Rabu, 18 Juli 2012

MARHABAN YA RAMADHAN : Kokohkan Iman, Tegakkan Syariah dan Khilafah



oleh : Farid Wadjdi

Marhaban ya Ramadhan. Tak lama lagi bulan Ramadhan 1433 H kembali tiba. Bulan yang penuh berkah, yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan Ramadhan adalah bulan ketaatan. Bulan Ramadhan adalah bulan murâqabah. Ramadhan juga adalah bulan pengorbanan di jalan Allah SWT.
.
Di dalamnya setiap muslim dituntut untuk berkorban dengan menahan rasa lapar dan dahaga demi meraih derajat taqwa. Taqwa adalah puncak hikmah dari ibadah shaum pada bulan Ramadhan. Perwujudan taqwa secara individu tidak lain adalah dengan melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya.
.
Sedang perwujudan taqwa secara kolektif adalah dengan menerapkan syariah secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara di bawah naungan Khilafah. Semua kebaikan yang didapat sepanjang bulan Ramadhan tentu menjadi kurang bermakna jika tidak ditindaklanjuti oleh pelaksanaan syariah secara kaffah, karena justru itulah sesungguhnya wujud ketaqwaan yang hakiki.
.
Rosululullah SAW dan para sahabat telah membuktikan dan menunjukkan kepada kita bahwa ramadhan bukanlah saat untuk berleha-leha atau bersantai. Beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam justru terjadi di bulan Ramadahan. Perang Badal al Kubra, terjadi pada 17 Ramadhan 2H. Ibnu Hisyam menyatakan perang ini merupakan kemenangan pertama yang menentukan kedudukan umat Islam dalam menghadapi kekuatan kemusyrikan dan kebatilan.Kemenangan lebih kurang 300 orang tentera Islam di bawah pimpinan Rasulullah ini telah mengalahkan lebih kurang 1000 orang tentera musyrikin Mekah.
.
Persiapan perang Khandaq dilakukan bulan ramadhan tahun 5 hijriyah. Dengan mengali parit (khandaq) sekeliling kota Madinah.. Peperangan ini terjadi pada bulan Syawal dan berakhir pada bulan Dzulkaidah setelah pasukan muslimin berjaya memecahbelah pasukan musuh.
.
Peristiwa penting lain adalah Fath al Makkah (Pembukaan Kota Mekah) dan Penghancuran Berhala.Rasulullah SAW keluar dari Madinah pada 10 Ramadhan dan berpuasa, lalu diikuti para sahabat. Menurut Ibnu Ishaq, penaklukan itu terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah mengutuskan Khalid al-Walid untuk menghancurkan berhala Uzza, Amr bin Ash merobohkan Suwa’, dan Saad bin Zaid Al-Asyhaly menumbangkan Manat.
.
Pada Ramadhan 10H, Rasulullah SAW mengutus pasukan tentera dibawah pimpinan Saidina Ali Karamallahu wajhah ke Yaman dengan membawa surat Nabi. Satu suku yang berpengaruh di Yaman langsung menerima Islam dan masuk Islam pada hari itu juga. Mereka sholat berjamaah bersama Imam Ali ra. pada hari itu.
.
Terdapat banyak kemenangan umat Islam di bulan ramadhan ini. Ramadhan 53H merupakan kemenangan tentera Islam di pulau Rhodes.Ramadhan 92H Tariq Ziyad yang memimpin 12 ribu tentera Islam berhasil mengalahkan tentera kuffar berjumlah 90 000 yang diketuai sendiri oleh Raja Frederick. Di sini awalnya zaman keemasan Islam di Andalusia, dengan Islam menguasainya selama 700 tahun.
.
Pada Ramadhan 584H, Panglima tentera Islam, Salahuddin Al-Ayyubi mendapat kemenangan besar atas tentera Salib. Saifudin Qutuz, pemerintah Mesir ketika itu dengan mengumpulkan semua kekuatan kaum muslimin untuk meghancurkan tentera Tartar dan bertemu dengan mereka pada Jumat, 25 Ramadhan 658H (6 September 1260M) di Ain Jalut. Peperangan ini turut disertai oleh isteri Sultan Saifudin Qutuz, Jullanar yang akhirnya syahid di medan pertempuran.
.
Adalah penting bagi kita untuk memperhatikan pesan Hizbut Tahrir Indonesia dalam menyambut ramadhan ini . Pertama, Kepada seluruh umat Islam Indonesia agar dapat melaksanakan shaum Ramadhan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh khusyu’ dan ikhlas, serta dengan penghayatan sehingga seluruh hikmah puasa dapat ditangkap dengan baik. Suasana bulan Ramadhan yang juga disebut syahrul jihad (bulan jihad) hendaknya mampu menambah kekokohan iman, semangat untuk berpegang teguh kepada Islam, serta lebih giat lagi melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan berjuang demi terwujudnya kehidupan Islam melalui tegaknya kembali syariah dan Khilafah di muka bumi.
.
Kedua, Kepada pemerintah untuk dengan sungguh-sungguh menjaga situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya agar tetap kondusif sedemikian sehingga umat Islam dapat melaksanakan shaum Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Tempat-tempat maksiyat, termasuk tempat hiburan, yang tiap menjelang bulan Ramadhan selalu mengundang kontroversi, memang semestinya ditutup. Demikian juga perbuatan maksiyat, seperti korupsi, perzinahan, kedzaliman dan sebagainya, termasuk abai terhadap perintah dan larangan Allah SWT yang termaktub dalam al Quran maupun al Hadits, semestinya juga dihentikan.
.
Bukan hanya selama bulan Ramadhan, mestinya juga di luar bulan Ramadhan, karena semua perbuatan dan tempat maksiyat itu tidak selayaknya ada di negara yang mayoritas penduduknya muslim ini. Bila dan hanya bila penduduk negeri ini benar-benar beriman dan bertaqwa (melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan Allah SWT) saja, keberkahan akan senantiasa melimpah pada negeri ini.

Sang Mujahid Menderita Kelumpuhan di Penjara, Mari Bantu!




JAKARTA (idc.voa-islam.com) – Berbagai ujian berat yang dipikulnya, tak membuat Heri Suranto untuk absen dari medan jihad. Hingga tubuhnya lumpuh di balik terali besi, semangatnya untuk mengibarkan bendera jihad tak pernah padam.

