Jumat, 30 November 2012

PRINSIP PRAKTIS FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK (4)




 
1.        Men-talqin Orang yang hendak meninggal
Jika seorang Muslim melihat saudara seagamanya hendak meninggal dunia, ia harus mengajarinya kalimat ikhlas laa ilaaha illallah. Ia ingatkan saudaranya dengan kalimat tersebut hingga ingat dan mengucapkannya. Jika saudaranya telah mengucapkannya, ia berhenti mengaajarkan kalimat tersebut. Jika saudaranya mengatakan perkataan lain, ia kembali memperdengarkan kalimat tauhid kepadanya hingga perkataan terakhir saudaranya ialah laa ilaaha illallahdan ia masuk syurga karenanya. Rasulullah SAW bersabda: “Ajarkan laa ilaaha illallah kepada orang-orang yang hendak meninggal diantara kalian”. (HR Muslim).

Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa akhir ucapannya laa ilaaha illallah, ia masuk syurga”. (HR Muslim).


2.        Menghadapkan Orang yang hendak meninggal dunia ke Kiblat
Orang yang hendak meninggal dunia dihadapkan ke kiblat dengan memiringkannya ke lambung kanannya. Jika tidak memungkinkan, dibaringkan dan kedua kakinya menghadap kiblat.

Jika ia mengalami sakaratul maut yang luar biasa, ia bisa dibacakan surah Yaasiin dengan harapan Allah meringankannya. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah orang yang hendak meninggal dibacakan surah Yaasiin di sisinya melainkan Allah memberi kemudahan kepadanya”. (HR Muslim).

Bacaan Yaasiin dimaksud tidak dengan mengeluarkan suara, dengan suara sangat pelan dan tidak berjamaah.


3.        Memejamkan Kedua Mata Orang yang Telah Meninggal Dunia dan Menutupnya
Jika ruh seorang muslim telah dicabut maka kedua matanya wajib dipejamkan, ditutup dengan penutup dan tidak dikatakan kepadanya kecuali kebaikan, misalnya dengan berkata: “Yaa Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia”,karena Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian mendatangi orang sakit atau orang yang telah meninggal dunia maka berkatalah dengan baik karena para malaikat mengaminkan apa yang kalian katakan”. (HR Muslim).

Rasulullah SAW datang pada kematian Abu Salamah yang matanya terbuka ketika meninggal, kemudian beliau memejamkannya sambil bersabda: : “Sesungguhnya jika ruh telah dicabut maka diikuti mata”. Keluarga Abu Salamah pun geger dibuatnya, kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian memanggil diri kalian kecuali yang baik-baik karena para malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan”. (HR Abu Darda dan Abu Dzar, hadits ini dhaif).

Bersambung . . . . . 

Kamis, 29 November 2012

PRINSIP PRAKTIS FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK (3)



1.    Beberapa Sarana Penyembuhan ala Rasulullah SAW
Rasulullah SAW meletakkan tangannya yang mulia ke badan orang sakit sambil berdo’a: “Allahumma Rabbin Naasi Adzhibil ba’sa, isyfi anta syaafii, laa syifa’a illa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqomaa”. (HR Bukhari). 


2.    Adanya kebolehan berobat kepada orang Kafir dalam mengobati Wanita.


3.    Adanya kebolehan kaum muslimin membangun Karantina Kesehatan ketika ada penyakit atau wabah.


4.    Kewajiban Menjenguk Orang Sakit 
Rasulullah SAW bersabda: “Berilah makan orang yang lapar, jenguklah orang sakit dan bebaskanlah tawanan” (HR At Tirmidzi dan ia men-shahih-kannya).

Jika seorang muslim menjenguk saudara seagamanya yang sakit maka ia disunnahkan mendoakan kesembuhan untuknya, menasehatinya bersabar, mengatakan ucapan yang menyenangkan hatinya dan tidak lama berada di sisinya.

Jika Rasulullah SAW menjenguk orang sakit beliau bersabda kepadanya: “Tidak apa-apa, suci Insya Allah.” (HR Bukhari).

Hendaklah seorang Muslim berkata seperti perkataan di atas kepada saudara seagamanya yang sakit.


