Selasa, 05 Februari 2013

Khutbah Jum'at di Masjid As-Sunnah Buntok tanggal 11 Januari 2013


MAULID NABI ISA

KHUTBAH PERTAMA
.
Jamaah Jum’at yang berbahagia.
.
Dalam khutbah Jum’at yang lalu tanggal 28 Desember 2012 dari mimbar ini telah disampaikan bagaimana wajibnya menyampaikan isi al Kitab tentang Nabi Isa al Masih AS. Dalilnya adalah:
.
1. a. Dalil khusus QS Maryam 16
[19:16] Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,  .... dan seterusnya....
.           
Inilah dalil yang menunjukkan wajibnya mengisahkan sejarah Nabi Isa kepada setiap muslim. Muhammad diwajibkan Allah maka kewajiban itu sampai pula kepada kita. Kalau pun seandainya tidak ada dalil khusus tadi, sesungguhnya dalil umum QS Al Baqarah ayat 2 sudah cukup, bahwa menyampaikan isi al Qur’an adalah wajib.
.
b. Dalil umum QS Al Baqarah 2: "Al Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa".
.
Karena wajib maka saya sampaikanlah dalam khutbah tanggal 28 Desember 2012 sebagian kisah Nabi Isa, terutama surah Maryam ayat 22 sampai 26. Apa inti khutbah itu? Kelahiran Isa bin Maryam berdasarkan Al Qur’an sama sekali tidak berhubungan dengan tanggal 25 Desember karena Nabi Isa lahir di musim buah kurma masak, padang ruput sangat subur dan air sungai-sungai mengalir. Artinya, mustahil Isa lahir di musim salju karena musim salju bukan musim kurma matang, tidak ada padang rumput menghijau dan tidak ada air sungai yang mengalir. 
.
Penolakan ini juga sesuai dengan Injil Perjanjian Baru yaitu Lukas 2 ayat 1 – 8 dan Matius 2 ayat 1, 10 dan 11. Lalu apa hasilnya? Sudah pasti khutbah saya tadi menimbulkan tanggapan, perasaan dan sikap berbeda dari jamaah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Maryam juga yaitu:

