Rabu, 18 Juli 2012

Turki Tawarkan Bantuan kepada Myanmar untuk Membantu Muslim Rohingya

Dunia Islam


Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Bulan Sabit Merah Turki akan membantu Myanmar dengan syarat keamanan mereka bisa tetap terjaga.

Turki, terkait tentang kekerasan yang terus berlanjut terhadap Muslim Rohingya di Myanmar, berusaha untuk membawa nasib komunitas ini ke dalam agenda internasional, menyerukan masyarakat internasional untuk mengakhiri kebungkaman mereka mengenai situasi yang mempengaruhi negara Asia Tenggara tersebut.

Direktur Jenderal Bulan Sabit Merah Omer Tasli mengatakan pada hari Selasa kemarin (17/7) bahwa kondisi lokal di Myanmar tidak sesuai untuk melakukan perluasan bantuan kemanusiaan, namun Bulan Sabit Merah bersedia membantu negara ini.

"Kami akan membantu Myanmar, jika keselamatan kami disediakan," kata Tasli.

Dia menambahkan bahwa Myanmar telah menjadi agenda Bulan Sabit Merah sejak bencana banjir melanda negara itu tahun lalu.

Sebelumnya Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Rabu pekan lalu bahwa Turki prihatin terhadap kebrutalan terhadap Muslim Rohingya di Provinsi Arakan, lokasi kekerasan baru-baru ini yang meningkat di Myanmar, dekat Bangladesh.

"Kami berharap sensibilitas lebih dari masyarakat internasional untuk Muslim Rohingya, yang meninggalkan rumah mereka, harta benda dan tanah karena fanatisme agama yang mereka hadapi," kata Erdogan.

Meskipun telah ada di Myanmar selama beberapa generasi, Muslim Rohingya tidak dianggap sebagai warga Myanmar oleh para pemimpin nasionalis, pejabat dan Buddha fanatik Myanmar.(fq/wb)


Ayat Al Qur’an tentang Puasa Ramadhan



AL BAQARAH (2:183) :  Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

AL BAQARAH (2:184):  dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka (wajib berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

AL BAQARAH (2:185):  bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka (wajib berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

AL BAQARAH (2:186):  Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

AL BAQARAH (2:187):  Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu sedang kamu i`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