5.    Orang Sakit Wajib Berbaik Sangka kepada Allah  Ta’ala dalam Sakitnya
Seorang Muslim yang menderita sakit dan hendak meninggal dunia maka ia wajib berbaik sangka kepada Allah Ta’ala bahwa Allah akan merahmatinya dan tidak menyiksanya, mengampuninya, tidak menghukumnya karena Allah maha luas ampunan-Nya dan rahmat-Nya menyelimuti segala hal, karena Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian meninggal dunia melainkan ia berbaik sangka kepada Allah”. (HR Bukhari).

Bersambung . . . .

Rabu, 28 November 2012

PRINSIP PRAKTIS FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK (2)


  1. 1.    Meminta Mantra
Seorang Muslim “diperbolehkan” meminta mantra dengan ayat-ayat Al Qur’an, doa-doa Rasulullah SAW dan ucapan yang baik karena Rasulullah SAW bersabda: “Tidak apa-apa mantera dengan sesuatu yang tidak ada syirik di dalamnya”. (HR Muslim).
Dalam masalah ini kebolehannya harus benar-benar mengacu kepada tuntunan praktis Rasulullah SAW dan atau perbuatan sahabat yang dibenarkan Rasulullah SAW.

  1. 2.    Diharamkan menggunakan Jimat
Seorang Muslim diharamkan menggantung jimat karena Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menggantung jimat sesungguhnya ia telah berbuat syirik”. (HR Ahmad dan Al Hakim yang men-shahih-kannya).
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menggantungkan jimat maka Allah tidak menyempurnakannya, dan barang siapa menggantungkan siput maka Allah tidak memberikan ketenangan kepadanya”. (HR Ahmad dan Al Hakim. Al Hakim berkata: “Hadits ini shahih dan begitu juga sanad-nya).
Rasulullah SAW bersabda kepada orang-orang yang ditangannya terdapat cincin dari kuningan: “Celaka engkau, apa ini?” Orang tersebut menjawab: “Obat untuk penyakit di lengan”. Rasulullah SAW bersabda:“Lepaskan, karena ia tidak menambah kepadamu selain sakit (lemah). Seandainya engkau meninggal dunia sementara cincin tersebut masih engkau pakai maka tidak beruntung untuk selama-lamanya”.(HR Ahmad).
Bersambung . . . .

Selasa, 27 November 2012

Mufti Arab Saudi: Pengkritik Pemerintah adalah orang sakit, tak berakhlak dan tak berakidah



RIYADH  – Mufti dan ketua Dewan Ulama Senior Arab Saudi, syaikh Abdul Aziz bin Shalih Alu Syaikh mengecam keras kritikan kepada pemerintah secara terang-terangan melalui mimbar pengajian, situs internet dan stasiun TV.
.
Menurut sang mufti, mengkritik pemerintah secara terang-terangan “tidak akan dilakukan kecuali oleh orang yang sakit, rusak akhlak dan akidahnya”.
.
Dalam seminar di King Sa’ud University, Jedah pada Jum’at (23/11) malam, sang mufti mengatakan, “Mengkritik penguasa secara terang-terangan, juga melalui situs internet dan stasiun TV yang buruk serta mengkritik masyarakat secara terang-terangan adalah sebuah kesalahan, kerusakan akhlak dan akidah.”
.
Ia menambahkan, “Tidak ada seorang pun yang terjaga dari kesalahan. Sesungguhnya melakukan kritikan secara terang-terangan tidaklah mungkin muncul kecuali dari orang yang sakit dan menginginkan kekacauan.”
.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat harus memiliki sikap yang jelas terhadap penguasa, yaitu mendukung dan membantu mereka serta memberikan nasehat dengan tulus kepada mereka. Menurutnya, meluruskan kesalahan penguasa bukanlah dengan mengungkapkan secara terang-terangan kesalahan tersebut dan melaporkannya lewat stasiun TV.
.
Mufti kerajaan Arab Saudi memiliki kedudukan setingkat dengan mentri. Ia diangkat langsung oleh raja Arab Saudi. Sejak awal berdirinya kerajaan Arab Saudi, mufti dan Dewan Ulama Senior merupakan salah satu tangan kanan rezim untuk melanggengkan kekuasaannya.
.
Mufti dan Dewan Ulama Senior selalu mengeluarkan fatwa yang mendukung kebijakan rezim Arab Saudi, walau kebijakan tersebut sangat bertentangan dengan syariat Islam sekalipun. Mufti dan Dewan Ulama Senior secara tidak langsung telah meneguhkan sekulerisme di Arab Saudi, dengan sikap mereka “serahkan urusan pemerintahan kepada raja”.
.
Rezim Arab Saudi dikenal luas dengan reputasinya sebagai sekutu utama Amerika dan Barat di kawasan Jazirah Arab. Arab Saudi bersama Amerika memerangi mujahidin Anshar Syariah di Yaman Selatan. Agresi militer AS dan NATO ke Irak pada Perang Teluk 1990 dan perang 2003 berangkat dari pangkalan-pangkalan militer AS dan Inggris di Arab Saudi dan Kuwait.
.