[19:37] Maka berselisihlah golongan-golongan di antara mereka {903}. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.
.
Maksud saya, janganlah kita alergi mendengarkan ayat-ayat Allah dibacakan, apalagi statusnya wajib, siapa tahu kita memang sudah mirip bahkan sama saja dengan mereka. Maksudnya, kenapa kita ikut bergolong-golongan padahal kita beriman kepada Allah Yang Esa dan Al Qur’an yang tunggal.
.
.
Jamaah Jum’at yang mudah-mudah memperoleh rahmat dari Allah SWT.
.
2. Ada 3 Golongan Umat Islam dalam menyikapi tanggal 25 Desember:
.
Pertama, Golongan yang mengharamkan umat Islam ikut perayaan dan mengucapkan selamat Natal. Kelompok ini diwakili oleh Buya Hamka  karena dibawah  beliaulah MUI Pusat mengeluarkan fatwa haram.
.
Kedua, Golongan yang membolehkan mengucapkan atau menghadiri perayaan sepanjang tidak mengubah keyakinan karena semua amal tergantung niat. Kelompok ini diwakili oleh Prof. Quraish Shihab.
.
Ketiga,Golongan ketiga adalah yang mengharuskan bahkan mewajibkan ucapan selamat dan hadir dalam perayaannya. Tokoh kelompok ini adalah Abdurrahman Wahid  (Gus Dur) dengan alasan apabila kita wajib merayakan maulid Nabi SAW maka wajib pula merayakan Natal.
.
Lama   merenung dan mencari dasar kelompok ketiga ini akhirnya ketemu surah Al Baqarah ayat 285: "Rasul beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".
.
Dengan demikian jatuhlah kita kedalam takwil bebas, Qiyas dan Sub-hat padahal Allah sudah sangat jelas dan tegas menjelaskan masalah ini dalam banyak ayat diantaranya surah Maryam. Oleh karena itu wajib kita membaca surah Maryam karena Allah secara khusus memerintahkan kita menelaah kisah Maryam dan putranya Isa Al Masih.   
.
"Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu. Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
.
Dalam An Nisa 59 Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik takwil / akibatnya".
.
Inilah jawaban Allah bahwasanya sebaik-baik takwil adalah takwil Allah karena hanyalah Allah yang Maha Mengetahui. Artinya, haram bagi kita berislam dengan mengandalkan ijma, qiyas dan takwil-takwil jahil kecuali takwil itu resmi berdasarkan takwil Allah dan Rasul-Nya. Dan ulil amri yang dimaksud dalam ayat ini tiada lain adalah siapa pun yang membawa kepada Allah dan Rasul secara mutlak. Tidak dikatakan ulil amri apabila para pemimpin itu tidak mau kepada Allah dan Rasul-Nya dalam semua urusan walau pun Kelompok II dan III dianggap umum sebagai ulil amri.
.
"Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) ini, melainkan agar kamu menjelaskan kepada mereka apa saja yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman". (QS An Nahl 64).
.
.
KHUTBAH KEDUA
.
Jamaah Jum’at yang berbahagia.
.
Dalam surah Al Fath ayat 29 Allah SWT berfirman: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, ...."
.
Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa ciri-ciri orang beriman, umat Islam dan kaum Nabi Isa, melaksanakan ruku dan sujud (sholat), sampai-sampai bekas sujud berbekas kentara di dahi dan wajah mereka. Sekarang apa yang terjadi? Yang diperintahkah untuk berbanyak-banyak sujud tidak dilaksanakan, justru yang tidak diperintahkan digiatkan pelaksanaannya. Kiat giat bersyair dan bernyanyi, giat melaksanakan Natal atau Maulid, padahal yang diperintahkan justru malah ditolak pelaksanaannya.
.
Allah berfirman dalam surah Maryam 30-31:.
.
[19:30] Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
 .
[19:31] dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup;
.
Sekarang adakah umat Nabi Isa yang sholat dan membayar zakat? Tidak ada! Yang ada mereka sibuk menyanyi dan menyanyi dibanyak ibadah. Lalu apakah kita juga giat sholat dan membayar zakat? Mungkin? Namun kita pun sudah semakin menyibukkan diri dengan ikut-ikutan menjadi penyanyi-penyanyi dan penyanyi.
.
Kita tutup khutbah ini dengan firman Allah surah Al Maidah ayat 72-73: "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dlalim itu seorang penolong pun".
.
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

KKps 9 Jan 2013

BAGAIMANA MENYIKAPI NATAL


Khutbah Jum'at di Masjid As-Sunnah Buntok tanggal 28 Desember 2012

KHUTBAH PERTAMA
 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.:             
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.


Jamaah Jum’at yang berbahagia.
Dalam bulan-bulan ini kita berada dalam situasi dimana ummat Nashrani merayakan Natal 25 Desember 2012 dan dilanjutkan tahun baru tanggal 1 Januari 2013. Lalu bagai mana kita bersikap?

Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 1981 dimasa kepemimpinan Prof. Dr. Buya Hamka, ummat Islam dilarang ikut perayaan Natal Bersama dan Mengucapkan Selamat Natal. Dasar yang dipakai antara lain:


a. Al Qur’an surah Al Ikhlas ayat 1 – 4 :  Katakanlah: "Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan  yang bergantung kepada-Nya segala makhluk. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".

b.   Allah juga berfirman dalam surah Al Kafirun ayat 1-5: Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku".

