Rabu, 13 Februari 2013

Hukum Merayakan Hari Valentine bagi Umat Islam

Boleh jadi tanggal 14 Februari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi lainnya. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari Valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa ‘kasih sayang’, walau pun pada hakikatnya bukan kasih sayang melainkan hari ‘making love’.

Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasana Valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun. 


Sejarah Valentine
Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah dan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).

Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.

Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.

Katakanlah, “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6)

Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.

Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.


Valentine Berasal dari Budaya Syirik.
Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.

Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid (bayi bersayap dengan panah)” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.

Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.

Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik.


Semangat valentine adalah Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.

Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.

Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.

Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?

Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.

Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah sybhanahu wa ta’ala berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al Isra’: 32)


Kasih Sayang Menurut Islam
Di dalam Islam tidak ada Valentine, sebab kata Valentine itu merupakan istilah impor dari agama di luar Islam. Bahkan latar belakang sejarah dan esensinya pun tidak sejalan dengan Islam.

Namun kalau yang anda inginkan adalah perwujudan rasa kasih sayang menurut syariah Islam, tentu saja Islam merupakan ‘gudang’ nya kasih sayang. Tidak sebatas pada orang-orang terkasih saja, bahkan kasih sayang kepada semua orang. Bahkan hewan pun termasuk yang mendapatkan kasih sayang.


Cinta kepada Kekasih
Kasih sayang kepada orang terkasih pun ada di dalam Islam, bahkan menyayangi pasangan kita dinilai sebagai ibadah. Ketika seorang wanita memberikan seluruh cintanya kepada laki-laki yang dicintainya, maka Allah pun mencurahkan kasih sayang-Nya kepada wanita itu. Hal yang sama berlaku sebaliknya.

Namun kasih sayang antara dua insan di dalam Islam hanya terjadi dan dibenarkan dalam ikatan yang kuat. Di mana laki-laki telah berjanji di depan 2 orang saksi. Janji itu bukan diucapkan kepada si wanita semata, melainkan juga kepada orang yang palingbertanggung-jawab atas diri wanita itu, yaitu sang ayah. Ikatan ini telah menjadikan pasangan laki dan wanita ini sebagai sebuah keluarga. Sebuah ikatan suami istri.

Adapun bila belum ada ikatan, maka akan sia-sia sajalah curahan rasa kasih sayang itu. Sebab salah satu pihak atau malah dua-duanya sangat punya kemungkinan besar untuk mengkhianati cinta mereka. Pasangan mesra di luar nikah tidak lain hanyalah cinta sesaat, bahkan bukan cinta melainkan birahi dan libido semata, namun berkedok kata cinta.

Dan Islam tidak kenal cinta di luar nikah, karena esensinya hanya cinta palsu, cinta yang tidak terkait dengan konsekuensi dan tanggung-jawab, cinta murahan dan -sejujurnya- tidak berhak menyandang kata cinta.


Cinta kepada Sesama
Di luar cinta kepada pasangan hidup, sesungguhnya masih banyak bentuk kasih sayang Islam kepada sesama manusia. Antara lain bahwa Islam melarang manusia saling berbunuhan, menyakiti orang lain, bergunjing, mengadu domba atau pun sekedar mengambil harta orang lain dengan cara yang batil.

Bandingkan dengan peradaban barat yang sampai hari duduk di kursi terdepat sebagai jagal yang telah membunuh berjuta nyawa manusia. Bukankah suku Indian di benua Amerika nyaris punah ditembaki hidup-hidup? Bukankah suku Aborigin di benua Australia pun sama nasibnya?

Membunuh satu nyawa di dalam Islam sama saja membunuh semua manusia. Bandingkan dengan jutaan nyawa melayang akibat perang dunia I dan II. Silahkan hitung sendiri berapa nyawa manusia melayang begitu saja akibat ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki?

Silahkan buka lembaran sejarah, siapakah yang dengan bangga bercerita kepada anak cucunya bahwa nenek moyang mereka berhasil membanjiri masjid Al Aqsha dengan genangan darah muslimin, sehingga banjir darah di masjid itu sebatas lutut kuda?

