupun dari belahan dunia Timur mempunyai tujuan yang satu yaitu menghancurkan Islam dengan bermacam cara dan menanamkan rasa permusuhan antar ummat Islam. Mereka sediakan dana untuk membiayai rencana kerja mengadu-domba dan memecah-belah ummat dan mendengungkan kata-kata yang menakutkan ummat: “Agama bagaikan morfin yang akan menggerogoti tubuh”. Adanya agama akan membuat manusia menjadi terbelakang dan lemah karena aturan-aturan agama tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Inilah isu-isu menyesatkan. Andai kamu termakan bujuk rayu dan iklan mereka sehingga kamu tinggalkan agama yang haq ini, kamu akan jumpai pendukung dan pembela yang siap membantumu meninggalkan kebenaran. 

Apa yang menyebabkan mereka membenci dan menghalangi kebangkitan Islam? Mengapa mereka sangat takut kepada Islam?

Akan kita dapati musuh-musuh-Nya dimana pun juga. Jalinan kerja mereka sangat erat dan rapi, terkoordinir dengan baik, dari Barat hingga Timur meliputi golongan kafir dan munafik. Golongan terakhir ini sangat membahayakan. Mereka bagai musuh dalam selimut yang siap memberi kehangatan jika kau merasa dingin, dan siap menerkammu setiap waktu. Dia mengaku satu tujuan dan hidup berdampingan denganmu untuk memecahkan semua masalah yang timbul. Dibalik semuanya itu dialah musang berbulu domba.






Senin, 11 Februari 2013

MENANGISI MAYIT



Menangisi Mayit
531- Usmah bin Zaid berkata: Putri Nabi SAW menyuruh budaknya memberitahu kepada Nabi SAW bahwa putranya mendekati kematian (naza’) yang diharapkannya agar Nabi datang, maka Nabi menyuruh menyampaikan salam dan bersabda: “Sesungguhnya kepunyaan Allah, Dialah yang telah memberi dan Dialah yang mengambil, dan semua itu ada pada-Nya dengan ajal tertentu, maka hendaklah bersabar dan mengharapkan pahala”.

Maka  budak itu disuruh kembali lagi kepada Rasulullah dengan bersumpah demi Allah diminta kedatangannya, maka Nabi berdiri mendatangi disertai Sa’ad bin Ubadah, Muadz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit dan beberapa orang lainnya. Kemudian bayi yanag sakit itu diangkat kepada Nabi SAW sementara itu napasnya naik turun mendekati ajal.

Tiba-tiba Nabi melinangkan air matanya, lalu ditegur oleh Sa’ad: “Wahai Rasulullah! Apakah ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah rahmat yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya dan sesungguhnya Allah akan memberi rahmat hanya kepada hamba-hamba-Nya yang penyayang.”

Diriwayatkan oleh Bukhari: 23- Kitab “Al-Janaiz”, 33-Bab “Qaulinnabiyi shallallahu alaihi wa sallam yu’adzibul mayyitu bi ba’dhi buka’i ahlihi alaihi”.

532 – Abdullah bin Umar berkata: Sa’ad bin Ubadah sakit, maka Nabi SAW menjenguknya bersama Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdullah bin Mas’ud. Ketika Nabi masuk, Sa’ad dikelilingi keluarganya, maka Nabi bertanya: “Apakah dia sudah mati?” Mereka menjawab: “Belum wahai Rasulullah!” Lalu Nabi SAW menangis. Ketika orang-orang melihat Nabi SAW menangis, mereka juga ikut menangis, kemudian Nabi bersabda: “Maukah kalian mendengarkan aku? Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa karena air mata atau kesedihan hati, akan tetapi karena ini…”, sambil menunjuk ke arah lidahnya, “atau Allah akan merahmati, sesungguhnya mayit itu akan disiksa disebabkan oleh tangisan (meraung) keluarga atasnya.” (Bukhari-Muslim).

Diriwayatkan oleh Bukhari: 23- Kitab “Al-Janaiz”, 54-Bab “Albuka’i indal maridhi”.

Disalin dari kitab “Al-Lu’luwal Marjan” – Ensiklopedi Hadits-hadits Shahih yang Disepakati oleh Bukhari dan Muslim oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, Penerbit Pustaka As-Sunnah, Jakarta, Cetakan 2, Januari 2010, Halaman 441-443.

Dari kedua hadits ini dapat diambil pelajaran:
1. Menangisi mayit  boleh sepanjang hanya meneteskan air mata saja.
2. Tangisan yang disertai suara keras (raungan), apalagi disertai omelan atau umpatan hukumnya terlarang.

ISLAM ADALAH CANDU

.

KEBENCIAN KEPADA ISLAM (1)

.
Dr. Muhammad Na’im Abdussalam Yasin dengan bukunya yang berjudul “Kenapa Takut Pada Islam”, diterbitkan oleh Gema Insani Press, Jakarta, cetakan keenam, Desember 1992 menuturkan secara ringkas berbagai “ketakutan dunia” kepada Islam. Salah satu bentuk ketakutan tersebut adalah dengan gencarnya kampanye permusuhan Islam secara global, yang salah satu kiatnya adalah kampanye: “Agama adalah Morfin Segala Bangsa”.
.
Dr. Na’im Yasin menulis: “Sebelum saya mulai menjawab semua pertanyaan, saya akan mencoba mengetuk hati sebagian ummat yang masih terlena, yang tega dan rela diperalat untuk menyesatkan saudara se-aqidah dan bersedia menjual dien/agamanya demi dunia. Dengan lantang mereka serukan bahwa agama itu racun dan morfin dunia, penyebab keterbelakangan dan kemunduran pembangunan”.
.
Kebangkitan Islam sangat mereka takuti luar biasa karena kalau Islam berjaya maka segala tipu daya mereka akan terbongkar. Segala kedok, keculasan dan penjajahan akan terang benderang. Dan … hanya Islam yang akan membebaskan dunia dari segala tipu daya Iblis dan teman setianya. Hanya Islam! Maka agar Islam tidak bangkit maka segala cara ditempuh. Salah satunya adalah kampanye: Islam racun dunia, Islam candu bangsa, Islam morfin setiap bangsa!
.
“Kepadamu yang masih ikhlas dan tetap istiqomah di jalan-Nya, yang masih memiliki rasa cinta kepada agama yang benar ini meski hanya sebesar atom, saya akan bertanya:

Adakah seorang musuh mengkhawatirkan musuhnya kecanduan morfin?
Adakah musuh yang mengharapkan kesehatan, kekuatan dan kebangkitan kepada kita?
Adakah musuh yang ingin menyelamatkan dan melindungi sang lawan dari keterbelakangan dan kebodohan? Dan musuh manakah yang dengan ikhlas membimbing dan menunjuki ke arah kebaikan yang dapat menguntungkan kita? Ya…. adakah?? Mustahil semua itu akan terjadi! Wahai saudaraku, waspadalah!!”, ungkap Dr. Mohammad Na’im Abdissalam Yasin.

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...