Dengan demikian secara sederhana dapat disimpulkan bahwa umat Islam diharamkam mengucapkan Selamat Natal dan menghadiri Natal karena sangat berlawanan dengan kedua ayat Allah diatas. Bagaimana mungkin kita mengucapkan selamat hari lahir kepada Tuhan padahal Allah tidak beranak dan tidak dilahirkan. Allah juga melarang  mengcampur-adukkan agama sebagai mana surat Al Kafirun diatas, jadi kenapa kita harus ragu.


Jamaah yang berbahagia.

Perayaan Natal baru tercetus antara tahun 325 - 354 M oleh Paus Liberius. Perayaan tersebut sesungguhnya adalah momentum penyembahan Dewa Matahari. Hari Raya Penyembahan tersebut terkadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 28 April, 18 Mei atau 18 Oktober. Karena budaya ini sangat mengakar dikalangan bangsa Romawi maka tatkala kemudian Kaisar Konstantin sebagai Raja Romawi memeluk agama Kristen, maka dalam Konsili (Kongres, Muktamar) tahun 325 beliau menetapkan tanggal 25 Desember sebagai tanggal Kelahiran Tuhan Yesus Kristus. 

Ternyata penetapan tanggal lahir Tuhan Yesus tidak didukung oleh firman Tuhan. Justru sebaliknya Perayaan Natal tanggal 25 Desember ditolak oleh Al Kitab dan sumber-sumber Kristen lainnya.

Penolakan Pertama : Dalam Injil Perjanjian Baru, Lukas 2 ayat 1 – 8: Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu sedang melaksanakan Sensus Penduduk (tahun 7 M = 579 Romawi). Yesus dilahirkan di Betlehem pada malam hari disaat gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput. Maria membungkus bayinya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan ternak sapi, domba).

Namun menurut Injil Perjanjian Baru, Matius 2 ayat 1, 10-11: Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di Tanah Yudea pada zaman Raja Herodes (mati 4 thn SM), datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah  itu dan melihat anak itu bersama Maria ibunya.

Jadi menurut Matius, Yesus lahir dimasa pemerintahan Raja Herodes yang memerintah tahun 37 SM – 4 SM, ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.

Dari kedua Injil tersebut tampak perbedaan masa kelahiran Yesus, dimana Lukas menyebut Yesus lahir di zaman Kaisar Agustus sedangkan Matius menyebutkan di zaman Raja Herodes.

Kedua Injil menolak tanggal 25 Desember sebagai kelahiran Yesus karena digambarkan Yesus lahir tatkala bintang-bintang muncul di langit, gembala menjaga kawanan dombanya yang dilepas bebas di padang rumput sehingga ini menggambarkan musim panas. Dan menggembala di malam hari tentu mengandalkan cahaya dari langit (bulan, bintang) dengan alasan menghindari sengatan panas matahari. Artinya, mustahil Yesus lahir tanggal 25 Desember di musim salju yang membeku. 


Penolakan Kedua: Pada abad ke 6 Kaisar Justinian memerintahkan kepada Dionisius Exegius untuk membuat Kalender Masehi menggantikan Penanggalan Romawi. Ummat Kristen beranggapan Tuhan Yesus lahir tahun 1 Masehi. Namun Injil Lukas 2 : 1 menyatakan Yesus lahir pada masa pemerintahan Kaisar Agustus (27 SM 14 M) dan Injil Matius menyatakan Yesus lahir pada masa Raja Herodes (37 SM – 4 SM). Dari fakta ini jelas bahwa Yesus yang diyakini dilahirkan tahun 1 Masehi tidak terbukti karena Kalender Masehi yang dibuat oleh Dionisius Exegius (sekitar 500 tahun setelah kelahiran Yesus) mengalami kesalahan fatal. Paling tidak Yesus dilahirkan 4 tahun sebelum tahun 1 Masehi. Dengan demikian tahun 1 sebagai awal perhitungan tahun Masehi tertolak.