Ayah paroh baya yang berprofesi sebagai TU di SMA Swasta dan tukang servis komputer ini bergabung dalam kafilah mujahidin Aceh untuk menegakkan syariat I’dad yang diperintahkan Allah SWT dalam Al-Qur’an. Karena aktivitasnya bertentangan dengan sistem thaghut, ia pun ditangkap pada Jumat (14/5/2010), pukul 14.45 WIB di kediaman mertuanya, Kampung Semanggi, Pasar Kliwon, Solo dengan tuduhan terorisme. Dalam persidangan, Heri divonis 6 tahun penjara terhitung bulan Mei dua tahun lalu.
Kini, ayah empat orang anak itu menghuni sel di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Cipinang, bersama limapuluhan aktivis Islam lainnya. Kondisi fisik yang tidak prima, membuat ayah empat orang anak ini menderita kelumpuhan. Sehari-hari Heri hanya bisa berbaring atau duduk di atas kursi roda, dengan kondisi leher yang ditopang menggunakan alat penyangga leher.
Heri pun diobati dengan standar klinik Lapas. Untuk mendukung pengobatannya, maka sejak Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pun turun tangan. Bulan Februari 2012, atas bantuan dr Joserizal, Ketua Presidium MER-C,  dilakukan cek MRI di RSP Pertamina Jakarta. Hasilnya positif Heri menderita TB Tulang. Selain itu, organ tulang belakangnya patah beberapa ruas yang mengakibatkan kaki kiri dan kanannya mengalami lumpuh.
“Pak Heri menderita Spondilitis TB dengan Paraparese,” ujar Joserizal kepada idc.voa-islam.com. “Dengan lumpuh kaki ke bawah, tidak bisa bergerak. Waktu awal ketemu di masih terlentang,  kalau dimiringkan badannya dia sakit, sekarang sudah mulai bisa duduk. Obat dari kita selain itu kita juga berikan telur ayam kampong 90 butir satu bulan dan susu,” tambahnya.
…Pengerahan dana (IDC) untuk itu saya dukung. Saya setuju adanya pengerahan dana untuk ikhwan-ikhwan yang ada di dalam penjara, terutama yang sedang mengalami sakit, ujar Ustadz Abu Bakar Ba’asyir…
Karena penyakit yang dialaminya cukup berat dan perlu penanganan khusus yang tidak mungkin dilakukan di dalam klinik lapas, maka Heri pun dirawat khusus. Pihak lapas cukup akomodatif, sehingga perawatan terhadap Heri diizinkan dilakukan di ruangan khusus di ‘blok teroris’ karena harus dijaga para ikhwan  secara piket. Dalam satu hari satu malam, enam orang ikhwan bertugas piket menjaga dan merawat Pak Heri. Para ikhwan yang menjadi “petugas” piket itu membantu semua keperluan Heri dari wudhu, mandi, istinjak (buang air besar dan buang air kecil) dan lain-lain. Untuk istinjak misalnya, Heri harus dibantu para ikhwan mengunakan tissu kering dan tissu basah.
“Kalau untuk keseharian saya disarankan dari MER-C saya mengkonsumsi telur ayam kampung, susu, dan buah-buahan. Saya tidak boleh tidur di kasur, harus di tempat yang agak keras untuk meluruskan tulang. Kursi roda juga sudah ada, peninggalannya Abdul Hamid yang dulu sempat lumpuh juga,” ujar Heri kepada idc.voa-islam.com.

Untuk terapi penyembuhan, alhamdulillah MER-C aktif menyuplai berbagai obat-obatan, vitamin, telur, handscoen, extension brace (korset di badan) dan penyangga di leher untuk Heri. Berbagai keperluan itu disuplai rutin setiap bulan sesuai permintaan pihak lapas. Sedangkan keperluan penambahan gizi, seperti madu, telur ayam kampung, susu, alat-alat kesehatan dan kebutuhan ikhwan piket lainnya disuplay oleh Infaq Dakwah Club (IDC) voa-islam.com. Sampai berita ini diturunkan, sudah dua bulan IDC menyalurkan bantuan muhsinin voa-islam.com sejak April 2012.
Meski fisiknya yang lemah harus memikul ujian yang sangat berat, Heri tetap istiqamah. Ia bersyukur dan terharu dengan kuatnya ukhuwah para mujahidin di lapas. “Kita dirawat di sini bersama ikhwan-ikhwan. Saya tidak mau dikarantina karena kalau karantina tidak ada yang menunggu. Dan alhamdulillah mereka menganggap saya seperti orang tua sendiri karena mereka kan masih muda-muda dan mereka bagus-bagus,” paparnya.
Heri berharap agar bisa dirawat di rumah agar tidak merepotkan banyak orang. “Harapan saya, karena saya masih sakit seperti ini inginnya bisa dirawat sama keluarga, agar bisa lebih tenang. Tapi kondisinya saya kan tahanan khusus, jadi agak pesimis,” ungkapnya.

Masih tersisa waktu enam tahun penjara yang harus dialami oleh Heri Suranto, sehingga kebutuhan pengobatan dan para ikhwan petugas piket yang menjaganya harus disuplay oleh kaum Muslilmin lainnya. Dan selain Heri, masih banyak mujahid lainnya yang wajib dibantu oleh kaum Muslimin.