MARHABAN YA RAMADHAN : Kokohkan Iman, Tegakkan Syariah dan Khilafah



oleh : Farid Wadjdi

Marhaban ya Ramadhan. Tak lama lagi bulan Ramadhan 1433 H kembali tiba. Bulan yang penuh berkah, yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan Ramadhan adalah bulan ketaatan. Bulan Ramadhan adalah bulan murâqabah. Ramadhan juga adalah bulan pengorbanan di jalan Allah SWT.
.
Di dalamnya setiap muslim dituntut untuk berkorban dengan menahan rasa lapar dan dahaga demi meraih derajat taqwa. Taqwa adalah puncak hikmah dari ibadah shaum pada bulan Ramadhan. Perwujudan taqwa secara individu tidak lain adalah dengan melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya.
.
Sedang perwujudan taqwa secara kolektif adalah dengan menerapkan syariah secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara di bawah naungan Khilafah. Semua kebaikan yang didapat sepanjang bulan Ramadhan tentu menjadi kurang bermakna jika tidak ditindaklanjuti oleh pelaksanaan syariah secara kaffah, karena justru itulah sesungguhnya wujud ketaqwaan yang hakiki.
.
Rosululullah SAW dan para sahabat telah membuktikan dan menunjukkan kepada kita bahwa ramadhan bukanlah saat untuk berleha-leha atau bersantai. Beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam justru terjadi di bulan Ramadahan. Perang Badal al Kubra, terjadi pada 17 Ramadhan 2H. Ibnu Hisyam menyatakan perang ini merupakan kemenangan pertama yang menentukan kedudukan umat Islam dalam menghadapi kekuatan kemusyrikan dan kebatilan.Kemenangan lebih kurang 300 orang tentera Islam di bawah pimpinan Rasulullah ini telah mengalahkan lebih kurang 1000 orang tentera musyrikin Mekah.
.
Persiapan perang Khandaq dilakukan bulan ramadhan tahun 5 hijriyah. Dengan mengali parit (khandaq) sekeliling kota Madinah.. Peperangan ini terjadi pada bulan Syawal dan berakhir pada bulan Dzulkaidah setelah pasukan muslimin berjaya memecahbelah pasukan musuh.
.
Peristiwa penting lain adalah Fath al Makkah (Pembukaan Kota Mekah) dan Penghancuran Berhala.Rasulullah SAW keluar dari Madinah pada 10 Ramadhan dan berpuasa, lalu diikuti para sahabat. Menurut Ibnu Ishaq, penaklukan itu terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah mengutuskan Khalid al-Walid untuk menghancurkan berhala Uzza, Amr bin Ash merobohkan Suwa’, dan Saad bin Zaid Al-Asyhaly menumbangkan Manat.
.
Pada Ramadhan 10H, Rasulullah SAW mengutus pasukan tentera dibawah pimpinan Saidina Ali Karamallahu wajhah ke Yaman dengan membawa surat Nabi. Satu suku yang berpengaruh di Yaman langsung menerima Islam dan masuk Islam pada hari itu juga. Mereka sholat berjamaah bersama Imam Ali ra. pada hari itu.
.
Terdapat banyak kemenangan umat Islam di bulan ramadhan ini. Ramadhan 53H merupakan kemenangan tentera Islam di pulau Rhodes.Ramadhan 92H Tariq Ziyad yang memimpin 12 ribu tentera Islam berhasil mengalahkan tentera kuffar berjumlah 90 000 yang diketuai sendiri oleh Raja Frederick. Di sini awalnya zaman keemasan Islam di Andalusia, dengan Islam menguasainya selama 700 tahun.
.
Pada Ramadhan 584H, Panglima tentera Islam, Salahuddin Al-Ayyubi mendapat kemenangan besar atas tentera Salib. Saifudin Qutuz, pemerintah Mesir ketika itu dengan mengumpulkan semua kekuatan kaum muslimin untuk meghancurkan tentera Tartar dan bertemu dengan mereka pada Jumat, 25 Ramadhan 658H (6 September 1260M) di Ain Jalut. Peperangan ini turut disertai oleh isteri Sultan Saifudin Qutuz, Jullanar yang akhirnya syahid di medan pertempuran.
.
Adalah penting bagi kita untuk memperhatikan pesan Hizbut Tahrir Indonesia dalam menyambut ramadhan ini . Pertama, Kepada seluruh umat Islam Indonesia agar dapat melaksanakan shaum Ramadhan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh khusyu’ dan ikhlas, serta dengan penghayatan sehingga seluruh hikmah puasa dapat ditangkap dengan baik. Suasana bulan Ramadhan yang juga disebut syahrul jihad (bulan jihad) hendaknya mampu menambah kekokohan iman, semangat untuk berpegang teguh kepada Islam, serta lebih giat lagi melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan berjuang demi terwujudnya kehidupan Islam melalui tegaknya kembali syariah dan Khilafah di muka bumi.
.
Kedua, Kepada pemerintah untuk dengan sungguh-sungguh menjaga situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya agar tetap kondusif sedemikian sehingga umat Islam dapat melaksanakan shaum Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Tempat-tempat maksiyat, termasuk tempat hiburan, yang tiap menjelang bulan Ramadhan selalu mengundang kontroversi, memang semestinya ditutup. Demikian juga perbuatan maksiyat, seperti korupsi, perzinahan, kedzaliman dan sebagainya, termasuk abai terhadap perintah dan larangan Allah SWT yang termaktub dalam al Quran maupun al Hadits, semestinya juga dihentikan.
.
Bukan hanya selama bulan Ramadhan, mestinya juga di luar bulan Ramadhan, karena semua perbuatan dan tempat maksiyat itu tidak selayaknya ada di negara yang mayoritas penduduknya muslim ini. Bila dan hanya bila penduduk negeri ini benar-benar beriman dan bertaqwa (melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan Allah SWT) saja, keberkahan akan senantiasa melimpah pada negeri ini.