Penolakan Ketiga: Sumber-sumber Kristen lain yang menolak 25 Desember sebagai Hari Natal adalah:

1. Catholic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Christmas : “Natal bukanlah upacara gereja yang pertama melainkan diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus”. Dalam buku yang sama tentang “Natal Day” dinyatakan: “Di dalam kitab suci tidak ada seorang pun yang mengadakan upacara atau merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir’aun dan Herodes) yang berpesta-pora merayakan kelahirannya ke dunia ini.”

2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946: “Natal bukanlah upacara geraja abad pertama. Yesus Kristus dan para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya dan Bible juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh Gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”

3. Encyclopedia Americana, edisi 1944: Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh ummat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut. (Perjamuan Suci yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus). Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus yang diambil dari pesta bangsa Roma yang merayakan hari kelahiran Dewa Matahari. Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiaran Yesus.


Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Teks Islam juga menolak hari, tanggal, bulan dan tahun kelahiran Yesus tanggal 25 Desember, kalau benar yang bersangkutan Nabi Isa alaihisalam. Hal ini diterangkan panjang lebar dalam Al Qur’an Surah Maryam, paling tidak Maryam 22 – 26:

[19:22] Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

[19:23] Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan".

[19:24] Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

[19:25] Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah  kurma yang masak kepadamu,
[19:26] maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini".


Rangkaian ayat tersebut jelas bahwa Nabi Isa dilahirkan di padang yang relatif terbuka, di bawah pohon kurma yang sedang masak, di dekat sungai yang airnya jernih dan mengalir. Hal ini menunjukkan bahwa musim kurma matang dan air sungai yang mengalir tidak mungkin terjadi bulan Desember di musim salju yang membeku. Artinya, Nabi Isa tidak lahir di musim dingin.


Melengkapi keterangan ini mari kita simak surah Al Mukminun ayat 50:
[23:50] Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.

Inilah bukti lain bahwa Isa bin Maryam dilahirkan di sekitar padang rumput yang memiliki sumber-sumber mata air yang tidak membeku. 

Lalu bagai mana mungkin kita bisa mengucapkan selamat Natal kepada kepada oknum yang dilahirkan pada tanggal, bulan dan tahun yang sama sekali berbeda?




KHUTBAH KEDUA
 
  إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ؛

Jamah Jum’at yang berbahagia

Dari rangkaian dalil di atas sangatlah jelas bahwa baik naskah Kristen maupun Islam tidak satu pun yang membenarkan Natal pada tanggal 25 Desember. Oleh karen itu sudah semestinya kita hanya beribadah berdasarkan keyakinan yang pasti, dasar agama yang benar dan jangan ikut-ikutan mencampur-adukkan keyakinan dari masing-masing agama. Sangat jelas bagi kita Allah berfirman dalam surah Al Maidah ayat 72 - 80:

[72] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dlalim itu seorang penolong pun. 

[73] Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. 

[74] Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

[75] Al Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagai mana mereka berpaling. 

[76] Katakanlah: "Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?" Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 

[77] Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." 

[78] Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. 

[79] Mereka satu sama lain tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. 

[80] Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.


Kuala Kapuas, 21-12-2012




Senin, 04 Februari 2013

PANJAR KEDUA DAN PENGUKURAN TANAH MAKAM FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK DI PEMAKAMAN MUSLIM SABABILAH



Pada hari Kamis siang tanggal 31 Januari 2013 (20 Rabiul Awwal 1434 H) antara Pukul 13.30 sampai 14.40 WIB pengururus Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok yang terdiri dari Abdul Wahab, Haji Rismato dan Syamsuddin Rudiannoor kembali mengadakan pembayaran kedua harga tanah makam kepada pemilik tanah Bapak Hantiaman di rumah beliau di desa Sanggu. 

Pembayaran kedua ini senilai Rp. 10 juta setelah dua minggu sebelumnya juga dibayarkan dengan nilai yang sama. Dengan demikian maka pembayaran yang dilakukan telah mencapai Rp. 20 juta dan masih terutang Rp. 20 juta. 