Dr Joserizal berharap, agar umat Islam bahu-membahu kepada keluarga Heri Suranto dan para mujahidin lainnya. “Kalau bisa kita bagi-bagi tugas untuk membantu keluarga mereka, kesulitan mereka secara ekonomi jangan sampai Densus pula yang bantu mereka, karena tidak ada lembaga zakat yang mau menghanle mereka,” tegasnya.
…Kalau bisa kita bagi-bagi tugas untuk membantu keluarga mereka, karena tidak ada lembaga zakat yang mau menghanle mereka, ujar dr Joserizal…
Senada itu, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mengimbau kaum Muslimin agar mendukung kebutuhan para aktivis Islam yang sedang dipenjara rezim thaghut, terutama para aktivis yang sedang sakit.
“Pengerahan dana (IDC) untuk itu saya dukung. Saya setuju adanya pengerahan dana untuk ikhwan-ikhwan yang ada di dalam penjara, terutama yang sedang mengalami sakit,” ujarnya kepada idc.voa-islam.com di sel Mabes Polri.
Duka umat Islam adalah duka kita semua, dan kebahagiaan kita harus bisa mereka rasakan juga. Karena setiap umat beriman itu bersaudara seperti satu jasad yang utuh.
“Orang-orang mukmin itu bagaikan seorang manusia yang satu. Jika kepalanya terasa sakit, maka seluruh badannya pun ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur” (Muttafaq ‘Alaih).
…Orang-orang mukmin itu bagaikan seorang manusia yang satu. Jika kepalanya terasa sakit, maka seluruh badannya pun ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur…
Dengan membantu saudara sesama Muslim yang tertimpa musibah, insya Allah kita akan mendatangkan barakah dan kemudahan  di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat…” (HR Muslim).
Bantuan untuk program DINAR (Dana Infaq Darurat) untuk para mujahidin dan keluarganya ini bisa disampaikan melalui rekening Infaq Dakwah Club (IDC) voa-islam.com:
1. Bank Muamalat Indonesia (BMI)
No.Rek. 0132465841
a/n Budi Haryanto
2. Bank Syariah Mandiri (BSM)
No.Rek: 0120043587
a/n Budi Haryanto
3. Bank Mandiri
No.Rek: 0060006012623
a/n Budi Haryanto
4. BCA (Bank Central Asia)
No.Rek: 6310230497
a/n Budi Haryanto
CATATAN:
  1. Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan dana lainnya, silahkan tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.00,- Rp 103.000,- dan seterusnya.
  2. Info dan konfirmasi: Mumtaz (08999.704050).
  3. Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di idc.voa-islam.com. [taz, wid]

Senin, 02 April 2012

Orang Bau Jangan Shalat di Masjid


Senin, 05 Mar 2012
 

Oleh: Badrul Tamam
Shalat berjama’ah merupakan media berkumpul kaum muslimin yang dilaksanakan secara berulang dalam sehari semalam. Di sana mereka bersama-sama melaksanakan kewajiban pokok Islam, yaitu shalat lima waktu. Melaluinya umat muslim saling menjalin hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama mereka, juga dalam rangka membersihkan hati sekaligus dakwah ke jalan Allah, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.

Dalam keadaan ini hendaknya setiap muslim menjaga penampilan dan kebersihan supaya mereka nyaman dan khusyuk dalam melaksanakan kewajiban besar Islam ini. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar memakai pakaian yang indah ketika mendatangi masjid.

يَا بَنِي آَدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.. ” (QS. Al-A’raaf: 31)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya berkata, “Berdasarkan ayat ini dan juga pengertian (yang menunjukkan) hal itu di dalam sunnah, bahwa dianjurkan untuk berhias diri ketika hendak melaksanakan shalat, lebih-lebih pada waktu shalat Jum’at dan hari raya. Serta disunnahkan memakai wewangian karena dia termasuk (perhiasan), siwak (juga termasuk) karena termasuk sebagai penyempurna. Dan di antara pakaian yang paling utama adalah yang berwarna putih.”

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada waktu perang Khaibar:

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ يَعْنِي الثُّومَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا

“Barangsiapa yang memakan tanaman ini, yakni bawang putih, maka janganlah sekali-kali ia mendekati masjid kami.” Dalam riwayat Muslim, “Jangan sekali-kali mendatangi masjid kami.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radliyallah ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ لِيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ

“Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah, maka hendaklah ia menjauhi kami atau menjauhi masjid kami; dan silahkan dia berada di rumahnya saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْمُنْتِنَةِ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ الْإِنْسُ

“Barangsiapa makan dari tanaman yang berbau tidak sedap ini, maka hendaklah ia tidak mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan apa yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا وَلَا يُؤْذِيَنَّا بِرِيحِ الثُّومِ

“Barangsiapa yang makan dari tanaman ini, maka hendaknya dia tidak mendekati masjid kami dan tidak menggangu kami dengan bau bawang putih.” (HR. Muslim)



Dan Thabarani meriwayatkan dengan lafadz, “Hendaklah kalian menjauhi dua jenis sayuran ini untuk dimakan, kemudian memasuki masjid kami. Jika kalian terpaksa memakannya, hendaklah kalian membakar keduanya terlebih dahulu.”

Umar bin Khathab radliyallahu ‘anhu ketika berkhutbah pada hari Jum’at berkata, “. . . . kemudian kalian, wahai umat manusia, makan dua tanaman yang menurutku buruk, yaitu bawang merah dan bawang putih. Aku pernah melihat jika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam mencium bau keduanya dari sessorang di masjid, beliau menyuruh untuk dikeluarkan ke Baqi’. Dan, barangsiapa ingin sekali memakannya hendaklah memasaknya terlebih dahulu.” (Diriwayatkan oleh Muslim dan Nasai)

Hadits-hadits di atas menunjukkan makruhnya makan bawang merah dan bawang putih tanpa dimasak terlebih dahulu sebelum berangkat ke masjid. Alasannya, karena bau tidak sedapnya dapat mengganggu kekhusyuan para jama’ah. Bahkan, bukan hanya manusia saja yang terganggu oleh bau tidak sedap itu, malaikat juga ikut terganggu dan tersiksa. Larangan ini bukan hanya pada hari Jum’at saja, sebagaimana yang sering disebutkan oleh Fuqaha’, tapi juga berlaku pada setiap kali shalat berjama’ah. Bahkan larangan ini juga berlaku pada tempat-tempat shalat selain masjid seperti tempat shalat Ied, tempat shalat janazah dan tempat-tempat ibadah lainnya. (Lihat Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi)
. . . karena bau tidak sedapnya dapat mengganggu kekhusyuan para jama’ah. Bahkan, bukan hanya manusia saja yang terganggu oleh bau tidak sedap itu, malaikat juga ikut terganggu dan tersiksa. . .
Subtansi dari larangan tersebut adalah adanya bau yang tidak sedap sehingga mengganggu kekhusyu’an jama’ah yang lain. Maka setiap orang yang membawa bau tidak sedap hendaknya tidak mendatangi masjid, sehingga dia menghilangkan bau tersebut. Jika memang tidak mau, maka shalatnya di rumahnya lebih baik daripada di masjid.

