Kamis, 12 Januari 2017

Oleh-oleh Kalimantan


Oleh-oleh Kalimantan
Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Dayak, kopiah rotan, sepatu lukis Dayak, baju kaos Dayak dan beberapa cenderamata lainnya.  
.
Saat ini Barsel Promo juga sedang mengembangkan ternak madu “Kalulut” di Buntok. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa menghasilkan sehingga bisa jualan madu juga.

.
42656-barsel2bpromo
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

Kamis, 27 Oktober 2016

Kondisi Burung Langka Enggang Gading di Kalimantan Makin kritis



RUBRIK

Karena digemari kolektor dan pembeli, Enggang Gading yang juga dikenal sebagai Rangkong Gading di Kalimantan terancam punah. Terutama pembeli di Cina memburu paruh burung ini.
Helmhornvogel Aceros cassidix ausgestopft (AFP/Getty Images)
Yang paling mencolok dari burung Enggang Gading adalah paruh besarnya yang berwarna kuning kemerahan dan terlihat seperti gading. “Gading Merah” itulah sekarang makin diburu para penggemar satwa langka yang eksotis, terutama di Cina.
Selama beberapa dekade sebelumnya, pemburu di hutan Kalimantan Barat terutama fokus menangkap orangutan dan beruang madu untuk dijual. Tapi dalam beberapa tahun terakhir ada lonjakan permintaan untuk enggang gading, yang menyebabkan spesies burung ini terancam punah.
Di pasar gelap, paruh enggang gading bisa dijual lima kali lebih mahal daripada gading gajah. Bagi banyak pembeli, paruh itu hanya digunakan sebagai hiasan atau asesori untuk dipajang di rumahnya sebagai pameran status.
Produk ini telah menjadi begitu populer di Cina, di mana kolektor kaya tertarik untuk memamerkan status dengan membeli hewan langka atau eksotis.
“Permintaan untuk barang yang terhitung mewah ini benar-benar melejit,” kata Chris Shepherd dari organisasi pengawasan perdagangan satwa TRAFFIC kepada kantor berita AFP.
“Terutama permintaan di Asia benar-benar tinggi, sehingga populasi enggang gading benar-benar terancam.”
Para pemburu ilegal hanya tertarik pada “helm” unik burung langka ini, yang terlihat seperti keratin merah emas dan berfungsi sebagai pelindung kepalanya. Substansi seperti gading ini yang kemudian bisa diukir oleh pengrajin menjadi ornamen mewah, patung dan perhiasan lain dan digunakan pembelinya sebagai sesuatu yang bergengsi.
Para ahli mengatakan, pelindung kepala burung Enggang Gading ini bisa mencapai harga 1000 dolar AS di pasar gelap, jauh lebih mahal dari harga gading gajah. Dalam lima tahun terkahir saja, ribuan burung ini tewas karena diburu.
Yokyok Hadiprakarsa, peneliti terkemuka di Indonesia untuk Enggang Gading memperkirakan, di Kalimantan Barat saja sekitar 500 burung tewas setiap bulan pada tahun 2013 saja, artinya 6000 burung per tahun.
Enggang Gading dulunya memang secara tradisional sudah diburu oleh suku-suku asli Kalimantan, tetapi tidak pernah pada tingkat yang menimbulkan risiko kepunahan.
Perburuan dan pembantaian sistematis spesies ini muncul secara tiba-tiba,” kata Chris Shepherd. Baru tahun 2011, gading merah pertama dari Enggang Gading muncul di situs internet dari sebuah pasar satwa liar di kawasan perbatasan Myanmar dan Laos.
Perburuan intensif lalu terjadi, terutama di kalangan jaringan penyelundup satwa liar di Kalimantan Barat. Jalur utama penyelundupan satwa liar itu adalah bandara internasional di ibukota Pontianak.
Enggang Gading adalah burung besar. Ukuran tubuhnya bisa mencapai 170 cm dan memang mudah untuk diburu. Biasanya burung ini bertengger di batang pohon-pohon besar, tidak jarang secara berkelompok.
Selama 2015-2015 ada 16 kali penangkapan terkait perdagangan ilegal paruh Enggang Gading, dengan sitaan lebih dari 1100 paruh. Di Cina diamankan lebih dari 1000 paruh enggang dari 19 kali operasi aparat keamanan. Semuanya diduga berasal dari Indonesia.
Anggota Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat SPORC di Kalimantan mengatakan, anggotanya sekarang jarang melihat burung Enggang Gading di pohon selama patroli. Tetapi mereka sering bangkai burung yang sudah dipotong kepalanya.
“Bagi para pemburu, yang paling bernilai itu kepalanya”, kata David Muhammad, Kepala SPORC di Pontianak, kepada AFP. “Itulah satu-satunya yang mereka inginkan. Sisanya tidak punya nilai.”
Perdagangan komersial Enggang Gading secara hukum dilarang di Cina dan di seluruh kawasan habitatnya di Asia Tenggara: Thailand, Myanmar, Malaysia, Brunei dan Indonesia.
Tapi perdagangan ilegal makin semarak. Menurut Chris Sheperd, dalam üperiode 18 bulan sampai Agustus 2014, hampir 2.200 paruh Gading Enggang disita aparat penegak hukum di Cina dan Indonesia, dan ini hanya “puncak gunung es” saja..
Dalam satu kasus, unit SPORC mencegat empat warga negara Cina di bandara Pontianak, yang membawa hampir 250 paruh yang disimpan di bagasi mereka.
Adam Miller, kelompok konservasi Planet Indonesia yang berbasis di Pontianak mengatakan, penyelundupan Enggang Gading sudah mirip sindikat perdagangan gading gajah dalam skala, kriminalitas dan kecanggihannya.
“Hanya sedikit orang yang melakukan itu hanya untuk bertahan hidup. Ini kebanyakan kegiatan sindikat,” katanya kepada AFP.
Chris Shepherd mengatakan, perkembangan ini mencerminkan tren yang berkembang di kalangan kolektor satwa liar dan eksotis.
“Orang-orang ingin memiliki hewan ilegal, orang ingin memiliki hewan langka, orang ingin memiliki hewan mahal, hanya untuk pamer status dan kekayaan mereka,” katanya.