Sang Mujahid Menderita Kelumpuhan di Penjara, Mari Bantu!




JAKARTA (idc.voa-islam.com) – Berbagai ujian berat yang dipikulnya, tak membuat Heri Suranto untuk absen dari medan jihad. Hingga tubuhnya lumpuh di balik terali besi, semangatnya untuk mengibarkan bendera jihad tak pernah padam.

Ayah paroh baya yang berprofesi sebagai TU di SMA Swasta dan tukang servis komputer ini bergabung dalam kafilah mujahidin Aceh untuk menegakkan syariat I’dad yang diperintahkan Allah SWT dalam Al-Qur’an. Karena aktivitasnya bertentangan dengan sistem thaghut, ia pun ditangkap pada Jumat (14/5/2010), pukul 14.45 WIB di kediaman mertuanya, Kampung Semanggi, Pasar Kliwon, Solo dengan tuduhan terorisme. Dalam persidangan, Heri divonis 6 tahun penjara terhitung bulan Mei dua tahun lalu.
Kini, ayah empat orang anak itu menghuni sel di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Cipinang, bersama limapuluhan aktivis Islam lainnya. Kondisi fisik yang tidak prima, membuat ayah empat orang anak ini menderita kelumpuhan. Sehari-hari Heri hanya bisa berbaring atau duduk di atas kursi roda, dengan kondisi leher yang ditopang menggunakan alat penyangga leher.
Heri pun diobati dengan standar klinik Lapas. Untuk mendukung pengobatannya, maka sejak Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pun turun tangan. Bulan Februari 2012, atas bantuan dr Joserizal, Ketua Presidium MER-C,  dilakukan cek MRI di RSP Pertamina Jakarta. Hasilnya positif Heri menderita TB Tulang. Selain itu, organ tulang belakangnya patah beberapa ruas yang mengakibatkan kaki kiri dan kanannya mengalami lumpuh.
“Pak Heri menderita Spondilitis TB dengan Paraparese,” ujar Joserizal kepada idc.voa-islam.com. “Dengan lumpuh kaki ke bawah, tidak bisa bergerak. Waktu awal ketemu di masih terlentang,  kalau dimiringkan badannya dia sakit, sekarang sudah mulai bisa duduk. Obat dari kita selain itu kita juga berikan telur ayam kampong 90 butir satu bulan dan susu,” tambahnya.
…Pengerahan dana (IDC) untuk itu saya dukung. Saya setuju adanya pengerahan dana untuk ikhwan-ikhwan yang ada di dalam penjara, terutama yang sedang mengalami sakit, ujar Ustadz Abu Bakar Ba’asyir…
Karena penyakit yang dialaminya cukup berat dan perlu penanganan khusus yang tidak mungkin dilakukan di dalam klinik lapas, maka Heri pun dirawat khusus. Pihak lapas cukup akomodatif, sehingga perawatan terhadap Heri diizinkan dilakukan di ruangan khusus di ‘blok teroris’ karena harus dijaga para ikhwan  secara piket. Dalam satu hari satu malam, enam orang ikhwan bertugas piket menjaga dan merawat Pak Heri. Para ikhwan yang menjadi “petugas” piket itu membantu semua keperluan Heri dari wudhu, mandi, istinjak (buang air besar dan buang air kecil) dan lain-lain. Untuk istinjak misalnya, Heri harus dibantu para ikhwan mengunakan tissu kering dan tissu basah.
“Kalau untuk keseharian saya disarankan dari MER-C saya mengkonsumsi telur ayam kampung, susu, dan buah-buahan. Saya tidak boleh tidur di kasur, harus di tempat yang agak keras untuk meluruskan tulang. Kursi roda juga sudah ada, peninggalannya Abdul Hamid yang dulu sempat lumpuh juga,” ujar Heri kepada idc.voa-islam.com.