PRINSIP PRAKTIS FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK (1)



Secara umum prinsip praktis dinukil dari buku Ensiklopedi Muslim oleh Abu Bakar Jabir al Jazairi, Bab 4 – Ibadah, Pasal Kesembilan: “Hukum-Hukum Seputar Jenazah”, halaman 372 – 395: Yang harus dikerjakan Orang Sakit Hingga Meninggal Dunia:
1.    Kewajiban Bersabar
Jika seorang Muslim mendapatkan musibah, ia tidak boleh uring-uringan dan tidak menampakkan keluh-kesah karena Allah Ta’ala memerintahkan Rasul-Nya bersabar dalam banyak ayat dan hadits. Hanya saja, jika orang sakit ditanya tentang kondisi dirinya maka ia boleh berkata: “Aku sakit, dan segala puji bagi Allah dalam segala kondisi.”


 2.    Disunnahkan Berobat
Seorang Muslim yang sakit disunnahkan berobat dengan obat-obatan yang diperbolehkan karena Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan sakit melainkan juga menurunkan obatnya, maka berobatlah kalian”. (HR Ibnu Majah dan Hakim men-shahih-kannya).

Seorang Muslim yang sakit tidak boleh berobat dengan hal-hal atau obat-obatan yang diharamkam, misalnya dengan minuman keras, daging babi dan sebagainya karena Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian dalam hal-hal yang diharamkan kepada kalian”. (HR Ath-Thabarani dengan sanad yang shahih).

Bersambung .....

Senin, 26 November 2012

PRINSIP FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK



Prinsip paling mendasar fardhu kifayah As-Sunnah Buntok adalah melaksanakan tuntunan Rasulullah SAW semaksimal mungkin walapun menyalahi adat / kebiasaan ummat Islam Buntok pada umumnya.


Dalam penyelenggaraannya dipegang ketentuan:
1. Pengurusan jenazah (memandikan/mengkafankan) diutamakan oleh keluarga jenazah atau sesuai amanah. Proses pemandian terbatas, bukan tontonan umum.
2. Mayat disholatkan di rumahnya atau di tempat yang paling memungkinkan.
3. Mayat dikubur tanpa peti mati dan hanya memakai kain kafan. Ini bertentangan dengan tradisi umat Islam Buntok yang selalu memakai peti mati.
4. Lobang makam memakai lahat di sebelah qiblat. Ini tidak sesuai dengan kebiasaan.
5. Tidak memakai 2 (dua) nisan, apalagi berukir dan dihias atau diberi nama. Kubur hanya ditandai dengan satu tanda di bagian kepala.
6. Makam dilarang dibangun atau disemen, apalagi untuk kemewahan. Kuburan juga dilarang dijadikan tempat duduk.
7. Tidak mengizinkan wanita ikut penguburan / mengantar jenazah. Disadari hal ini bertentangan dengan adat ummat Islam Buntok.
8. Keluarga jenazah dijamin makanannya selama hari duka. Hal ini bertentangan dengan adat masyarakat dimana keluarga mayit harus membuatkan makanan selamatan untuk acara turun tanah, tiga hari, tujuh hari dan sebagainya.
9.  Mengusahakan tanah pemakaman sendiri sehingga kuburan diatur rapi dalam shaf dan dibuatkan pagar terkunci sehingga meniadakan fitnah seperti membangun kubah, mengaji di kuburan, memasang kain kuning dan lain-lain kerusakan.
10. Bagi masyarakat yang menyerahkan penyelenggaraan fardhu kifayah kepada As-Sunnah dapat dibuatkan Surat Pernyataan Tidak Keberatan Keluarga. 
11. Pelaksanaan seluruh kegiatan fardhu kifayah sepenuhnya hanya taat kepada hukum Islam sehingga tidak terkait dengan golongan, organisasi atau afiliasi sosial apapun. Kegiatan fardhu kifayah As-Sunnah Buntok hanya ittiba kepada Sunnah Rasulullah SAW.