Di awal tahun 90-an, kita masih ingat bagaimana Serbia telah menyembelih umat Islam di Bosnia, anak-anak mati ditembaki. Bahkan janin bayi di dalam perut ibunya dikeluarkan dengan paksa dan dijadikan bola tendang. Bayangkan, kebiadaban apa lagi yang bisa menandinginya?

Sesungguhnya peradaban barat itu bertqanggung jawab atas semua ini. Tangan mereka kotor dengan darah manusia, korban nafsu angkara murka.

Kasih sayang yang sesungguhnya hanya ada di dalam Islam. Sebuah agama yang terbukti secara pasti telah berhasil menjamin keamanan Palestina selama 14 abad lamanya. Di mana tiga agama besar dunia bisa hidup akur, rukun dan damai. Palestina baru kembali ke pergolakannya justru setelah kaum yahudi menjajahnya di tahun 1948.

Bahkan gereja Eropa di masa kegelapan (Dark Ages) pun tidak bisa melepaskan diri dari cipratan darah manusia, ketika mereka mengeksekusi para ilmuwan yang dianggap menentang doktrin gereja. Tanyakan kepadaGalileo Galilei, juga kepada Copernicus, apa yang dilakukan geraja kepada mereka? Apa yang menyebabkan kematian mereka? Atas dosa apa keduanya harus dieksekusi? Keduanya mati lantaran mengungkapkan kebenaran ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuandianggap tidak sesuai dengan kebohongan gereja.

Kalau kepada ilmuwan gereja merasa berhak untuk membunuhnya, apatah lagi dengan orang kebanyakan. Lihatlah bagaimana pemuda Eropa dikerahkan untuk sebuah perang sia-sia ke negeri Islam, perang salib. Lihatlah bagaimana nyawa para pemuda itu mati konyol, karena dibohongi untuk mendapatkan surat pengampunan dosa, bila mau merebut Al Aqsha.

Sejarah kedua agama itu, berikut sejarah Eropa di masa lalu kelam dan bau anyir darah. Sejarah hitam nan legam…

Bandingkan dengan sejarah Islam, di mana anak-anak bermain dengan bebas di taman-taman kota, meski orang tua mereka lain agama. Bandingkan dengan sejarah perluasan masjid di Mesir yang tidak berdaya lantaran tetangga masjid yang bukan muslim keberatan tanahnya digusur. Bandingkan dengan pengembalian uang jizyah kepada pemeluk agama Nasrani oleh panglima Abu Ubaidah Ibnul Jarah, lantaran merasa tidak sanggup menjamin keamanan negeri.

Siapakah yang menampung pengungsi Yahudi ketika diusir dari Spanyol oleh rejim Kristen? Tidak ada satu pun negara yang mau menampung pelarian Yahudi saat itu, kecuali khilafah Turki Utsmani. Sebab meski tidak seagama, Islam selalu memandang pemeluk agama lain sebagai manusia juga. Mereka harus dilindungi, diberi hak-haknya, diberi makan, pakaian dan tempat tinggal layak. Syaratnya hanya satu, jangan perangi umat Islam. Dan itu adalah syarat yang teramat mudah.

Maka kalau kita bicara cinta dan kasih sayang, Islam lah bukti nyatanya.

KESABARAN KETIKA PERTAMA KALI DITIMPA MUSIBAH


Dalil Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok (2)

 
533 – Anas bin Malik RA berkata: Nabi SAW melihat wanita sedang menangis di kuburan. Maka beliau SAW bersabda: “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah!” Wanita itu menjawab: “Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau tidak merasakan musibah sebagaimana yang aku rasakan.” Dan wanita itu tidak mengetahui bahwa yang menegurnya adalah Rasullah SAW. Ketika diberitahu bahwa  yang  menegur adalah Rasulullah maka wanita itu pergi ke rumah Nabi SAW dan tidak ada penjaga-penjaga pintunya, kemudian ia berkata: “Aku tidak tahu bahwa engkau adalah Rasulullah”. Nabi bersabda: “Sesungguhnya kesabaran itu dimulai pertama kali pada saat ditimpa musibah.” (Bukhari-Muslim).
Diriwayatkan oleh Bukhari: 23- Kitab “Al-Janaiz”, 32-Bab “Ziratul quburi”.
Disalin dari kitab “Al-Lu’luwal Marjan” – Ensiklopedi Hadits-hadits Shahih yang Disepakati oleh Bukhari dan Muslim oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, Penerbit Pustaka As-Sunnah, Jakarta, Cetakan 2, Januari 2010, Halaman 443-444.
Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa kesabaran itu sejati adalah disaat terkena musibah.