Untuk terapi penyembuhan, alhamdulillah MER-C aktif menyuplai berbagai obat-obatan, vitamin, telur, handscoen, extension brace (korset di badan) dan penyangga di leher untuk Heri. Berbagai keperluan itu disuplai rutin setiap bulan sesuai permintaan pihak lapas. Sedangkan keperluan penambahan gizi, seperti madu, telur ayam kampung, susu, alat-alat kesehatan dan kebutuhan ikhwan piket lainnya disuplay oleh Infaq Dakwah Club (IDC) voa-islam.com. Sampai berita ini diturunkan, sudah dua bulan IDC menyalurkan bantuan muhsinin voa-islam.com sejak April 2012.
Meski fisiknya yang lemah harus memikul ujian yang sangat berat, Heri tetap istiqamah. Ia bersyukur dan terharu dengan kuatnya ukhuwah para mujahidin di lapas. “Kita dirawat di sini bersama ikhwan-ikhwan. Saya tidak mau dikarantina karena kalau karantina tidak ada yang menunggu. Dan alhamdulillah mereka menganggap saya seperti orang tua sendiri karena mereka kan masih muda-muda dan mereka bagus-bagus,” paparnya.
Heri berharap agar bisa dirawat di rumah agar tidak merepotkan banyak orang. “Harapan saya, karena saya masih sakit seperti ini inginnya bisa dirawat sama keluarga, agar bisa lebih tenang. Tapi kondisinya saya kan tahanan khusus, jadi agak pesimis,” ungkapnya.

Masih tersisa waktu enam tahun penjara yang harus dialami oleh Heri Suranto, sehingga kebutuhan pengobatan dan para ikhwan petugas piket yang menjaganya harus disuplay oleh kaum Muslilmin lainnya. Dan selain Heri, masih banyak mujahid lainnya yang wajib dibantu oleh kaum Muslimin.

Dr Joserizal berharap, agar umat Islam bahu-membahu kepada keluarga Heri Suranto dan para mujahidin lainnya. “Kalau bisa kita bagi-bagi tugas untuk membantu keluarga mereka, kesulitan mereka secara ekonomi jangan sampai Densus pula yang bantu mereka, karena tidak ada lembaga zakat yang mau menghanle mereka,” tegasnya.
…Kalau bisa kita bagi-bagi tugas untuk membantu keluarga mereka, karena tidak ada lembaga zakat yang mau menghanle mereka, ujar dr Joserizal…
Senada itu, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mengimbau kaum Muslimin agar mendukung kebutuhan para aktivis Islam yang sedang dipenjara rezim thaghut, terutama para aktivis yang sedang sakit.
“Pengerahan dana (IDC) untuk itu saya dukung. Saya setuju adanya pengerahan dana untuk ikhwan-ikhwan yang ada di dalam penjara, terutama yang sedang mengalami sakit,” ujarnya kepada idc.voa-islam.com di sel Mabes Polri.
Duka umat Islam adalah duka kita semua, dan kebahagiaan kita harus bisa mereka rasakan juga. Karena setiap umat beriman itu bersaudara seperti satu jasad yang utuh.
“Orang-orang mukmin itu bagaikan seorang manusia yang satu. Jika kepalanya terasa sakit, maka seluruh badannya pun ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur” (Muttafaq ‘Alaih).
…Orang-orang mukmin itu bagaikan seorang manusia yang satu. Jika kepalanya terasa sakit, maka seluruh badannya pun ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur…
Dengan membantu saudara sesama Muslim yang tertimpa musibah, insya Allah kita akan mendatangkan barakah dan kemudahan  di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat…” (HR Muslim).
Bantuan untuk program DINAR (Dana Infaq Darurat) untuk para mujahidin dan keluarganya ini bisa disampaikan melalui rekening Infaq Dakwah Club (IDC) voa-islam.com:
1. Bank Muamalat Indonesia (BMI)
No.Rek. 0132465841
a/n Budi Haryanto
2. Bank Syariah Mandiri (BSM)
No.Rek: 0120043587
a/n Budi Haryanto
3. Bank Mandiri
No.Rek: 0060006012623
a/n Budi Haryanto
4. BCA (Bank Central Asia)
No.Rek: 6310230497
a/n Budi Haryanto
CATATAN:
  1. Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan dana lainnya, silahkan tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.00,- Rp 103.000,- dan seterusnya.
  2. Info dan konfirmasi: Mumtaz (08999.704050).
  3. Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di idc.voa-islam.com. [taz, wid]