Setelah pembayaran diselesaikan dengan penyerahan uang tunai oleh Rismato dan penanda tanganan kuitansi oleh Bapak Hantiaman, selanjutnya langsung diadakan pengukuran tanah dan pemasangan patok-patok batas tanah dengan tongkat kayu ulin. 

Dari pengukuran ini didapat kenyataan lapangan bahwa ukuran tanah sebenarnya adalah 53 X 20 M sehinga harga tanah hanya 53 X 20 X Rp. 30.000,- = Rp. 31.800.000,-. Maka dengan telah terbayarnya Rp. 20 juta maka hutang jamaah fardhu kifayah As-Sunnah Buntok tinggal tersisa Rp. 11.800.000,-. 

Diharapkan dalam dua minggu kedepan sisa harga tanah senilai Rp. 11.800.000,- dapat dituntaskan sehingga tugas selanjutnya berupa pengurusan balik nama kepemilikan tanah akan segera dilakukan secepatnya. 

Berikut foto-foto pengukuran tanah yang dilakukan oleh pemilik tanah Bapak Hantiaman, Abdul Wahab dan Haji Rismato di Komplek Pekuburan Muslim Sababilah, Jalan Simun Raya Km 12 jalan raya Buntok - Ampah. 





Jumat, 18 Januari 2013

Hartono Ahmad Jaiz: Menipu Publik, Orang Liberal Semakin Tak Dipercaya



Kamis, 17 Jan 2013

BEKASI (voa-islam.com) - Peneliti aliran dan paham sesat, ustadz Hartono Ahmad Jaiz menilai orang-orang liberal yang begitu benci terhadap penerapan syariat Islam sudah kebablasan dalam mencari-cari kesalahan. Sampai-sampai mereka pun rela berbohong di depan publik.


Hal itu disampaikan ustadz Hartono Ahmad Jaiz, usai menjadi pemateri kuliah umum majelis ilmu Ar-Royyan, di masjid Muhammad Ramadham, Taman Galaxy, Bekasi.


Persoalan Perda larangan mengangkang di Lhokseumawe, Aceh misalnya, seolah menjadi celah untuk mempermasalahkan penerapan syariat Islam.


“Orang liberal ini mencari-cari kesalahan, padahal persoalan itu sendiri bukan persoalan yang prinsip di dalam Islam, tetapi karena Aceh ini negeri yang memberlakukan syariat Islam, jadi ketika ada hal-hal masih menjadi perdebatan, mereka lalu masuk (mempermasalahkannya, red.) bahkan sampai menipu,” kata penulis buku Ada Pemurtadan di IAIN itu kepada voa-islam.com, Ahad (13/1/2013).


Penpuan tersebut dilakukan tokoh liberal Yenny Wahid, putri mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dalam dialog di TV One, Senin (7/1/2013), dengan mengatakan bahwa tingkat perkosaan di Arab Saudi yang mewajibkan kaum wanita untuk menutup aurat lebih tinggi dibanding negara-negara Eropa yang wanitanya tampil buka-bukaan.
...saking semangatnya mereka lalu nipu dan akhirnya ketahuan. Kalau sudah seperti itu orang tidak akan percaya lagi kepada Yenny Wahid Cs

Padahal menurut ustadz Hartono Ahmad Jaiz mengemukakan dalam data statistic yang dimuat http://www.nationmaster.com/graph/cri_rap-crime-rapes, Saudi menjadi negara nomor dua terendah tingkat perkosaan.


“Yenny Wahid mengatakan bahwa negara yang memberlakukan aturan menutup aurat seperti Saudi tingkat perkosaannya paling tinggi. Padahal kenyataannya dalam statistik justru dari 116 negara yang diteliti, ternyata Arab Saudi nomor 115, jadi itu kan jelas menipu sama sekali,” tandasnya.