Bagi yang berkeinginan mengetahui dapat menghubungi:
1. Haji Dedi Apandi di Masjid As-Sunnah Buntok atau rumah beliau di Jalan Veteran Buntok.
2. Haji Rismato di Masjid As-Sunnah Buntok atau telepon 081 230 94348


Jumat, 23 November 2012

UMAT ISLAM DINASEHATI MENONTON ISRAEL



"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu bukanlah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dilanjutkan meskipun tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan".


Bersumber dari data Bank Dunia yang dilansir dalam www.google.co.id/publicdata, jumlah penduduk negara Israel tahun 2011 adalah 7.765.700 jiwa. Lalu menurut http://id.wikipedia.org /wiki/ Daftar negara_menurut_ jumlah_penduduk, mengambil dari CIA World Factbook 2004, jumlah penduduk Israel adalah  6.199.008 jiwa. Dari komunitas sekecil itu logikanya tidak mungkin Israel sebagai negara dengan penduduk kurang dari 10 juta bisa melecehkan ummat Islam selama lebih dari 50 tahun padahal jumlah ummat Islam dunia mencapai 1,7 miliar jiwa. Artinya, hadits Nabi SAW yang menyatakan ummat Islam akan dijadikan rebutan laksana makanan persantapan adalah benar-benar faktual. Sungguh ini sebuah ironi dan luar biasa menyedihkan. 
Salah satu pekerjaan lama bangsa Yahudi yang akan terus mereka kerjakan adalah memusuhi agama Allah dan membunuhi para Nabi. Sudah berapa banyak Nabi Allah yang mereka bunuh. Sudah berapa banyak orang-orang beriman yang mereka bunuhi juga. Oleh karena itu, sifat ke-Yahudi-an ini akan senantiasa ada kecuali ummat Islam mampu mengendalikan penyakit "WAHN" dan "MENGIRIMKAN MUJAHIDIN" ke negeri-negeri dimana muslimin dibunuhi. Maksudnya, kapan kita berangkat berjihad ketika darah satu muslim ditumpahkan orang kafir? Bukankah Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Ahmad: "Barang siapa tidak pernah berperang dan tidak ada niat di hatinya untuk berperang maka dia mati dalam salah satu dari cabang kemunafikan". Namun sungguh sayang, tidak hanya satu muslim yang telah dibunuh, sudah ribuan bahkan jutaan jiwa, namun kita belum juga berangkat berjihad. Sungguh kita ini kelompok muslim yang celaka. 

NASIHAT SEORANG NASHRANIKetika ummat Islam ramai-ramainya berdemo menentang agresi Israel atas Palestina tahun 2009, seorang pimpinan instansi di Buntok yang beragama Nasrani menasehati sambil bercanda: 
"Tidak usah saja kita melawan Banga Israel, baik Nasrani maupun Islam. Kenapa? Tuhan kami  Yesus saja disalib mereka..., apalagi yang selainnya". 
Nah lho....!