Senin, 02 April 2012

Orang Bau Jangan Shalat di Masjid


Senin, 05 Mar 2012
 

Oleh: Badrul Tamam
Shalat berjama’ah merupakan media berkumpul kaum muslimin yang dilaksanakan secara berulang dalam sehari semalam. Di sana mereka bersama-sama melaksanakan kewajiban pokok Islam, yaitu shalat lima waktu. Melaluinya umat muslim saling menjalin hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama mereka, juga dalam rangka membersihkan hati sekaligus dakwah ke jalan Allah, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.

Dalam keadaan ini hendaknya setiap muslim menjaga penampilan dan kebersihan supaya mereka nyaman dan khusyuk dalam melaksanakan kewajiban besar Islam ini. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar memakai pakaian yang indah ketika mendatangi masjid.

يَا بَنِي آَدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.. ” (QS. Al-A’raaf: 31)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya berkata, “Berdasarkan ayat ini dan juga pengertian (yang menunjukkan) hal itu di dalam sunnah, bahwa dianjurkan untuk berhias diri ketika hendak melaksanakan shalat, lebih-lebih pada waktu shalat Jum’at dan hari raya. Serta disunnahkan memakai wewangian karena dia termasuk (perhiasan), siwak (juga termasuk) karena termasuk sebagai penyempurna. Dan di antara pakaian yang paling utama adalah yang berwarna putih.”

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada waktu perang Khaibar:

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ يَعْنِي الثُّومَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا

Barangsiapa yang memakan tanaman ini, yakni bawang putih, maka janganlah sekali-kali ia mendekati masjid kami.” Dalam riwayat Muslim, “Jangan sekali-kali mendatangi masjid kami.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radliyallah ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ لِيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ

Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah, maka hendaklah ia menjauhi kami atau menjauhi masjid kami; dan silahkan dia berada di rumahnya saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْمُنْتِنَةِ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ الْإِنْسُ

Barangsiapa makan dari tanaman yang berbau tidak sedap ini, maka hendaklah ia tidak mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan apa yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا وَلَا يُؤْذِيَنَّا بِرِيحِ الثُّومِ

Barangsiapa yang makan dari tanaman ini, maka hendaknya dia tidak mendekati masjid kami dan tidak menggangu kami dengan bau bawang putih.” (HR. Muslim)



Dan Thabarani meriwayatkan dengan lafadz, “Hendaklah kalian menjauhi dua jenis sayuran ini untuk dimakan, kemudian memasuki masjid kami. Jika kalian terpaksa memakannya, hendaklah kalian membakar keduanya terlebih dahulu.