Sikap Yenny Wahid yang menipu publik itu, kata ustadz Hartono akan semakin tidak dipercaya umat.


“Yang seperti itu mereka jatuh dengan sendirinya, dustanya itu kelihatan  dan semangatnya untuk menjatuhkan syariat Islam sebegitu kerasnya. Tetapi akhirnya mereka terjebak, saking semangatnya mereka lalu nipu dan akhirnya ketahuan. Kalau sudah seperti itu orang tidak akan percaya lagi kepada Yenny Wahid Cs,” pungkasnya. [Ahmed Widad]

FPI: Jakarta Banjir, Jokowi Mau Beli Musibah Dengan Maksiat Apa Lagi?


Kamis, 17 Jan 2013

JAKARTA (voa-islam.com) - Hingga kini, DKI Jakarta tak pernah lepas dari musibah klasik, yaitu banjir di berbagai tempat. Dari data yang dihimpun TMC Polda Metro Jaya hingga hari ini, banjir terjadi di 15 lokasi, diantaranya:
  1. Banjir 50-60 cm di depan Kompleks Meruya Indah Jakarta Barat, sementara tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan.
  2. Banjir 15 cm di Jalan Jatinegara Barat dan masih bisa dilintasi kendaraan.
  3. Banjir 50-60 cm di dekat Yadika Joglo Jakarta Barat, sementara tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan.
  4. Banjir 30-40 cm di Jalan KH Abdullah Syafei Tebet. Sementara hanya kendaraan besar, seperti truk dan bus.
  5. Banjir satu meter masih melanda Puri Kembangan, Jakarta Barat, arah ke Ciledug. Sementara ini, wilayah tersebut tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan bermotor.
  6. Banjir 50-70 cm di Pintu Tol Kamal, Jakarta Utara mengarah Carrefour. Sementara tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan bermotor.
  7. Banjir 60-80 cm di depan Dispenda dan Jembatan Gantung Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Sementara tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan bermotor.
  8. Banjir 80-120 cm di sekitar Trisakti dan Citraland Grogol, Jakarta Barat. Sementara tidak bisa dilintas semua jenis kendaraan.
  9. Banjir di Villa Kelapa Dua Pos Pengumben, Jakarta Barat. Sementara hanya kendaraan besar (truk dan bus) yang bisa melintas.
  10. Banjir 40-50 cm sepanjang 150 meter di Jalan Arjuna Selatan hingga Jalan Arjuna Utara (Esa Unggul). Sementara tidak bisa dilintasi kendaraan.
  11. Banjir 15-20 cm di Km 2 Tol Kebon Jeruk - Tomang (depan Esa Unggul).
  12. Banjir 30 cm di lampu merah Joglo (arah ke Pos Pengumben). Meski demikian, kendaraan masih bisa melintas.
  13. Banjir 30 cm di Ramayana Ciledug, masih bisa dilintasi kendaraan.
  14. Banjir 30-40 cm di Gudang Peluru Tebet, sementara hanya kendaraan besar yang bisa melintas.
  15. Banjir 30 cm sepanjang 50 meter di depan Rumah Sakit Sumber Waras Jalan Kyai Tapa Grogol. Semua jenis kendaraan masih bisa melintasi banjir.
Melihat musibah tersebut, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab mengungkapkan, banjir yang melanda Jakarta tak lepas dari maksiat yang dilakukan, terutama oleh Gubernur DKI Jakarta yaitu Jokowi.

“Setelah Sudirman - Thamrin diisi festival maksiat oleh Jokowi pada malam tahun baru, kini saatnya Allah SWT menyapu kotoran maksiatnya dengan banjir se-Jakarta. Ayo, Jokowi mau beli musibah dengan maksiat apa lagi?” ujar Habib Rizieq Syihab melalui pesan singkat yang diterima redaksi voa-islam.com, Kamis (17/1/2013).