Rabu, 21 November 2012

MAKSUD DEKLARASI JAMAAH AS-SUNNAH BUNTOK


WALI RAWATIB AS-SUNNAH BUNTOK
Telah  disampaikan  terdahulu  bahwa  pada hari  Kamis  tanggal  3 Safar 1433 Hijriyah yang bertepatan  dengan 29 Desember 2011  Pukul 20.00 WIB,  telah disepakati mendeklarasikan jamaah  “As-Sunnah Buntok”. Deklarasi disepakati para penanda-tangan di rumah Haji Rismato,  Jalan Pembangunan  Gang  Suka Damai Ujung Buntok. Lalu pada hari itu pula pukul 20.30 WIB, disepakati wali amanat untuk kepengurusan jamaah “As-Sunnah Buntok” sebagai berikut :                     
Amir                       :    Haji Dedi Apandi bin Winata S
Sekretaris               :    Syamsuddin Rudiannnoor bin Abdul Gani
Anggota Pengurus   :    1. Haji Rismato bin Sarbit
                                   2. Trio Harto bin Abdul Gani
                                   3. Syahgian bin Haji Gunawan
                                   4.    Himalaya bin Kasmat    
                                   5.    Maidi bin Riduansyah.

Apa yang dimaksudkan dengan deklarasi dan kepengurusan jamaah As-Sunnah Buntok tersebut? Maksudnya adalah:
1.   Pemberian amanah jabatan sebagai mana tersebut diatas hanyalah untuk maksud kepemimpian dalam hal praktis harian seperti sholat fardhu dan fardhu kifayah mengingat Masjid As-Sunnah Buntok belum memiliki struktur kepengurusan. Gambaran singkatnya sebagai mana maksud Sabda Nabi Muhammad SAW dari Abi Hurairah, artinya: “Apabila berangkat tiga orang dalam perjalanan maka hendaklah mengangkat salah seorang diantaranya menjadi Amir”. (HR Abu Dawud). Ringkasnya, pelaksanaan harian ibadah di masjid As-Sunnah adalah tidak mungkin kalau jamaah tidak memiliki sosok yang dituakan (amir/imam). Dalam hal ini jamaah fardhu ain dan Kifayah yang selama ini telah ada memiliki orang tua tempat mengadu, berdiskusi dan meminta nasihat. 


  2. Dalam Program Fardhu Kifayah, Kegiatan Pengurusan Jenazah maka Jamaah Fardhu Kifayah “As-Sunnah” yang didirikan pada tanggal 3 Safar 1433 Hijriyah yang bertepatan dengan 29 Desember 2011 Pukul 20.30 WIB sebagai hasil kesepakatan bersama para Deklarator Jamaah As-Sunnah Buntok merupakan AMANAH bahwa pengurusan jenazah harus sesuai SUNNAH RASULULLAH SAW. Ini merupakan tekad bulat yang diputuskan pada rapat hari Ahad, 12 Rabiul Awwal 1433 H / 5 Februari 2012. 


Sedangkan Kepengurusan Fardhu Kifayah Tahun 2012 terdiri dari :
Haji Dedi Apandi bin Winata S

a.   Amir : Haji Dedi Apandi bin Winata S
b.  Ketua :  Haji Rismato bin Sarbit     
c. Sekretaris : Syamsuddin Rudiannoor bin Abdul Gani

Ketiga pengurus tegas saling mengamanahkan apabila meninggal dunia dan dimakamkan di Buntok harus diselenggarakan sesuai tuntunan Rasulullah SAW meskipun harus menyalahi adat / kebiasaan ummat Islam Buntok yakni:

1. Pengurusan jenazah (memandikan/mengkafankan) diutamakan oleh keluarga jenazah atau sesuai amanah.
2. Dimakamkan tanpa peti mati dan hanya memakai kain kafan saja walau pun umat Islam Buntok selalu memakai peti mati.
2. Lobang makam harus memakai lahat di sebelah qiblat.
3. Tidak memakai 2 (dua) nisan, apalagi berukir dan dihias atau diberi nama namun cukup ditandai dengan satu tanda di bagian kepala.

4. Makam dilarang dibangun atau disemen, apalagi untuk tujuan kemewahan.
5. Tidak mengizinkan wanita ikut penguburan jenazah walau pun  bertentangan dengan adat Buntok.
6. Pelaksanaan hal-hal yang lain harus sesuai hukum Islam dalam penyelenggaraan jenazah dan tanpa ragu meninggalkan segala hal yang bertentangan dengannya.
Gang Air Mata Buntok: Kompleks Makam Bersama Muslim dan Kristen, dibangun dengan megah

PENUTUP
Bagi kalangan muslimin di Buntok dan sekitarnya yang ingin mengetahui lebih jauh tentang fardhu kifayah "As-Sunnah" Buntok dapat menghubungi Haji Dedi Apandi dan Haji Rismato.