Larangan ini juga berlaku bagi rokok. Bahkan bau rokok jauh lebih parah daripada bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai. Jika perokok dilarang untuk mendatangi masjid mungkin akan tersinggung dan menimbulkan masalah lebih buruk, maka kami nasihatkan untuk membersihkan mulut dan menyegarkan dengan wangi-wangian sehingga tidak menggangu kekhusyu’an shalat jama’ah yang lain.
Larangan ini juga berlaku bagi rokok. Bahkan bau rokok jauh lebih parah daripada bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai.
Imam Muslim membuat bab dalam Shahihnya ketika menyebutkan hadits-hadits di atas, “Bab larangan bagi orang makan bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai, atau semisalnya yang memiliki bau tiak sedap dari mendatangi masjid sehingga hilang bau tersebut dan dia dikeluarkan dari masjid”.

Larangan ini juga berlaku bagi sekelompok manusia yang tidak memperhatikan kebersihan pakaian dan badan mereka. Lebih-lebih para pekerja keras yang berkeringat banyak sehingga pakaian dan tubuh mereka menimbulkan bau tidak sedap, lalu mereka mendatangi masjid dan berdesakan dengan orang shalat yang ada di samping atau di belakang mereka. Hendaknya mereka sadar dan takut kepada Allah Ta’ala.


Bagaimana dengan kentut di masjid?
Hadats di dalam masjid dengan mengeluarkan kentut yang berbau busuk juga dapat mengganggu orang yang shalat di masjid dan merusak suasana. Karenanya bau semacam ini makruh ada di dalam masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah megabarkan kepada kita bahwa para malaikat membacakan shalawat untuk orang yang datang ke masjid guna melaksanakan shalat. Para malaikat berkata,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ

“Ya Allah limpahkan ampunan untuknya, Ya Allah rahmatilah dia, selama tidak berhadats di dalamnya dan tidak mengganggu (pihak lain) di dalamnya.” (HR. Bukhari no. 1976)

Ibnul Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan tentang kandungan makna hadits di atas, “Dan di dalamnya (hadits di atas) terdapat dalil bahwa berhadats di dalam masjid lebih buruk daripada berdahak dikarenakan berdahak memiliki kafarah, sedangkan untuk hadats tidak memiliki kafarah. Bahkan pelakunya diharamkan mendapat istighfar malaikat. Sedangkan doa malaikat sangat-sangat dikabulkan berdasarkan firman Allah Ta’ala, artinya: “Dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 28)”

Sesungguhnya Islam adalah agama yang indah, sangat memperhatikan dan menjaga perasaan orang lain. Karenanya Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk memiliki tenggang rasa dan budi pekerti yang luhur. Islam sangat menganjurkan agar memberikan kebaikan kepada sesamanya, jika tidak bisa,  maka dianjurkan untuk tidak menimpakan keburukan dan sesuatu yang tidak disukai. Wallahu a’lam bil-shawab. (PurWD/voa-islam)

April Mop: Hari Pembantaian Salibis terhadap Muslim Spanyol!

 

Ahad, 01 Apr 2012, Repro VOA ISLAM.Com
 
Di Barat, tiap tanggal 1 April diperingati hari “April Mop.” Sedangkan di Indonesia, di berbagai kota besar, tak jarang kaula muda Muslim latah mengikuti tradisi April Mop. Pada hari itu, mereka diperbolehkan dan sah-sah saja menipu teman, mengisengi kawan, ngerjain guru, ngusilin orang tua, membohongi saudara, atau yang sejenisnya, di mana sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya, jika sang target April Mop sudah sadar bahwa dirinya dijadikan target April Mop, mereka juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tapi tidak akan marah sungguhan.

Seolah-olah 1 April adalah hari di mana keisengan dan kebohongan harus berjalan sempurna dan akurat, zero tolerance bagi kesalahan. Jika berhasil ngisengin sang target, maka yang didapat adalah rasa puas dan sensasi plong.

Kaula muda Muslim itu latah dalam April Mop karena ikut-ikutan tradisi bule tanpa mengkritisi apa hakikat April Mop yang di Barat lebih dikenal dengan “The Aprils Fool Day” itu. Mereka begitu mudah meniru budaya bule karena suburnya rasa rendah diri terhadap orang-orang bule. Minder terhadap orang bule ini adalah sisa peninggalan penjajahan Belanda di Indonesia selama berabad-abad lamanya, inlanderr, terhadap superioritas bangsa kulit putih.

Supaya tidak latah dan tasyabbuh membebek budaya kafir, mari kita telah sejarah April Mop berikut.
…Perayaan April Mop sesungguhnya berawal dari satu tragedi yang sangat menyedihkan dan memilukan dalam episode sejarah Muslim Spanyol tahun 1487…

SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tanggal 1 April 1487. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-9 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Prancis. Prancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassonne, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navarro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.
…cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol…
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Al-Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, jompo, semuanya dihabisi secar sadis.

Satu persatu daerah Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam  di Spanyol –yang  juga disebut orang Moor– terpaksa  berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

“Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol. Setelah ini kami tidak akan memberikan jaminan lagi,” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang keperluannya beriringan jalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tntara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang bertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dijanjikan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anak yang masih kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan komando dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.
…Ribuan Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan sadis. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. …
Ribuan Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan sadis. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi yang  bertepatan dengan 1 April inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai “April Mop” (The Aprils Fool Day).

Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib melalui cara yang licik, tipuan dan dusta yang sadis. Sebab itu, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan, walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. 1 April tahun itu adalah hari di mana saudara-saudaranya seiman ditipu, disembelih, dibakar dan dibantai oleh tentara Salibis di Granada, Spanyol. Sebab itu, terkutuklah orang Islam  yang ikut-ikutan merayakan April Mop. Pantaskah orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa ria atas tragedi tersebut?
…sampai hatikah kita latah merayakan April Mop yang latar belakangnya adalah peringatan atas penipuan dan pembantaian pasukan Salibis terhadap ribuan Muslim Spanyol…
Bagi kita yang paham akan sejarah April Mop, sampai hatikah kita latah merayakan April Mop yang latar belakangnya adalah peringatan atas penipuan dan pembantaian pasukan Salibis terhadap ribuan Muslim Spanyol? [taz/voa-islam.com]

Maraji’: Rizki Ridyasmara, Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween, So Whatt?, Pustaka Al-Katutsar, Jakarta 2007.