GOLONGAN KAFIR

KEBENCIAN KEPADA ISLAM (3)
 
Si Kafir, bagaikan sebuah telaga yang di dalamnya terdapat jurang terjal. Mereka ingin setiap orang terseret masuk dan berkubang di dalam lumpur telaga. Setiap gelombang yang timbul dari riak airnya adalah alur yang akan menggiring kejalan yang menyesatkan, dan sebagai sarana untuk menumpas kaum muslimin.
.
Islam merupakan musuh terbesar yang harus ditumpas habis sampai tak tersisa. Sebagai gantinya berdirilah dengan gagah si kafir yang sombong, yang tidak mengakui adanya Allah SWT dan meremehkan segala sesuatu yang berhubungan dengan-Nya. Mereka akan mengganti segala peraturan dari-Nya dengan aturan yang menguntungkan mereka dan menyesatkan ummat. Si Kafir yang berkuasa, semua makhluk harus tunduk, menuruti semua perintah, dan rela berkorban demi tercapainya misi mereka. Inilah tujuan akhir dari program golongan kafir. Mereka akan menciptakan angkara murka, memperbudak ummat Islam dan berjalan di muka bumi dengan takabur. 
.
Allah SWT mengetahui rencana jahat mereka dan Dia menjanjikan pahala dan kemenangan kepada kaum mukminin yang tunduk patuh kepada-Nya dan tidak menyombongkan diri. Inilah janji dalam firmanNya: “Itulah perkampungan akhirat, Kami peruntukan bagi orang-orang yang tiada melakukan kesombongan dan kerusakan di muka bumi”.
.
Maka dengan landasan ayat ini jelaslah, kemegahan hidup dunia yang menjadi umpan bagi si kafir untuk memikat dan menjerat ummat Islam, tidak ada artinya dihadapan Allah, perkampungan akhirat yang indah dan penuh kenikmatan, itulah kebahagiaan yang hakiki.
.
Kaum jahiliyah senantiasa berpacu mengejar untuk menundukkan dunia. Nazi Jerman bersemboyan: “Jerman diatas segala bangsa!”, dan semboyan itu bagaikan penyakit menular yang cepat menjalar. Maka muncullah negara-negara adikuasa yang bersikeras untuk mengungguli semuanya. Amerika, Rusia dan negara-negara kafir berusaha menundukkan dan mengkafirkan ummat Islam, dan tidak mengindahkan pencipta-Nya, syariat, dan aturan Ilahi ditinggalkan jauh dibelakang.

Selasa, 12 Februari 2013

ISLAMO PHOBIE





KEBENCIAN KEPADA ISLAM (2)

Dr. Muhammad Na’im Abdussalam Yasin menulis: “Orang-orang kafir baik itu datang dari Barat maupun dari belahan dunia Timur mempunyai tujuan yang satu yaitu menghancurkan Islam dengan bermacam cara dan menanamkan rasa permusuhan antar ummat Islam. Mereka sediakan dana untuk membiayai rencana kerja mengadu-domba dan memecah-belah ummat dan mendengungkan kata-kata yang menakutkan ummat: “Agama bagaikan morfin yang akan menggerogoti tubuh”. Adanya agama akan membuat manusia menjadi terbelakang dan lemah karena aturan-aturan agama tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Inilah isu-isu menyesatkan. Andai kamu termakan bujuk rayu dan iklan mereka sehingga kamu tinggalkan agama yang haq ini, kamu akan jumpai pendukung dan pembela yang siap membantumu meninggalkan kebenaran. 