Senin, 19 November 2012

PALESTINA DIGANYANG, MUSLIM ROHINGYA DI-GENOSIDA, KITA JADI PENONTON SAJA..., LALU MASUK SYURGA?



PENJAJAHAN AL AQSA TETAP DILANJUTKAN
Pesawat-pesawat tempur Israel terus bergemuruh dan membombardir kota Rafah. Kepulan asap hitam juga jelas membubung dari Gaza. Tingginya frekuensi penerbangan pesawat Israel di atas kota Rafah menunjukkan sasaran gempuran pada hari Sabtu berada di kawasan Jalur Gaza selatan, di sekitar kota Khan Yunis dan Rafah. Juru bicara militer Israel mengungkapkan, pesawat tempur Israel telah menggempur 85 sasaran sejak Sabtu dini hari. Sepanjang Sabtu, Israel melancarkan tak kurang dari 180 serangan udara. Hingga Sabtu malam, 31 warga Palestina tewas dan lebih dari 290 orang luka-luka, 140 di antaranya anak-anak. Di pihak Israel, serangan rudal Hamas menewaskan lima tentara Israel. Dan sampai saat ini gempuran Israel terus memuncak dan menyebabkan 50 lebih rakyat Palestina menjadi mayat.


GENOSIDA ROHINGYA JUGA TETAP DILANJUTKAN
Tidak kalau serius adalah pembantaian muslim Myanmar oleh Pemerintah dan Rakyat Buddhis-nya. Organisasi Konferensi Islam (OKI) sudah tegas menyatakan terjadinya genosida (pembasmian) atas rakyat Rohingya di Provinsi Rakhine. Pembasmian muslimin ini telah lama terjadi dan tidak jelas tindakan kaum muslimin atas derita saudara-saudara mereka. 

Di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya menyerukan agar kekerasan Israel atas Palestina segera dihentikan. SBY menyerukan Dewan Keamanan PBB mengambil langkah tegas untuk menghentikan kekerasan dan mencegahnya semakin meluas. Begitu juga atas Rohingya, SBY hanya pidato manis yang menyejukkan dan cenderung menganggap masalah Rohingya terlalu dibesar-besarkan oleh media. 