TERNYATA PKB TIDAK MEMPERJUANGKAN ISLAM(?)


Hari Senin, 19 Juli 2010 pukul 11:02:24 WIB, Kalteng Pos Online menurunkan berita : “PKB Minta Waspada Gerakan Islam Trans Nasional”. 
 
Ketua DPP PKB Marwan Japar mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gerakan islam trans nasional. Sebab Indonesia adalah negara yang multi kultur  dan harus dijaga keberagamannya .
 Menurut Marwan, saat ke Palangka Raya, Sabtu (17/7) budaya lokal dan multi kultur ini jangan sampai hilang, hanya karena dituduh tidak Islami. Sebab multi kultur atau keragaman budaya itu merupakan salah satu kekuatan republik.

“Konsep Daullah Islamiah itu sebetulnya tidak ada dalam kontek menghormati Pancasila dan UUD 1945. Azas negara itu yang harus dipertahankan oleh segenap bangsa Indonesia,” ujar Marwan kepada sejumlah wartawan.

Ketua Fraksi PKB DPR RI  ini menyebut gerakan paling nyata dari islam trans nasional ini biasanya dimulai dari kampus-kampus. Hal yang paling nyata adalah gampang mengkafirkan orang. “Bahkan PKB sendiri yang dilahirkan dari rahim Nadhlatul Ulama (NU) tidak memakai azas Islam tapi Pancasila. Itu artinya kita menghormati betul multi budaya dan multikulturalisme tersebut. Tidak gampang untuk mengkafirkan orang,” tegasnya.


Islam itu secara umum dan khusus memiliki spritualisme. Rasulullah saja tidak pernah memusuhi orang kafir, makanya dibentuk piagam Madinah. Karena itu multi budaya itu semua dihargai. Dan ini merupakan ciri khas yang diwarisi para ulama Indonesia sejak dulu.

“Contoh yang tidak etis adalah menegakkan syariat Islam dengan kaffah (menyeluruh). Padahal multi budaya atau multikulturalisme itu simbolistik bangsa Indonesia, sepertinya semua mulai dihilangkan secara perlahan-lahan,” katanya.

Islam yang benar itu tambah Marwan adalah Islam Indonesia bukan Islam yang arabisme. Ideologis trans nasional itu ingin mengikis Islam Indonesia yang didasari multikulaturalisme dan multi budaya tersebut.

Gerakan lainnya yang dilakukan selain kampus adalah tempat ibadah. Gerakan ini ingin merombak-rombak  cara ibadah yang sudah mapan dengan alasan pemurnian Islam berdasarkan Al-Quran dan sunnah. “Hal itu mau dihilangkan, dan mereka tidak menghargai lagi yang disebut ijtihad. Kalteng ini sangat prulaslime dan heterogen, kondisi ini harus tetap kita jaga,” tegasnya. 

Sasarannya lain gerakan ini adalah penguasaan massif. Takmir atau pengurus masjid yang ada diganti dengan berbagai larangan dan doktrin. Selanjutnya, lama-lama masjid itu semakin tidak merasa dimiliki oleh masyarakat, karena aktivitas dan tata cara ibadahnya diganggu.

Ditanya apakah gerakan ini ada berafiliasi kepada partai-partai politik tertentu? Marwan menyatakan dirinya tidak menyatakan seperti secara spesifik. “Saya tidak mengatakan begitu ya, tapi gerakan seperti ini ada,” tegasnya.

Multi budaya dan multikulturalisme itu prinsipnya sudah menjadi ciri khas Indonesia yang harus dipertahankan bersama-sama.(ink/sma)

Jumat, 30 Maret 2012

BENTURAN PERADABAN ISLAM VS BARAT


Oleh Muhammad Lazuardi al-Jawi



Pengantar Redaksi:
Meski banyak ditentang, teori tentang benturan peradaban yang pernah dimunculkan oleh cendekiawan Amerika Samuel P. Huntington pada faktanya tidak bisa dipungkiri. Pasca era Perang Dingin, dengan melihat realitas politik yang ada, kita melihat bahwa benturan antara peradaban Barat dan Islam sesungguhnya sedang berlangsung. Bahkan, boleh  dikatakan, benturan Islam Barat saat ini sebetulnya hanyalah lanjutan belaka dari benturan yang pernah terjadi pada masa lalu, khususnya pada era Perang Salib.

Telaah Kitab kali ini sekadar ingin menegaskan kembali tesis Huntington di atas dalam bukunya, Clash of Civilization, yang menunjukkan bahwa benturan peradaban antara Islam dan Barat adalah hal yang niscaya.



Pengantar
Sebagaimana diketahui, era Perang Dingin yang berlangsung sejak 1946, telah berakhir pada 1989, menyusul runtuhnya Uni Sovyet tahun 1990 dan berakhirnya bipolaritas Kapitalisme–Sosialisme, yang diikuti dengan lepasnya wilayah-wilayah negara bekas Uni Sovyet seperti Azerbaijan, Kirgistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Francis Fukuyama, pemikir Amerika keturunan Jepang, menanggapi peristiwa ini dengan menyebutnya sebagai Babak Akhir Sejarah (The End of History). Menurutnya, benturan antara Kapitalisme dan Sosialisme berakhir, dan dunia akan terpola pada semata-mata sistem demokrasi liberal dengan Amerika Serikat sebagai kaptennya. Era ini diproklamirkan oleh George Bush sebagai The New World Order (Tata Dunia Baru) dengan Amerika sebagai single player dan negara lain sebagai buffer-nya.

Namun, seiring dengan terpolarisasinya berbagai negara ke dalam jaringan sistem Kapitalisme global, muncul sebuah analisis futuristik dari Samuel P. Huntington tentang masa depan pola hubungan internasional yang menunjukkan kecenderungan antagonistik dan diwarnai konflik. Secara lebih tegas dia mengatakan, konflik itu semakin meningkat antara Islam dan masyarakat-masyarakat Asia di satu pihak dan Barat di pihak lain.1  Lebih jauh lagi, Huntington memprediksikan, tantangan paling serius bagi hegemoni Amerika pada masa mendatang adalah revivalisme Islam dan peradaban Cina (baca: Konfusianis).