Apa yang menyebabkan mereka membenci dan menghalangi kebangkitan Islam? Mengapa mereka sangat takut kepada Islam?

Akan kita dapati musuh-musuh-Nya dimana pun juga. Jalinan kerja mereka sangat erat dan rapi, terkoordinir dengan baik, dari Barat hingga Timur meliputi golongan kafir dan munafik. Golongan terakhir ini sangat membahayakan. Mereka bagai musuh dalam selimut yang siap memberi kehangatan jika kau merasa dingin, dan siap menerkammu setiap waktu. Dia mengaku satu tujuan dan hidup berdampingan denganmu untuk memecahkan semua masalah yang timbul. Dibalik semuanya itu dialah musang berbulu domba.






Senin, 11 Februari 2013

MENANGISI MAYIT



Menangisi Mayit
531- Usmah bin Zaid berkata: Putri Nabi SAW menyuruh budaknya memberitahu kepada Nabi SAW bahwa putranya mendekati kematian (naza’) yang diharapkannya agar Nabi datang, maka Nabi menyuruh menyampaikan salam dan bersabda: “Sesungguhnya kepunyaan Allah, Dialah yang telah memberi dan Dialah yang mengambil, dan semua itu ada pada-Nya dengan ajal tertentu, maka hendaklah bersabar dan mengharapkan pahala”.

Maka  budak itu disuruh kembali lagi kepada Rasulullah dengan bersumpah demi Allah diminta kedatangannya, maka Nabi berdiri mendatangi disertai Sa’ad bin Ubadah, Muadz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit dan beberapa orang lainnya. Kemudian bayi yanag sakit itu diangkat kepada Nabi SAW sementara itu napasnya naik turun mendekati ajal.

Tiba-tiba Nabi melinangkan air matanya, lalu ditegur oleh Sa’ad: “Wahai Rasulullah! Apakah ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah rahmat yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya dan sesungguhnya Allah akan memberi rahmat hanya kepada hamba-hamba-Nya yang penyayang.”

Diriwayatkan oleh Bukhari: 23- Kitab “Al-Janaiz”, 33-Bab “Qaulinnabiyi shallallahu alaihi wa sallam yu’adzibul mayyitu bi ba’dhi buka’i ahlihi alaihi”.

532 – Abdullah bin Umar berkata: Sa’ad bin Ubadah sakit, maka Nabi SAW menjenguknya bersama Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdullah bin Mas’ud. Ketika Nabi masuk, Sa’ad dikelilingi keluarganya, maka Nabi bertanya: “Apakah dia sudah mati?” Mereka menjawab: “Belum wahai Rasulullah!” Lalu Nabi SAW menangis. Ketika orang-orang melihat Nabi SAW menangis, mereka juga ikut menangis, kemudian Nabi bersabda: “Maukah kalian mendengarkan aku? Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa karena air mata atau kesedihan hati, akan tetapi karena ini…”, sambil menunjuk ke arah lidahnya, “atau Allah akan merahmati, sesungguhnya mayit itu akan disiksa disebabkan oleh tangisan (meraung) keluarga atasnya.” (Bukhari-Muslim).

Diriwayatkan oleh Bukhari: 23- Kitab “Al-Janaiz”, 54-Bab “Albuka’i indal maridhi”.

Disalin dari kitab “Al-Lu’luwal Marjan” – Ensiklopedi Hadits-hadits Shahih yang Disepakati oleh Bukhari dan Muslim oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, Penerbit Pustaka As-Sunnah, Jakarta, Cetakan 2, Januari 2010, Halaman 441-443.

Dari kedua hadits ini dapat diambil pelajaran:
1. Menangisi mayit  boleh sepanjang hanya meneteskan air mata saja.
2. Tangisan yang disertai suara keras (raungan), apalagi disertai omelan atau umpatan hukumnya terlarang.

ISLAM ADALAH CANDU

.