BAHWA SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN ITU BUKANLAH HAK SEGALA BANGSA DAN OLEH SEBAB ITU MAKA PENJAJAHAN DI ATAS DUNIA TETAP DILANJUTKAN MESKIPUN TIDAK SESUAI DENGAN PERI KEMANUSIAAN DAN PERI KEADILAN
Inilah fakta yang didengungkan oleh Amerika Serikat, Israel dan PBB secara de fakto walau pun secara pidato mereka selalu menggaungkan Demokrasi, Hak Azasi Manusia (HAM) dan Kemerdekaan. Coba saja lihat fakta di Afganistan, Irak, Mesir, Myanmar, Libya, Pakistan dan lain-lain. Semua hanyalah sandiwara Amerika Serikat, Israel dan Uni Eropa yang senantiasa menjajah negara-negara lain khususnya Islam. Lalu sekarang ummat Islam maunya apa? Mau nonton saja segala kedzaliman yang ada dan masuk syurga? Huh.., ketahuilah..., Surga itu mahal. Kukutipkan tulisan Badrul Taman yang lalu bahwa kenikmatan Syurga tak tertandingi. Sedikit saja kenikmatannya melebihi seluruh kenikmatan dunia dan seisinya. Siapa yang mau masuk surga maka – pada dasarnya - harus membelinya dengan sesuatu yang paling berharga yang dimilikinya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الْجَنَّةُ
Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga.” (HR. Al-Tirmidzi, beliau berkata: hadits hasa. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 6222)
Sil’ah adalah barang yang ditawarkan dalam perdagangan. Sedangkan Allah ‘Azza wa Jalla telah tawarkan surga kepada hamba-hamba-Nya agar mereka membelinya dengan jiwa dan harta mereka. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. Al-Taubah: 111)
Al-’Imad ibnu Katsir berkata: “Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia memberi ganti dari jiwa dan harta benda para hamba-Nya yang beriman dengan surga karena mereka telah rela mengorbankannya di jalan-Nya. Ini merupakan karunia, kemuliaan dan kebaikan-Nya.” Oleh karenanya al-Hasan al-Bashri dan Qatadah mengatakan: “Allah telah membeli mereka, demi Allah, Dia menghargai mereka sangat mahal.”
Al-Hasan berkata lagi, “Dengarkan jual-beli yang menguntungkan yang telah Allah ajak setiap mukmin melakukan jual-beli ini.” Dalam perkataan beliau yang lain, “Sesungguhnya Allah telah memberikan dunia kepadamu maka belilah surga dengan sebagiannya.” (Dinukil dari tafsir al-Baghawi)
. . . Allah ‘Azza wa Jalla telah tawarkan surga kepada hamba-hamba-Nya agar mereka membelinya dengan jiwa dan harta mereka. . .
. . . Mereka menyerahkan jiwa dan harta mereka untuk Allah dengan berjihad di jalan-Nya melawan musuh-musuh-Nya untuk meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan agama-Nya. . .
Apa yang harus diberikan oleh seorang mukmin agar dapat surga? Mereka menyerahkan jiwa dan harta mereka untuk Allah dengan berjihad di jalan-Nya melawan musuh-musuh-Nya untuk meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan agama-Nya. “Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh.” (QS. Al-Taubah: 111)
Allah Ta’ala berfirman lagi tentang jual beli yang menguntungkan ini,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ  تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Shaff: 10-12)
Ini merupakan pesan dan arahan Dzat Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman supaya mereka melakukan jual beli menguntungkan yang bisa menyelamatkan dari azab neraka yang pedih dan mendapatkan kenikmatan yang abadi. Jual beli tersebut adalah “Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Iman yang sempurna adalah pembenaran terhadap perintah-perintah Allah dalam hati yang diikuti dengan ketundukan anggota badan mengerjakan amal-amal shalih. Dan di antara amal shalih yang paling agung adalah berjihad di jalan-Nya. Oleh karenanya Allah berfirman sesudahnya, “dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.” Yaitu dengan menginfakkan sebagian harta dan mengorbankan jiwa untuk menghadapi musuh-musuh Islam dengan tujuan untuk menolong agama Allah dan meninggikan kalimat-Nya.
Pada ringkasnya untuk mendapatkan kenikmatan surga dan dihindarkan dari siksa neraka seseorang harus beriman kepada Allah dan Rasul-Nya lalu berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa-Nya. Lalu kenapa masih ada orang yang bercita-cita masuk surga tapi masih pelit dengan hartanya dan terlalu sayang dengan jiwanya dari berjihad di jalan Allah?
. . . ringkasnya untuk mendapatkan kenikmatan surga dan dihindarkan dari siksa neraka seseorang harus beriman kepada Allah dan Rasul-Nya lalu berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa-Nya. . .
. . . kenapa masih ada orang yang bercita-cita masuk surga tapi masih pelit dengan hartanya dan terlalu sayang dengan jiwanya dari berjihad di jalan Allah?. . .
Al-Hakim telah meriwayatkan dalam Mustadraknya (no. 2421) dari hadits Basyir bin al-KhashashiyyahRadhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Aku pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untu berbai’at masuk Islam. Maka beliau mensyaratkan kepadaku:
تَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَتُصَلِّي الْخَمْسَ ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ وَتُؤَدِّي الزَّكَاةَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ وَتُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ
Engkau bersaksi  tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, engkau shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan, mengeluarkan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berjihad di jalan Allah.
Dia melanjutkan, “Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, ada dua yang aku tidak mampu; Yaitu zakat karena aku tidak memiliki sesuatu kecuali sepuluh dzaud (sepuluh ekor unta) yang merupakan titipan dan kendaraan bagi keluargaku. Sedangkan jihad, orang-orang yakin bahwa yang lari (ketika perang) maka akan mendapat kemurkaan dari Allah, sedangkan aku takut jika ikut perang lalu aku takut mati dan ingin (menyelamatkan) diriku.”
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggenggam tangannya lalu menggerak-gerakkannya. Lalu bersabda,
لَا صَدَقَةَ وَلَا جِهَادَ فَبِمَ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟
Tidak shadaqah dan tidak jihad? Dengan apa engkau masuk surga?
Basyir berkata, “Lalu aku berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, aku berbaiat kepadamu, maka baitlah aku atas semua itu.” (Imam al-Hakim berkata: Hadits shahih. Al-Dzahabi menyepakatinya.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan pelajaran berharga kepada Basyir, juga kepada kita semua, tentang hakikat baiat atas Islam. Bahwa Islam tidak mencukupkan bagi pemeluknya untuk memperhatikan diri pribadinya sendiri, berleha-leha setelah ikrar atas keislaman. Tapi ia harus memperhatikan agamanya dan memperjuangkan syriatnya dengan harta dan jiwanya. Karenanya kita lihat, saat Basyir mengajukan keberatan atas dua syarat yang berkaitan dengan pengorbanan jiwa dan hartanya – padahal ia siap menerima syarat -syarat lainnya -, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggenggamkan tangannya dan tidak mau menerima baiat, karena barang dagangan Allah itu mahal harganya. Oleh karenanya beliau menyampaikan, “Orang yang tidak mau mengorbankan jiwa dan hartanya di jalan Allah, maka dengan apa ia masuk surga?” Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Oleh karena itu wahai muslimin, tiba saatnya kita berjihad dengan harta dan jiwa kita..., harus pergi ke Palestina, Afghanistan atau membela muslim Rohingya! Kalau tidak..., mau masuk syurga dengan apa...? Ingat wahai Muslimin, Allah Ta'ala telah menurunkan surah Al Ahzab..., artinya Pasukan Musuh Yang Bersekutu, lalu kenapa kita tidak faham juga kalau Umat Islam akan senantiasa dikeroyok oleh PASUKAN YANG BERSEKUTU itu? Akankah penyakit WAHN terus kita pelihara???