Kini perseteruan antara Islam dan Barat semakin meruncing setelah terjadi Tragedi WTC 11 September 2001. Kasus ini telah berhasil dieksploitasi sedemikian rupa oleh AS dan sebagai jalan bagi pemberlakuan UU antiteroris di seluruh dunia. Terorisme yang dimaksudkan oleh Amerika adalah Islam dan tidak ada pengertian lain. Noam Chomsky menyebut permainan stigma Barat sebagai “newspeak” untuk membatasi pandangan dan realita  sehingga ketika kata-kata teroris, fundamentalis, ekstremis, dan kelompok radikal diucapkan maka konotasinya tidak jauh dari negara-negara Timur Tengah yang notabene adalah negeri-negeri Islam.

Bahkan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyebut ideologi Islam sebagai ‘ideologi setan’. Dalam pidatonya pada Konferensi Kebijakan Nasional Partai Buruh Inggris, Blair menjelaskan ciri ideologi setan, yaitu: (1) Menolak legitimasi Israel; (2) Memiliki pemikiran bahwa syariat adalah dasar hukum Islam; (3) Kaum Muslimin harus menjadi satu kesatuan dalam naungan Khalifah; (4) Tidak mengadopsi nilai-nilai liberal dari Barat.



Hakikat Benturan Peradaban
Peradaban (hadhârah) secara bahasa adalah al-hadhar (tempat tinggal di suatu wilayah yang beradab seperti kota), sebagai lawan/kebalikan dari kata al-badwu (derah pinggiran kota dan pedesaan/pedalaman.2

Di kalangan Barat, peradaban diistilahkan dengan civilization; di ambil dari kata civilis, yang berarti memiliki kewarganegaraan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam bahasa Prancis dan Inggris pada akhir Abad XVIII untuk menggambarkan proses progresif perkembangan manusia; sebuah gerakan yang menuntut perbaikan, keteraturan serta penghapusan barbarisme dan kekejaman. Di balik pemunculan pemahaman ini terletak spirit pencerahan Eropa—yang kemudian dikenal dengan renaissance—dan rasa percaya diri  terhadap karakter progresif era modern.3

Istilah ini kemudian dipindahkan ke dalam bahasa Arab dengan menggunakan dua ungkapan, yaitu hadhârah dan madaniyah. Namun demikian, penggunaan kedua istilah ini masih menimbulkan persoalan baru di kalangan penggunanya. Oleh karena itu, An-Nabhani kemudian menspesifikasikan penggunaan kedua istilah tersebut ke dalam bukunya Nizhâm al-Islâm. Menurut An-Nabhani, hadhârah adalah sekumpulan persepsi—yang dimanifestsikan dalam perilaku—tentang kehidupan. Adapun madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan.4

Muhammad Husein Abdullah kemudian membagi madaniyah ke dalam dua kategori, yaitu:
(1)  Yang berhubungan dengan hadhârah, yaitu yang lahir dari suatu sudut pandang tertentu. Misal, rumah tidak terlepas dari hadhârah, karena seorang Muslim akan membangun rumah dengan model yang dapat menjaga aurat penghuninya, sementara orang sosialis atau kapitalis tidak akan memperhatikan hal-hal itu.
(2)       Yang tidak berhubungan dengan hadhârah, yaitu hasil dari ilmu pengetahuan dan industri seperti alat-alat laboratorim dan furniture. Semua ini ‘netral’ dan bersifat universal.5

Walhasil, peradaban (hadhârah) berkaitan dengan pandangan hidup (world view) atau yang oleh an-Nabhani diistilahkan dengan mabda’ (ideologi), yang didefinisikan sebagai: akidah yang lahir dari proses berpikir yang di atasnya dibangun sistem.6 Ditinjau dari definisi ini, mabda’ menunjukkan kelengkapan konsep yang mencakup akidah dan sistem.

Dengan demikian, benturan peradaban hakikatnya adalah benturan yang terjadi antara sejumlah pemikiran dan atau ideologi yang berbeda atau bertolak belakang.

Dalam konteks peradaban, Islam jelas berbeda dengan peradaban lain, baik Kapitalisme maupun Sosialisme. Fakta menunjukkan bahwa masing-masing ideologi memandang yang lain sebagai musuhnya. Inilah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, kecuali oleh para pendusta dan pembohong.7


Beberapa Faktor Pemicu Benturan Peradaban Islam dan Barat
Banyak analisis yang menjelaskan sebab dan faktor yang memicu terjadinya benturan peradaban antara Islam dan Barat ini. Secara ringkas, dapat kita bagi menjadi 3 faktor utama sebagai berikut:

1.  Faktor Agama.
Sejarah telah mencatat Baratlah yang memulai perang terhadap umat Islam yang kemudian lebih dikenal dengan Perang Salib atau Crusade. Perang Salib terjadi selama 1 abad (1096–1192 M), yang berlangsung selama tiga tahap: antara tahun 1096–1099 M; antara tahun 1147–1149 M; dan antara tahun 1189-1192 M.8 Pembantaian kaum Muslim oleh tentara salib di Spanyol (Andalusia) abad XV M, termasuk serangan secara pemikiran dan kebudayaan (tsaqâfah) seperti yang dilakukan oleh kaum zindiq serta para misionaris dan orientalis, adalah juga berlatar belakang agama.9

Hingga kini, ‘semangat’ Perang Salib ini masih melekat dalam benak orang-orang Barat, yang kemudian menjelma menjadi ‘prasangka buruk’ (stigma)  terhadap ajaran Islam dan umat Islam. Edward Said, dalam bukunya yang berjudul, Covering Islam, menulis bahwa kecenderungan memberikan label yang bersifat generalisasi mengenai Islam dan orang Islam, tanpa melihat kenyataan sebenarnya, menjadi salah satu kecenderungan kuat dalam media Barat. Dari waktu ke waktu, prasangka semacam itu selalu muncul dan muncul kembali ke permukaan.