Umar bin Khathab radliyallahu ‘anhu ketika berkhutbah pada hari Jum’at berkata, “. . . . kemudian kalian, wahai umat manusia, makan dua tanaman yang menurutku buruk, yaitu bawang merah dan bawang putih. Aku pernah melihat jika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam mencium bau keduanya dari sessorang di masjid, beliau menyuruh untuk dikeluarkan ke Baqi’. Dan, barangsiapa ingin sekali memakannya hendaklah memasaknya terlebih dahulu.” (Diriwayatkan oleh Muslim dan Nasai)

Hadits-hadits di atas menunjukkan makruhnya makan bawang merah dan bawang putih tanpa dimasak terlebih dahulu sebelum berangkat ke masjid. Alasannya, karena bau tidak sedapnya dapat mengganggu kekhusyuan para jama’ah. Bahkan, bukan hanya manusia saja yang terganggu oleh bau tidak sedap itu, malaikat juga ikut terganggu dan tersiksa. Larangan ini bukan hanya pada hari Jum’at saja, sebagaimana yang sering disebutkan oleh Fuqaha’, tapi juga berlaku pada setiap kali shalat berjama’ah. Bahkan larangan ini juga berlaku pada tempat-tempat shalat selain masjid seperti tempat shalat Ied, tempat shalat janazah dan tempat-tempat ibadah lainnya. (Lihat Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi)
. . . karena bau tidak sedapnya dapat mengganggu kekhusyuan para jama’ah. Bahkan, bukan hanya manusia saja yang terganggu oleh bau tidak sedap itu, malaikat juga ikut terganggu dan tersiksa. . .
Subtansi dari larangan tersebut adalah adanya bau yang tidak sedap sehingga mengganggu kekhusyu’an jama’ah yang lain. Maka setiap orang yang membawa bau tidak sedap hendaknya tidak mendatangi masjid, sehingga dia menghilangkan bau tersebut. Jika memang tidak mau, maka shalatnya di rumahnya lebih baik daripada di masjid.

Larangan ini juga berlaku bagi rokok. Bahkan bau rokok jauh lebih parah daripada bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai. Jika perokok dilarang untuk mendatangi masjid mungkin akan tersinggung dan menimbulkan masalah lebih buruk, maka kami nasihatkan untuk membersihkan mulut dan menyegarkan dengan wangi-wangian sehingga tidak menggangu kekhusyu’an shalat jama’ah yang lain.
Larangan ini juga berlaku bagi rokok. Bahkan bau rokok jauh lebih parah daripada bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai.
Imam Muslim membuat bab dalam Shahihnya ketika menyebutkan hadits-hadits di atas, “Bab larangan bagi orang makan bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai, atau semisalnya yang memiliki bau tiak sedap dari mendatangi masjid sehingga hilang bau tersebut dan dia dikeluarkan dari masjid”.

Larangan ini juga berlaku bagi sekelompok manusia yang tidak memperhatikan kebersihan pakaian dan badan mereka. Lebih-lebih para pekerja keras yang berkeringat banyak sehingga pakaian dan tubuh mereka menimbulkan bau tidak sedap, lalu mereka mendatangi masjid dan berdesakan dengan orang shalat yang ada di samping atau di belakang mereka. Hendaknya mereka sadar dan takut kepada Allah Ta’ala.


Bagaimana dengan kentut di masjid?
Hadats di dalam masjid dengan mengeluarkan kentut yang berbau busuk juga dapat mengganggu orang yang shalat di masjid dan merusak suasana. Karenanya bau semacam ini makruh ada di dalam masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah megabarkan kepada kita bahwa para malaikat membacakan shalawat untuk orang yang datang ke masjid guna melaksanakan shalat. Para malaikat berkata,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ

Ya Allah limpahkan ampunan untuknya, Ya Allah rahmatilah dia, selama tidak berhadats di dalamnya dan tidak mengganggu (pihak lain) di dalamnya.” (HR. Bukhari no. 1976)

Ibnul Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan tentang kandungan makna hadits di atas, “Dan di dalamnya (hadits di atas) terdapat dalil bahwa berhadats di dalam masjid lebih buruk daripada berdahak dikarenakan berdahak memiliki kafarah, sedangkan untuk hadats tidak memiliki kafarah. Bahkan pelakunya diharamkan mendapat istighfar malaikat. Sedangkan doa malaikat sangat-sangat dikabulkan berdasarkan firman Allah Ta’ala, artinya: “Dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 28)”