Sabtu, 15 Agustus 2015

ORANG UTAN DAN BEKANTAN LINTAS KALSELTENG


FAKTA DAN UNTUK APA FAKTA
Fakta bahwa orang utan dijumpai juga di Kalimantan Selatan, (tidak di Kalteng saja), tepatnya dijumpai di kabupaten Hulu Sungai Utara, itu memang benar. Wilayah ini perbatasan langsung dengan kabupaten Barito Selatan. Dengan demikian, tidak berguna fakta jikalau tidak ditindak-lanjuti dengan penyelamatannya. 
.
Fakta bahwa bekantan juga banyak dijumpai di Kalimantan Tengah, (tidak di Kalsel saja), juga tidak mengherankan. Di Taman Nasional Tanjung Puting (kabupaten Kotawaringin Barat) ada pusat penelitian bekantan di camp Leakey. Tapi bahwa bekantan adalah hama yang selalu diburu dan dibunuh, juga fakta. Perburuan bekantan terjadi karena satwa langka ini dianggap hama yang merusak pertanian seperti ladang jagung, kebun timun, waluh, kacang dan tanaman lainnya. Pada sisi lain daging bekantan juga dimakan sebagai hidangan yang langka lagi sangat lezat rasanya. Singkat kata, untuk apa fakta ini ada kalau upaya untuk penyelamatannya tidak ada?
.

Hasil gambar untuk orangutanORANG UTAN DAN BEKANTAN LINTAS KALSELTENG 
Sampai saat ini bekantan masih dijumpai disekitar ladang masyarakat di kecamatan Karau Kuala (Bangkuang) dan kecamatan Jenamas (Rantau Kujang). Kedua kecamatan ini berbatasan langsung dengan kabupaten Hulu Sungai Utara (Kalimantan Selatan). Di hutan pada daerah ini juga orang utan masih tersisa walau pun kondisinya sudah sangat buruk mengingat habitatnya sudah terkurung pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit dan perladangan masyarakat.
.
Disamping orang utan dan bekantan, di perbatasan Kalselteng  ini (wilayah Jenamas-Pamingggir) juga terdapat peternakan kerbau rawa yang cukup besar. Dengan demikian perlu usaha besar untuk menyelamatkan habitat satwa-satwa khas di daerah ini.
.


Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

Masih Tersedia buku-buku lokal produksi Barito Raya Pro Buntok


Buku-buku lokal produksi Barito Raya Pro Buntok
.
1) Sejarah Kalimantan Tengah I berjudul NAN SARUNAI USAK JAWA (Negara Dayak Dihancurkan Bangsa Jawa), tebal 89 halaman, harga Rp. 30.000,-. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 15.000,-.
.
2) Sejarah Kalimantan Tengah II berjudul GIGIR GAMPAR BARITO RAYA, Amuk 1860-1905, tebal 171 halaman, harga Rp. 60.000,-. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 20.000,-
.
3). Wayang Kalteng berjudul PUNAKAWAN DALAM SATIRE DAYAK BESAR. Tebal buku 366 halaman, harga per buku Rp. 120.000,-. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 40.000,-
.
4). Legenda Kabupaten Barito Timur berjudul LIANG SARAGI, Semuanya karena Cinta. Tebal buku 252 halaman, harga buku Rp. 70.000,-. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 25.000,-
.
5. SEKS BEBAS, PORNO AKSI DAN ULAMA BIRAHI, tebal buku 201 halam, seharga Rp. 65.000,-. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 25.000,-
.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisT2NuhE03KpEI61Io4dle_VOhyphenhyphenmgBgjlpbJDd0a-OGrPB0bNv5iSnYggvsSe10yFf7pupQ7blqocVGUo9-jN9JF-r-fW6EqZmJHk7qCxZrcrO0oxlJd01YIiUlzfhBsVn45KRQheQ9qc/s1600/FILE0001.JPG
Pemesanan dari luar daerah hanya untuk buku dan dilayani melalui SMS kepada SYAMSUDDIN RUDIANNOOR, dengan nomor 0813 4960 6504. Apabila SMS terjawab dan disepakati maka pembeli terlebih dahulu mengirimkan uang harga buku dan ongkos kirim ke rekening bank yang diberitahukan melalui SMS. Setelah transfer masuk barulah buku dikirimkan kepada pembeli melalui paket pos atau jasa kurir lainnya.
.
42656-barsel2bpromo
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms : Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)
Info Anggrek / Satwa : Maidi (0852 4951 3880)

Minggu, 22 Februari 2015

Anggrek Nilam Orchid Buntok


10733439_390355827787643_6531054067554189890_o

Alhamdulillah hujan sudah mulai merata. Hampir setiap hari curahannya membasahi bumi kabupaten Barito Selatan. Itu artinya kabut asap sudah sirna. Maka tunas-tunas tumbuhan pun mulai menampakkan awal kehidupannya.
DSC00020
Anggrek pun semoga sedikian juga adanya. Bagi kami dia adalah nadi kehidupan. Dia adalah sebagian dari kami karena kami adalah penangkar dan penjual anggrek alam.
f2ab2-2014-10-102b16-18-07
Bagi yang tertarik penangkaran anggrek dan berminat membeli anggrek bisa datang kepada Maidi,  CV. Nilam Orchid, Jalan Keladan Nomor 47 Buntok, nomor kontak / sms 0852 4951 3880.  Bisa juga kontak ke https://www.facebook.com/nilam.orchids