Kata “christendom” dan “holy war” mulai banyak digunakan dalam berbagai tulisan di media massa Barat, seolah-olah ingin memperlihatkan bahwa sedang terjadi suatu “perang suci” antara Barat dan dunia lain di luarnya, terutama Dunia Islam.

2.  Faktor ekonomi.
Lenyapnya institusi Khilafah telah melebarkan jalan bagi negara imperialis Barat untuk menghisap berbagai kekayaan alam milik umat Islam. Sejak masa penjajahan militer era kolonial hingga saat ini, Barat telah melakukan eksploitasi ‘besar-besaran’ atas sumberdaya alam yang dimiliki umat Islam.

Sebaliknya, jika Khilafah Islam kembali berdiri dan berhasil menyatukan negeri-negeri Islam sekarang, berarti Khilafah Islam akan memegang kendali atas 60% deposit minyak seluruh dunia, boron (49%), fosfat (50%), strontium (27%), timah (22%), dan uranium yang tersebar di Dunia Islam (Zahid Ivan-Salam, dalam Jihad and the Foreign Policy of the Khilafah State).

Secara geopolitik, negeri-negeri Islam berada di kawasan jalur laut dunia yang strategis seperti Selat Gibraltar, Terusan Suez, Selat Dardanella dan Bosphorus yang menghubungkan jalur laut Hitam ke Mediterania, Selat Hormuz di Teluk, dan Selat Malaka di Asia Tenggara. Dengan menempati posisi strategis ini, kebutuhan dunia terutama Barat sangat besar akan wilayah kaum Muslim. Ditambah lagi dengan potensi penduduknya yang sangat besar, yakni lebih dari 1.5 miliar dari populasi penduduk dunia. Melihat potensi tersebut, wajar jika kehadiran Khilafah Islam sebagai pengemban ideologi Islam ini dianggap sebagai ‘tantangan’, atau lebih tepatnya lagi, menjadi ancaman bagi  peradaban  Barat saat ini.
Walhasil, benturan antara kepentingan umat Islam yang ingin mempertahankan hak miliknya dan kepentingan negara Barat kapatalis tidak terhindarkan lagi.

3. Faktor ideologi.
Desember 2004 lalu, National Intelelligence Council’s (NIC) merilis sebuah laporan yang berjudul, “Mapping the Global Future”. Dalam laporan ini diprediksi empat skenario dunia tahun 2020, salah satu di antaranya adalah akan berdirinya “A New Chaliphate”, yaitu berdirinya kembali Khilafah Islam—sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan terhadap norma-norma dan nilai-nilai global Barat. Terlepas dari apa maksud dipublikasikannya analisis ini, paling tidak, kembalinya negara Khilafah Islam menurut kalangan analisis dan intelijen Barat termasuk hal yang harus diperhitungkan. Pertanyaannya, mengapa harus Khilafah? Jawabannya, karena potensi utama dari negara Khilafah adalah ideologi yang diembannya. Khilafah Islam adalah negara global yang dipimpin oleh seorang khalifah dengan asas ideologi Islam. Ideologi Islam ini pula yang pernah menyatukan umat Islam seluruh dunia mulai dari jazirah Arab, Afrika, Asia, sampai Eropa. Islam mampu melebur berbagai bangsa, warna kulit, suku, ras, dan latar belakang agama yang berbeda.10 Kelak, Khilafahlah yang ‘bertanggung jawab’ untuk mengemban dan menyebarkan ideologi Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.

Tentu saja Barat, dengan ideologi Kapitalismenya yang masih dominan saat ini, tidak akan berdiam diri. Berbagai upaya akan dilakukan Barat untuk menggagalkan skenario ketiga ini (kembalinya Khilafah). Secara pemikiran Barat akan membangun opini negatif tentang Khilafah Islam. Diopinikan bahwa kembali pada Khilafah adalah sebuah kemunduran, kembali ke zaman batu yang tidak berperadaban dan berprikemanusiaan. Sebaliknya, upaya penyebaran ide-ide Barat akan lebih digencarkan, seperti demokratisasi yang dilakukan di Timur Tengah saat ini.



Hubungan Peradaban dengan Negara  
Peradaban sangat erat hubungannya dengan eksistensi negara. Peradaban dapat dianggap sebagai “isi”, sedangkan negara  adalah “wadah”-nya. Dalam keadaan tanpa “wadah”, “isi” akan tercecer dan tercerai-berai tanpa kegunaan yang berarti.

Hubungan erat peradaban dengan eksistensi negara ini dapat dibuktikan dari fakta sejarah perjalanan umat manusia. Tidak satu pun peradaban dapat eksis secara sempurna, kecuali jika ia ditegakkan oleh satu atau beberapa negara yang mendukungnya. Peradaban Barat sulit dibayangkan dapat menjadi hegemoni seperti sekarang ini kalau tidak ada negara-negara pendukungnya seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat seperti Inggris, Prancis, dan lain-lain. Demikian pula peradaban Islam pada masa lalu, tidak akan dapat tegak sempurna tanpa eksistensi Daulah Islamiyah yang eksis sekitar 13 abad lamanya, sejak hijrahnya Rasulullah saw. ke Madinah (622 M) hingga hancurnya Khilafah Utsmaniah di Turki (1924 M).



Metode Islam menghadapi Benturan Peradaban
Secara umum agenda untuk ‘menyambut’ benturan peradaban antara Islam dan Barat,  dapat diringkas sebagai berikut:

1. Melakukan pembinaan di tengah-tengah umat.
Bagaimanapun, semua upaya penghancuran itu akan lebih mudah dihadapi kalau umat Islam kebal. Pembinaan (tatsqîf) di tengah umat adalah dalam rangka mewujudkan pola pikir yang islami, dan melatih ketahanan pola jiwa mereka dengan selalu berada dalam suasana taqarrub ilâ Allâh.

2.  Melancarkan perang pemikiran dan mengungkap makar asing.  
Penghancuran Islam sering tidask disadari oleh kaum Muslim. Karena itu, membongkar agenda tersembunyi dari penjajah (kasyf al-khuthath) harus selalu dilakukan. Mereka juga harus selalu mengkritisi pemikiran-pemikiran yang menyimpang dan menyesatkan yang diklaim oleh kalangan liberal sebagai pemikiran Islam. Jika pemikiran-pemikiran ini tidak ditunjukkan kekeliruan dan kesalahnnya, maka umat Islam yang awam akan menyangka bahwa hal itu adalah bagian dari Islam.