Sesungguhnya Islam adalah agama yang indah, sangat memperhatikan dan menjaga perasaan orang lain. Karenanya Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk memiliki tenggang rasa dan budi pekerti yang luhur. Islam sangat menganjurkan agar memberikan kebaikan kepada sesamanya, jika tidak bisa,  maka dianjurkan untuk tidak menimpakan keburukan dan sesuatu yang tidak disukai. Wallahu a’lam bil-shawab. (PurWD/voa-islam)

April Mop: Hari Pembantaian Salibis terhadap Muslim Spanyol!

 

Ahad, 01 Apr 2012, Repro VOA ISLAM.Com
 
Di Barat, tiap tanggal 1 April diperingati hari “April Mop.” Sedangkan di Indonesia, di berbagai kota besar, tak jarang kaula muda Muslim latah mengikuti tradisi April Mop. Pada hari itu, mereka diperbolehkan dan sah-sah saja menipu teman, mengisengi kawan, ngerjain guru, ngusilin orang tua, membohongi saudara, atau yang sejenisnya, di mana sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya, jika sang target April Mop sudah sadar bahwa dirinya dijadikan target April Mop, mereka juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tapi tidak akan marah sungguhan.

Seolah-olah 1 April adalah hari di mana keisengan dan kebohongan harus berjalan sempurna dan akurat, zero tolerance bagi kesalahan. Jika berhasil ngisengin sang target, maka yang didapat adalah rasa puas dan sensasi plong.

Kaula muda Muslim itu latah dalam April Mop karena ikut-ikutan tradisi bule tanpa mengkritisi apa hakikat April Mop yang di Barat lebih dikenal dengan “The Aprils Fool Day” itu. Mereka begitu mudah meniru budaya bule karena suburnya rasa rendah diri terhadap orang-orang bule. Minder terhadap orang bule ini adalah sisa peninggalan penjajahan Belanda di Indonesia selama berabad-abad lamanya, inlanderr, terhadap superioritas bangsa kulit putih.

Supaya tidak latah dan tasyabbuh membebek budaya kafir, mari kita telah sejarah April Mop berikut.
…Perayaan April Mop sesungguhnya berawal dari satu tragedi yang sangat menyedihkan dan memilukan dalam episode sejarah Muslim Spanyol tahun 1487…

SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tanggal 1 April 1487. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-9 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Prancis. Prancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassonne, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navarro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.
…cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol…
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Al-Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, jompo, semuanya dihabisi secar sadis.

Satu persatu daerah Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam  di Spanyol –yang  juga disebut orang Moor– terpaksa  berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

“Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol. Setelah ini kami tidak akan memberikan jaminan lagi,” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang keperluannya beriringan jalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tntara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang bertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dijanjikan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anak yang masih kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan komando dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.
…Ribuan Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan sadis. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. …
Ribuan Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan sadis. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi yang  bertepatan dengan 1 April inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai “April Mop” (The Aprils Fool Day).

Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib melalui cara yang licik, tipuan dan dusta yang sadis. Sebab itu, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan, walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. 1 April tahun itu adalah hari di mana saudara-saudaranya seiman ditipu, disembelih, dibakar dan dibantai oleh tentara Salibis di Granada, Spanyol. Sebab itu, terkutuklah orang Islam  yang ikut-ikutan merayakan April Mop. Pantaskah orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa ria atas tragedi tersebut?
…sampai hatikah kita latah merayakan April Mop yang latar belakangnya adalah peringatan atas penipuan dan pembantaian pasukan Salibis terhadap ribuan Muslim Spanyol…
Bagi kita yang paham akan sejarah April Mop, sampai hatikah kita latah merayakan April Mop yang latar belakangnya adalah peringatan atas penipuan dan pembantaian pasukan Salibis terhadap ribuan Muslim Spanyol? [taz/voa-islam.com]

Maraji’: Rizki Ridyasmara, Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween, So Whatt?, Pustaka Al-Katutsar, Jakarta 2007.