KEBENCIAN KEPADA ISLAM (1)

.
Dr. Muhammad Na’im Abdussalam Yasin dengan bukunya yang berjudul “Kenapa Takut Pada Islam”, diterbitkan oleh Gema Insani Press, Jakarta, cetakan keenam, Desember 1992 menuturkan secara ringkas berbagai “ketakutan dunia” kepada Islam. Salah satu bentuk ketakutan tersebut adalah dengan gencarnya kampanye permusuhan Islam secara global, yang salah satu kiatnya adalah kampanye: “Agama adalah Morfin Segala Bangsa”.
.
Dr. Na’im Yasin menulis: “Sebelum saya mulai menjawab semua pertanyaan, saya akan mencoba mengetuk hati sebagian ummat yang masih terlena, yang tega dan rela diperalat untuk menyesatkan saudara se-aqidah dan bersedia menjual dien/agamanya demi dunia. Dengan lantang mereka serukan bahwa agama itu racun dan morfin dunia, penyebab keterbelakangan dan kemunduran pembangunan”.
.
Kebangkitan Islam sangat mereka takuti luar biasa karena kalau Islam berjaya maka segala tipu daya mereka akan terbongkar. Segala kedok, keculasan dan penjajahan akan terang benderang. Dan … hanya Islam yang akan membebaskan dunia dari segala tipu daya Iblis dan teman setianya. Hanya Islam! Maka agar Islam tidak bangkit maka segala cara ditempuh. Salah satunya adalah kampanye: Islam racun dunia, Islam candu bangsa, Islam morfin setiap bangsa!
.
“Kepadamu yang masih ikhlas dan tetap istiqomah di jalan-Nya, yang masih memiliki rasa cinta kepada agama yang benar ini meski hanya sebesar atom, saya akan bertanya:

Adakah seorang musuh mengkhawatirkan musuhnya kecanduan morfin?
Adakah musuh yang mengharapkan kesehatan, kekuatan dan kebangkitan kepada kita?
Adakah musuh yang ingin menyelamatkan dan melindungi sang lawan dari keterbelakangan dan kebodohan? Dan musuh manakah yang dengan ikhlas membimbing dan menunjuki ke arah kebaikan yang dapat menguntungkan kita? Ya…. adakah?? Mustahil semua itu akan terjadi! Wahai saudaraku, waspadalah!!”, ungkap Dr. Mohammad Na’im Abdissalam Yasin.

Rabu, 06 Februari 2013

GOTONG ROYONG PEMBERSIHAN TANAH MAKAM FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK DI KUBURAN MUSLIM SABABILAH

Posted by on February 6, 2013

 
Pada hari Ahad pagi tanggal 3 Februari 2013 (22 Rabiul Awwal 1434 H) antara Pukul 08.30 sampai 11.00 WIB Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok mengadakan gotong royong pembersihan tanah makam di Kompleks Kuburan Muslim Sababilah.

Kegiatan gotong royong ini merupakan tindak-lanjut dari pembayaran kedua atas harga tanah makam kepada pemilik tanah Bapak Hantiaman di rumah beliau di desa Sanggu pada Kamis siang tanggal 31 Januari 2013 (20 Rabiul Awwal 1434 H) antara Pukul 13.30 WIB oleh pengururus Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok yang terdiri dari Abdul Wahab, Haji Rismato dan Syamsuddin Rudiannoor.

Luasan tanah yang dibersihkan adalah 53 X 20 M yang telah ditandai bersama oleh pemilik tanah dan tim pengukur pada tanggal 31 Januari 2013 dengan patok-patok batas dari kayu ulin dan parit pembatas.

Dengan terlaksananya gotong-royong maka jamaah bisa melihat langsung posisi tanah makam yang telah dibeli dan setelahnya dapat dilanjutkan dengan langkah-langkah konkrit lainnya sehingga Jamaah Fardhu Kuifayah As-Sunnah dapat benar-benar berfungsi sesuai perencanaannya.




BELAJAR PENGURUSAN JENAZAH DI MASJID AS-SUNNAH BUNTOK



Hari Ahad malam tanggal 27 Januari 2013 (15 Rabiul Awwal 1434 H) antara Pukul 18.00 sampai 19.00 WIB diadakan pembelajaran pengurusan jenazah di Masjid As-Sunnah Buntok. Kegiatan ini memanfaatkan waktu senggang antara Maghrib dan Isya.