3.      Membangun kesadaran politik Islam dan memberikan gambaran Islam sebagai solusi.
Kesadaran politik Islam yang benar harus ditumbuhkan di tengah-tengah umat. Yang dimaksud adalah politik Islam yang akan membebaskan manusia dari ketertindasan dalam segala aspeknya menuju pada keridhaan Allah semata-mata. Untuk itu, para aktivitis dakwah harus mampu memberikan gambaran syariat Islam sebagai solusi atas segala masalah manusia.

4.      Membangun tatanan politik Islam, yaitu Khilafah Islamiyah.
Dengan tumbuhnya kesadaran politik Islam di tengah-tengah masyarakat  maka  berarti  telah  tersedia  ‘perangkat keras’  (yaitu dukungan dari umat Islam) dan ‘perangkat lunak’ (yaitu konsep dan solusi Islam), yang diperlukan selanjutnya adalah membangun tatanan politik Islam, yaitu negara Khilafah Islamiyah. Dengan tatanan ini, upaya untuk menghentikan penghancuran Islam akan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien lagi.


Keniscayaan Negara Khilafah dalam Menghadapi Benturan Peradaban
Hancurnya Khilafah Islamiyah pada tahun 1924 telah melenyapkan “wadah” bagi peradaban Islam Dengan hancurnya Khilafah, peradaban Islam telah kehilangan kekuatan dan vitalitasnya. Dapat dikatakan, peradaban Islam nyaris musnah dari realitas kehidupan, karena Khilafah yang menopangnya telah tiada. Sebagai gantinya, peradaban Barat sekularlah yang kemudian mendominasi kaum Muslim saat ini.

Maka dari itu, eksistensi negara Khilafah adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi agar peradaban Islam dapat mengungguli peradaban Barat. Tentu, negara Khilafah yang akan terjun ke kancah benturan peradaban itu haruslah negara yang kuat, yang didukung oleh kekuatan ideologi, kekuatan ekonomi, dan kekuatan militer yang handal. Wallâhu a‘lam. []


Catatan kaki:
1. Samuel P. Huntington, Benturan Peradaban, hlm. 333.
2.   Muhammad Husein Abdullah, Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam, 2002, hlm. 149.
3.   John B. Thompson, Kritik Ideologi Global; Relasi Ideologi dan Komunikasi Masa, 2004, hlm. 192. Lihat juga Huntington: Benturan Antar Peradaban (cet. ke-2), 2001, hlm. 38.
4.   Taqiyuddin An-Nabhani, Peraturan Hidup dalam Islam, 2001, hlm. 92.
5.  Abdullah, Op. Cit., hlm. 150.
6.  Hafidz Abdurrahman, Diskursus Islam Politik dan Spiritual, 2004, hlm. 17.
7.   Muhammad Suardi Basri, Makalah berjudul “Memahami Esensi  Benturan Peradaban (Dari Konflik Bipolar Menuju Konflik Bipolar Baru)”.
8.   Lihat Henry S Lucas, 1993, Sejarah Peradaban Barat Abad Pertengahan,  Penerbit Tiara Wacana, Yoyakarta, hlm. 115- 130.
9. An-Nabhani, Ad-Dawlah al-Islâmiyah, Penerbit  Hizbut Tahrir, 2002, hlm. 168-173.
10.  An-Nabhani, Op. Cit., hlm. 161-166.
11. Abdul Qadim Zallum,  Mîtsâq al-Ummah (1997),  pada poin 66.



Irena Handono: Jangan Pernah Masukkan Anak ke Sekolah Kristen

Kamis, 29 Maret 2012

JAKARTA (VoA-Islam) -  Kristolog Irena Handono mengatakan, kasus SMK Grafika Desa Putera  memberikan pelajaran bahwa kita sebagai orang tua harus waspada. Tentu sangat disesalkan, kalau sampai tidak mengetahui, ke mana orang tua harus menyekolahkan anaknya.

“Betapa pentingnya sekolah yang Islami.Sekarang sekolah Islam yang berkualitas, bermutu tinggi, dan bergedung bagus, banyak, Alhamdulillah. Tetapi, bagaimana dengan umat yang tidak mampu? Itu yang juga harus menjadi perhatian kita,” kata mantan biarawawi Irena yang telah muallaf.

Irena mengatakan, jika kita tidak peduli terhadap saudara-saudara kita yang fakir dan miskin, maka mereka akan dididik dan diarahkan oleh para misionaris, dengan pelajaran agama Kristen, ujian dan ulangan sampai diharuskan menghafal pelajaran-pelajaran agama Kristen.

Selain Desa Putera, apakah sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan Kristen lainnya berpola sama? Irena menjelaskan, kalau di sekolah yang nyata-nyata memasang bendera Kristen, tentu mereka  menjalankan visi-misi Kristennya. Ada  kewajiban, setiap siswa yang belajar di sekolah Kristen itu harus masuk ke gereja setiap bulannya. “Rata-rata, semuanya begitu, di manapun, mulai dari Jakarta sampai ke ujung-ujung.”

Irena yang berpendidikan Institut Filsafat Teologia Katolik (Seminari  Agung) memberi contoh, sekolah-sekolah Kristen di Jakarta, seperti Vincentius, Ursula, semuanya sama. Begitu pula di Surabaya, seperti Santarisa, Gabriel, Santa Anis, Santa Maria, Vanlue, termasuk di tempat Irena dahulu mengecap pendidikan.
Ketika ditanya, mengapa orang Islam menyekolahkan anaknya ke sekolah Kristen? Kata Irena, boleh jadi karena pandangan orang tua, bahwa sekolah tersebut terkenal disiplin dan mutunya yang tinggi. Untuk belajar di sekolah Kristen, pihak sekolah tentu memberi persyaratan kepada siswa muslim, yaitu mereka akan mendapat pengajaran agama Kristen atau Katolik, termasuk ujian dan ulangannya, bahkan ke gereja setiap satu bulan sekali.  
 
Desastian

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...