TERNYATA PKB TIDAK MEMPERJUANGKAN ISLAM(?)


Hari Senin, 19 Juli 2010 pukul 11:02:24 WIB, Kalteng Pos Online menurunkan berita : “PKB Minta Waspada Gerakan Islam Trans Nasional”. 
 
Ketua DPP PKB Marwan Japar mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gerakan islam trans nasional. Sebab Indonesia adalah negara yang multi kultur  dan harus dijaga keberagamannya .
 Menurut Marwan, saat ke Palangka Raya, Sabtu (17/7) budaya lokal dan multi kultur ini jangan sampai hilang, hanya karena dituduh tidak Islami. Sebab multi kultur atau keragaman budaya itu merupakan salah satu kekuatan republik.

“Konsep Daullah Islamiah itu sebetulnya tidak ada dalam kontek menghormati Pancasila dan UUD 1945. Azas negara itu yang harus dipertahankan oleh segenap bangsa Indonesia,” ujar Marwan kepada sejumlah wartawan.

Ketua Fraksi PKB DPR RI  ini menyebut gerakan paling nyata dari islam trans nasional ini biasanya dimulai dari kampus-kampus. Hal yang paling nyata adalah gampang mengkafirkan orang. “Bahkan PKB sendiri yang dilahirkan dari rahim Nadhlatul Ulama (NU) tidak memakai azas Islam tapi Pancasila. Itu artinya kita menghormati betul multi budaya dan multikulturalisme tersebut. Tidak gampang untuk mengkafirkan orang,” tegasnya.


Islam itu secara umum dan khusus memiliki spritualisme. Rasulullah saja tidak pernah memusuhi orang kafir, makanya dibentuk piagam Madinah. Karena itu multi budaya itu semua dihargai. Dan ini merupakan ciri khas yang diwarisi para ulama Indonesia sejak dulu.

“Contoh yang tidak etis adalah menegakkan syariat Islam dengan kaffah (menyeluruh). Padahal multi budaya atau multikulturalisme itu simbolistik bangsa Indonesia, sepertinya semua mulai dihilangkan secara perlahan-lahan,” katanya.

Islam yang benar itu tambah Marwan adalah Islam Indonesia bukan Islam yang arabisme. Ideologis trans nasional itu ingin mengikis Islam Indonesia yang didasari multikulaturalisme dan multi budaya tersebut.

Gerakan lainnya yang dilakukan selain kampus adalah tempat ibadah. Gerakan ini ingin merombak-rombak  cara ibadah yang sudah mapan dengan alasan pemurnian Islam berdasarkan Al-Quran dan sunnah. “Hal itu mau dihilangkan, dan mereka tidak menghargai lagi yang disebut ijtihad. Kalteng ini sangat prulaslime dan heterogen, kondisi ini harus tetap kita jaga,” tegasnya

Sasarannya lain gerakan ini adalah penguasaan massif. Takmir atau pengurus masjid yang ada diganti dengan berbagai larangan dan doktrin. Selanjutnya, lama-lama masjid itu semakin tidak merasa dimiliki oleh masyarakat, karena aktivitas dan tata cara ibadahnya diganggu.

Ditanya apakah gerakan ini ada berafiliasi kepada partai-partai politik tertentu? Marwan menyatakan dirinya tidak menyatakan seperti secara spesifik. “Saya tidak mengatakan begitu ya, tapi gerakan seperti ini ada,” tegasnya.

Multi budaya dan multikulturalisme itu prinsipnya sudah menjadi ciri khas Indonesia yang harus dipertahankan bersama-sama.(ink/sma)

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...