GUDEG ASLI DAYAK


GUDEG MEMANG ASLI JAWA
Tidak ada yang menampik jika gudeg adalah kuliner asli dari Jawa khususnya dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Surakarta dan Jawa Tengah pada umumnya. 
.
Gudeg sebagai kuliner terkenal Jawa pada umumnya diolah dari bahan dasar nangka muda kecuali gudeg Manggar yang dibuat dari mayang atau bunga kelapa. 
.
Namun tahukah anda jika kecintaan kami yang non-Jawa kepada makanan khas Jawa ini telah menimbulkan kreasi lain di Barsel Promo Buntok?
.
GUDEG ASLI DAYAK
Kami dari Barsel Promo Buntok telah menguji coba resep gudeg Jawa dengan memakai bahan dasar asli Dayak dan hasilnya cukup memuaskan. Dari eksperimen ini didapat gudeg baru asli Dayak yaitu:
.
1. GUDEG CEMPEDAK
Bumbu, rempah dan cara pembuatan gudeng cempedak sama dengan gudeg Jawa, tapi tanpa daun jati. Bahan gudeg-nya berasal dari buah cempedak muda, bukan dari nangka. 
.
Adapun cara mengolahnya sama saja dengan gudeg nangka, cuma buah cempedak muda tidak dikupas langsung seperti nangka tetapi dibakar / dipanggang terlebih dahulu. Dapat disimpulkan: gudeg cempedak adalah gudeg Jawa dengan selera asli Dayak.
.
2. GUDEG MANDAI (KULIT CEMPEDAK)
Musim cempedak sudah biasa dengan surplus kulit cempedak. Disamping dijadikan hidangan  mandai goreng, sambal goreng mandai, dan terakhir kami buat keripik mandai, kulit cempedak ternyata bisa juga dibuat gudeg. Maka kami pun mencobanya menjadi Gudeg Mandai.
.
3. GUDEG NANGKA BELANDA (SIRSAK) 
Kami orang Dayak di Barito Selatan kalau terpaksa, malas atau rindu variasi lauk makan maka sesekali membuat sayur dari buah nangka Belanda atau sirsak muda. 
Buah sirsak muda setelah dikupas, diiris ukuran sedang dan disayur seperti membuat sayur santan yang dimasak dengan bayam dan waluh merah. 
.
Kami coba sirsak muda ini dengan bumbu gudeg dan ternyata bisa-bisa saja. Artinya..., sungguh kaya kuliner kita tatkala kita mau dan rajin mencobanya. 
.
Semua gudeg tersebut ternyata pas dimasak bersama dengan jamur hutan "kulat kurikit". 
.
Barsel Promo :  Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)  Info Anggrek : Maidi (0852 4951 3880)

KERIPIK JAMUR "KULAT KURIKIT"


karikit
KULAT ALIAS JAMUR
Jamur merupakan tumbuhan yang tidak memiliki klorofil (zat hijau daun) sehingga tidak bisa menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis. Jamur hidup dengan mengambil zat makanan dan senyawa pati dari organisme lain. Jadi.., jamur hidupnya bergantung pada organisme lain sehingga sering kita jumpai jamur menempel pada batang pohon yang lapuk.
.
DSC00202
Ada ribuan jenis jamur di seluruh dunia dan tidak semua menguntungkan manusia atau dapat dikonsumsi. Beberapa jenis yang menguntungkan dan dapat dikonsumsi adalah jamur merang, jamur kuping, jamur shittake, jamur tiram dan jamur champignon. Dari jenis jamur tersebut, jamur kuping, jamur tiram dan jamur merang yang paling banyak dibudidayakan petani di Indoensia. 
.
DSC00203
KERIPIK KULAT KURIKIT
Di Kalimantan Tengah khususnya kabupaten Barito Selatan, tibanya musim hujan (Oktober - November -  Desember) 2014 ini membuat kami panen jamur hutan. Dan salah satu jamur hutan yang banyak dijual di pasar kampung adalah kulat kurikit. Jamur kurikit merupakan tumbuhan alam berwana abu-abu yang hidup di pohon karet lapuk. Ini terjadi karena pohon karet merupakan tanaman perkebunan yang sudah ada sejak masa penjajahan Eropa.
.
DSC00200
Barsel Promo mencoba mengolah jamur kurikit menjadi keripik dan hasilnya alhamdulillah baik. Karena itulah maka keripik jamur kurikit merupakan keripik musiman yang kami produksi disamping keripik kulit cempedak (mandai) dan keripik ikan lais / bilis.
.
Barsel Promo
Barsel Promo :  Syamsuddin Rudiannoor (0813 4960 6504)  Info Anggrek : Maidi (0852 4951 3880)

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...