Namun demikian, FPI tak bisa tinggal diam melihat masyarakat Jakarta terkena musibah banjir. Sejak sepekan lalu telah dibuka Posko Banjir FPI di 21 titik di seluruh DKI Jakarta dengan aktivitas: Evakuasi, tenda pengungsi, dapur umum, klinik darurat, kebutuhan wanita dan bayi, bimbingan rohani, dan lain-lain sebagainya.

Bagi masyarakat yang ingin turut serta dalam membantu korban banjir, bisa mengubungi Markas Besar FPI Petamburan atau kontak melalui:  Habib Selon (FPI DKI) di 08561207345, Habib Tohir (HILMI) di 085814374689, Habib Ali Alhamid (HILMI) di 087877375809, Irwan (Markas FPI) di 085333373323 atau H.Hasan (Bend FPI) di 08129960399 . [Ahmed Widad]

Selasa, 15 Januari 2013

PANJAR TANAH MAKAM JAMAAH FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK

Sejak surat Sosialisasi Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok yang bertanggal 17  Shafar  1434 H / 31  Desember 2012 diedarkan pada Jum'at tanggal 4 Januari 2013, ternyata dalam rentang waktu seminggu sudah menarik simpati umat Islam di Buntok. 





Dalam waktu satu minggu tersebut telah terkumpul uang tunai sejumlah Rp. 11.600.000,- (Sebelas Juta Enam Ratus Ribu Rupiah).

Pada hari Sabtu siang antara pukul 13.30 - 14.45 WIB tanggal 12 Januari 2012, berangkatlah 4 (empat) orang pengurus Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok menuju desa Sanggu dan menemui pemilik tanah. Tujuannya untuk menegaskan pembelian tanah dan membayar tanda jadi pembelian berupa panjar sebagai pembayaran pertama senilai Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

Panjar harga tanah dibayarkan langsung oleh Abd Wahab atas nama Pengurus Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok kepada pemilik tanah (Hantiaman) dengan disaksikan oleh Rismato, Syamsuddin Rudiannoor dan Risman Asmadi. 

Tanda bukti penyerahan uang panjar dibuat dalam bentuk kuitansi dan dibubuhi tanda tangan penerima uang diatas materai Rp. 6.000,-. Dengan terjadinya transaksi ini maka Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok telah memiliki tanah pekuburan sendiri di Komplek Kuburan Muslim Sababilah, Jalan Simun Raya depan Pengadilan Agama Buntok, pada kilometer 11 Jalan Raya Buntok - Ampah. 

Dengan kepemilikan tanah pemakaman ini maka Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah masih memiliki utang harga tanah sebesar Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah) dari keseluruhan harga tanah Rp. 42.000.000,- (Empat Puluh Dua Juta Rupiah).

Semoga dalam bebererapa minggu kedepan utang harga tanah tersebut dapat segera ditutupi dan kegiatan fardhu kifayah As-Sunnah Buntok dapat melaksanakan tugas lain yang tidak kalah pentingnya.

Akhirnya pengurus Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sumbangan uang tunai dari ummat Islam di Buntok dan dimana saja yang telah berkenan menyisihkan finansialnya untuk amal jama'i ini.

Hanya kepada Allah dikembalikan segala amal dan kebajikan serta hanya kepada-Nya jua segala pengharapan senantiasa dipanjatkan.

Jumat, 04 Januari 2013

Sosialisasi Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok



Buntok,  17  Shafar  1434 H / 31  Desember 2012
Nomor       :  Lepas
Lampiran    :  1 (satu) lembar
Sifat           : Pemberitahuan
Perihal        :  Sosialisasi Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok


Kepada

Yth.  Umat Islam Indonesia, Kalimantan Tengah dan Barito Selatan khususnya Buntok dan sekitarnya
di
           T e m p a t



Dengan hormat,

Segala puji hanyalah bagi Allah. Shalawat dan salam senantiasa dihaturkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam.