Dalam proses pembelajaran kali ini dilakukan dengan menyimak rekaman video Pengurusan Jenazah yang telah disiarkan oleh TV Rodja. Dari tontonan ini didapat gambaran langsung secara audio visual tentang tatacara pengurusan jenazah yang sesuai tuntunan sunnah Rasulullah Muhammad SAW.

Pembelajaran diikuti oleh beberapa orang yang nantinya diharapkan terlibat langsung dengan pengelolaan fardhu kifayah As-Sunnah Buntok antara lain Haji Dedi Apandi, Haji Rismato, guru Risman Asmadi, S.Pd, Mujiburrahman, Taufik Rahman dan Syamsuddin Rudiannoor. 

Disamping belajar melalui tayangan video, pengurus Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok juga giat mencari masukan dari berbagai sumber antara lain kepustakaan berupa buku-buku Kumpulan Hadits “Nailul Authar”, “Terjemah Mukhtasar Shahih Bukhari – Muslim”, “Lu’lu’ wal Marjan”, Ensiklopedi Muslim oleh Abu Bakar Jabir Al Jazairy, Soal-Jawab oleh A Hassan, Fatwa Terkini, Tuntunan Praktis Fardhu Kifayah dan lain-lain.

Kegiatan pembelajaran ini merupakan kegiatan yang pertama kali seiring dengan telah dibayarnya untuk kedua kali pembelian tanah pemakaman untuk Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok yang berlokasi di desa Saababilah, di Jalan Simun Raya, pada Km 12 Jalan Raya Buntok – Ampah.  

Selasa, 05 Februari 2013

Khutbah Jum'at di Masjid As-Sunnah Buntok tanggal 11 Januari 2013


MAULID NABI ISA

KHUTBAH PERTAMA
.
Jamaah Jum’at yang berbahagia.
.
Dalam khutbah Jum’at yang lalu tanggal 28 Desember 2012 dari mimbar ini telah disampaikan bagaimana wajibnya menyampaikan isi al Kitab tentang Nabi Isa al Masih AS. Dalilnya adalah:
.
1. a. Dalil khusus QS Maryam 16
[19:16] Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,  .... dan seterusnya....
.           
Inilah dalil yang menunjukkan wajibnya mengisahkan sejarah Nabi Isa kepada setiap muslim. Muhammad diwajibkan Allah maka kewajiban itu sampai pula kepada kita. Kalau pun seandainya tidak ada dalil khusus tadi, sesungguhnya dalil umum QS Al Baqarah ayat 2 sudah cukup, bahwa menyampaikan isi al Qur’an adalah wajib.
.
b. Dalil umum QS Al Baqarah 2: "Al Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa".
.
Karena wajib maka saya sampaikanlah dalam khutbah tanggal 28 Desember 2012 sebagian kisah Nabi Isa, terutama surah Maryam ayat 22 sampai 26. Apa inti khutbah itu? Kelahiran Isa bin Maryam berdasarkan Al Qur’an sama sekali tidak berhubungan dengan tanggal 25 Desember karena Nabi Isa lahir di musim buah kurma masak, padang ruput sangat subur dan air sungai-sungai mengalir. Artinya, mustahil Isa lahir di musim salju karena musim salju bukan musim kurma matang, tidak ada padang rumput menghijau dan tidak ada air sungai yang mengalir. 
.
Penolakan ini juga sesuai dengan Injil Perjanjian Baru yaitu Lukas 2 ayat 1 – 8 dan Matius 2 ayat 1, 10 dan 11. Lalu apa hasilnya? Sudah pasti khutbah saya tadi menimbulkan tanggapan, perasaan dan sikap berbeda dari jamaah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Maryam juga yaitu:

[19:37] Maka berselisihlah golongan-golongan di antara mereka {903}. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.
.
Maksud saya, janganlah kita alergi mendengarkan ayat-ayat Allah dibacakan, apalagi statusnya wajib, siapa tahu kita memang sudah mirip bahkan sama saja dengan mereka. Maksudnya, kenapa kita ikut bergolong-golongan padahal kita beriman kepada Allah Yang Esa dan Al Qur’an yang tunggal.
.
.
Jamaah Jum’at yang mudah-mudah memperoleh rahmat dari Allah SWT.
.
2. Ada 3 Golongan Umat Islam dalam menyikapi tanggal 25 Desember:
.
Pertama, Golongan yang mengharamkan umat Islam ikut perayaan dan mengucapkan selamat Natal. Kelompok ini diwakili oleh Buya Hamka  karena dibawah  beliaulah MUI Pusat mengeluarkan fatwa haram.
.
Kedua, Golongan yang membolehkan mengucapkan atau menghadiri perayaan sepanjang tidak mengubah keyakinan karena semua amal tergantung niat. Kelompok ini diwakili oleh Prof. Quraish Shihab.
.
Ketiga,Golongan ketiga adalah yang mengharuskan bahkan mewajibkan ucapan selamat dan hadir dalam perayaannya. Tokoh kelompok ini adalah Abdurrahman Wahid  (Gus Dur) dengan alasan apabila kita wajib merayakan maulid Nabi SAW maka wajib pula merayakan Natal.
.
Lama   merenung dan mencari dasar kelompok ketiga ini akhirnya ketemu surah Al Baqarah ayat 285: "Rasul beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".
.
Dengan demikian jatuhlah kita kedalam takwil bebas, Qiyas dan Sub-hat padahal Allah sudah sangat jelas dan tegas menjelaskan masalah ini dalam banyak ayat diantaranya surah Maryam. Oleh karena itu wajib kita membaca surah Maryam karena Allah secara khusus memerintahkan kita menelaah kisah Maryam dan putranya Isa Al Masih.   
.
"Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu. Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
.
Dalam An Nisa 59 Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik takwil / akibatnya".
.
Inilah jawaban Allah bahwasanya sebaik-baik takwil adalah takwil Allah karena hanyalah Allah yang Maha Mengetahui. Artinya, haram bagi kita berislam dengan mengandalkan ijma, qiyas dan takwil-takwil jahil kecuali takwil itu resmi berdasarkan takwil Allah dan Rasul-Nya. Dan ulil amri yang dimaksud dalam ayat ini tiada lain adalah siapa pun yang membawa kepada Allah dan Rasul secara mutlak. Tidak dikatakan ulil amri apabila para pemimpin itu tidak mau kepada Allah dan Rasul-Nya dalam semua urusan walau pun Kelompok II dan III dianggap umum sebagai ulil amri.
.
"Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) ini, melainkan agar kamu menjelaskan kepada mereka apa saja yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman". (QS An Nahl 64).
.
.
KHUTBAH KEDUA
.
Jamaah Jum’at yang berbahagia.
.
Dalam surah Al Fath ayat 29 Allah SWT berfirman: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, ...."
.
Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa ciri-ciri orang beriman, umat Islam dan kaum Nabi Isa, melaksanakan ruku dan sujud (sholat), sampai-sampai bekas sujud berbekas kentara di dahi dan wajah mereka. Sekarang apa yang terjadi? Yang diperintahkah untuk berbanyak-banyak sujud tidak dilaksanakan, justru yang tidak diperintahkan digiatkan pelaksanaannya. Kiat giat bersyair dan bernyanyi, giat melaksanakan Natal atau Maulid, padahal yang diperintahkan justru malah ditolak pelaksanaannya.
.
Allah berfirman dalam surah Maryam 30-31:.
.
[19:30] Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
 .
[19:31] dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup;
.
Sekarang adakah umat Nabi Isa yang sholat dan membayar zakat? Tidak ada! Yang ada mereka sibuk menyanyi dan menyanyi dibanyak ibadah. Lalu apakah kita juga giat sholat dan membayar zakat? Mungkin? Namun kita pun sudah semakin menyibukkan diri dengan ikut-ikutan menjadi penyanyi-penyanyi dan penyanyi.
.
Kita tutup khutbah ini dengan firman Allah surah Al Maidah ayat 72-73: "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dlalim itu seorang penolong pun".
.
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

KKps 9 Jan 2013

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...