Jumat, 05 September 2014

KALTENG DILANDA KABUT ASAP

Saya berangkat dengan sepeda motor dari Buntok pada pagi Selasa tanggal 2 September 2014 pukul 07.00 WIB menuju Palangka Raya. Perjalanan ditempuh selama 3,5 jam, antri isi BBM dan istirahat sebentar di Palangka Raya, lalu langsung tancap gas menyusuri jalanan trans Kalimantan menuju Kuala Kapuas. Tujuan ke Kuala Kapuas adalah menziarahi ibu yang masih sakit tua (75) sedangkan ayah (79) baru meninggal tanggal 23 April 2014 lalu.
Dari arah Buntok - Palangka Raya, hambatan perjalanan relatif tidak ada kecuali sedikit pemandangan tidak sedap dari terbakarnya lahan di kiri-kanan jalan yang terdiri dari hutan, semak dan ladang. 
Spot kebakaran terutama terlihat di wilayah kabupaten Kapuas yakni di kecamatan Timpah. Areal yang terbakar atau dibakar tampaknya pembukaan lahan perladangan masyarakat dan area perkebunan kelapa sawit. 
Begitu perjalanan memasuki batas luar kota Palangka Raya yakni kelurahan Kalampangan, bau asap mulai terasa. Sesampainya di batas wilayah kota Palangka Raya - Pulang Pisau, ternyata asap hitam dari kebakaran lahan sudah tampak di depan mata. Dari simpang Kameloh tampaklah jelas asap hitam  terus membumbung pekat menghitami langit. Ternyata kebakaran lahan yang cukup besar sedang terjadi di wilayah desa Taruna Jaya, kabupaten Pulang Pisau. 
Kebakaran lahan gambut, semak belukar dan hutan sedang terjadi sangat besar di daerah ini. Cakupannya meliputi wilayah desa Taruna Jaya dan Tumbang Nusa. Jilatan api dan kepulan asap tebal dari lalapan lidah api di lahan gambut  cukup membuat cuaca menjadi sangat panas, bau yang menyengat dan mata perih serta pernapasan yang sesak terengah-engah.
 
Dari peristiwa ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian wilayah Kalimantan Tengah masih sangat rentan resiko kebakaran lahan gambut dan hutan lainnya walau pun peringatan bahaya kebakaran sudah sering diberitakan dan banyak ditebar terpasang di tempat-tempat beresiko.
Peristiwa yang terlihat disekitar kabupaten Pulang Pisau dan kota Palangka Raya, tampaknya kebakaran hutan dan lahan tahun ini sudah membuat kerepotan tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Dari lapangan tampak Petugas PT Telkom Palangka Raya cukup sibuk memblokir api yang sangat membahayakan kabel tanam mereka mengingat jalan kabel yang melintas berada di tanah gambut yang mudah dimakan api.
Pada hari Jum'at tanggal 5 September 2014 saya melintasi jalan yang sama dari Kuala Kapuas - Palangka Raya - Buntok, ternyata kebakaran masih terus terjadi dan malah semakin membesar. Asap berbau yang menyesakkan dada sudah menyelimuti kota Palangka Raya. 
Marilah kita banyak bertaubat kepada Allah, siapa tahu peristiwa ini merupakan konsekwensi dari dosa-dosa kita yang senantiasa berulang setiap tahunnya.

Kata iklan Gubernur Kalimantan Tengah dan wakilnya yang banyak dipasang di tepian jalan: "STOP KEBAKARAN. Biarkan Langit Biru Tanpa Asap Kebakaran Hutan dan Lahan". 
Semoga iklan ini bukan sekedar iklan tanpa makna karena dibelakang iklan ini secara faktual kebakaran lahan masih terus terjadi.

Senin, 01 September 2014

STOK DAN HARGA PRODUK DI GERAI BARSEL PROMO BUNTOK

Sudah enam bulan sejak 20 Februari 2014 Kelompok Usaha Bersama "Barsel Promo" Buntok membuat dan memasarkan produk oleh-oleh khas daerah Kalimantan Tengah. Cukup banyak pengalaman yang diperoleh dari dinamika proses produksi dan pemasarannya. Yang jelas semua itu semakin membuat pengalaman kami bertambah. 
Produk yang tersedia saat ini adalah keripik dan stik Lambiding (kelakai), keripik dan stik Paku, stik Nanas, stik Sayuran, stik Lancar Kujang (akar keladi) dan memperkenalkan produk baru stik Iwak Benangin. 
Masih tersedia buku-buku lokal asli buatan Buntok sebanyak lima judul, yaitu dua buah sejarah Kalteng "Nan Sarunai Usak Jawa " (Negara Dayak Dihancurkan Bangsa Jawa) dan "Gigir Gampar Barito Raya", satu judul wayang Buntok "Punakawan dalam Satire Dayak Besar", satu legenda Barito Timur "Liang Saragi, Semuanya karena Cinta" dan terakhir "Seks Bebas, Porno-aksi dan Ulama Birahi".
Daftar harga per 1 September 2014 untuk keripik tetap Rp. 15 ribu per bungkus dan stik Rp 10 ribu, kecuali yang kemasan ekonomis seharga Rp 6 ribu. Sedangkan harga buku adalah antara Rp 30 ribu sampai Rp 100 ribu per eksemplar.
Produk tersebut dapat diperoleh pada alamat dan nomor kontak yang tertera di atas. Sekian dan terima kasih.
 

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...