Dengan kerendahan hati kami sampaikan bahwa pada hari Kamis tanggal 3 Safar 1433 Hijriyah (29 Desember 2011) Pukul 20.30 WIB telah dicetuskan berdirinya Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok.

Sehubungan dengan itu maka dengan ini kami mengedarkan surat ini dengan maksud sebagai berikut:
1. Sebagai sosialisasi Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok sehingga dapat diketahui lebih luas.
2. Saat ini Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah mengupayakan pengadaan tanah makam sehingga membuka peluang bagi ummat Islam untuk menjadi anggota atau membeli kavling tanah makam. Tanah berukuran 20 M × 70 M × Rp. 30.000,- per Meter = Rp. 42.000.000,- (Empat Puluh Dua Juta Rupiah), terletak di Jalan Timun / depan Pengadilan Agama Buntok di Desa Sababilah.

Haji Dedi Apandi


3.  Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :
a. Haji Dedi Apandi bin Winata S, Telepon 0525 – 21067.
b. Haji Rismato,  Hp. 0812 3094 348
c. Abd Wahab, Hp. 0812 5009 6805
d. Risman Asmadi, S.Pd, Hp. 0852 4951 8165

Haji Rismato

 
Sekian dan terima kasih.

                                                                                                                                                    AMIR

 

HAJI DEDI APANDI BIN WINATA  S



PRINSIP RINGKAS

FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK


Prinsip paling mendasar fardhu kifayah As-Sunnah Buntok adalah melaksanakan tuntunan Rasulullah SAW semaksimal mungkin walapun terpaksa menyalahi adat / kebiasaan umum.

Dalam penyelenggaraannya dipegang ketentuan-ketentuan:
1. Pengurusan jenazah (memandikan/mengkafankan) diutamakan oleh keluarga jenazah atau sesuai amanah. Proses pemandian terbatas, bukan tontonan umum.
2.  Mayat disholatkan di rumahnya atau di tempat yang paling memungkinkan.
3. Mayat dikubur tanpa peti mati dan hanya memakai kain kafan.
4. Lobang makam memakai lahat di sebelah qiblat.
5. Tidak memakai 2 (dua) nisan, apalagi berukir dan dihias atau diberi nama. Kubur hanya ditandai dengan satu tanda di bagian kepala.
6. Makam dilarang dibangun atau disemen, apalagi untuk kemewahan. Kuburan juga dilarang  dijadikan tempat duduk.
7. Tidak mengizinkan wanita ikut penguburan / mengantar jenazah.
8. Keluarga jenazah dijamin makanannya selama hari duka.
9.  Keluarga jenazah dicegah membuatkan hidangan untuk pelayat atau selamatan.
10. Tanah pemakaman diatur rapi dalam shaf dan dibuatkan pagar terkunci sehingga meniadakan fitnah seperti membangun kubah, mengaji di kuburan, memasang kain kuning dan lain-lain.
11. Bagi masyarakat yang menyerahkan penyelenggaraan fardhu kifayah kepada As-Sunnah dibuatkan Surat Pernyataan Tidak Keberatan fihak keluarga.
12. Pelaksanaan fardhu kifayah sepenuhnya hanya taat kepada hukum Islam sehingga tidak terkait golongan, organisasi atau afiliasi sosial apapun. Fardhu kifayah As-Sunnah Buntok  hanya ittiba kepada Sunnah Rasulullah SAW.

Sekian dan terima kasih.

- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -


TANDA TERIMA
Telah terima dari                 : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Alamat Penyumbang           : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Nilai Sumbangan                 :  Rp.  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
             
   Buntok,  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok
                                                        
 Mengetahui / Membenarkan :                      Penerima Sumbangan,
                                                                            
                                             AMIR


                         Haji Dedi Apandi bin Winata  S            . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Catatan:  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...