Senin, 12 November 2012

MASJID AS-SUNNAH BUNTOK





Masjid As-Sunnah Buntok terletak di jalan Pembangunan, sebelah jembatan sungai Parajaman. Masjid ini dibangun atas inisiatif beberapa orang sejak persiapan kepanitian pada April 2008, tahap I pembangunan fisik bangunan bulan Oktober 2008 – Januari 2009 dan mulai dipakai sholat lima waktu pada pertengahan 2009. Dalam bulan Juli – Agustus 2009 ruang masjid dipasangi dinding marmar dan pendingin ruangan sehingga bulan ramadhan tahun 2009 yang jatuh minggu terakhir Agustus, kegiatan peribadatan dilakukan diantara pengerjaan bangunan.


Meskipun awalnya masjid belum direncanakan untuk dipakai sholat Jum’at namun karena ruang bawah tanah (basement) dianggap layak difungsikan sepenuhnya maka diambillah kesepakatan bahwa sejak mendekati ramadhan 2009 masjid As-Sunnah resmi dipakai fardhu Jum’at.


Dengan dipakainya masjid As-Sunnah sebagai tempat peribadatan maka masjid ini merupakan masjid pertama di Buntok, bahkan juga di Kalimantan Tengah dan Kalimantan sebagai masjid yang memanfaatkan ruang bawah tanah (bunker) sebagai tempat ibadah.


Disamping menjadi masjid pertama memiliki ruang ibadah bawah tanah, masjid As-Sunnah Buntok tercaatat juga sebagai masjid pertama yang memakai pendingin ruangan (AC). Dengan demikian masjid As-Sunnah tergolong masjid dengan konsep moderen namun memperjuangkan tegaknnya Sunnah berdasarkan dalil dan hujjah.


Saat ini pembangunan tahap II berupa pengerjaan ruang utama sedang giat dilakukan. Semoga kegiatan berjalan baik dan lancar. Maka sekiranya pembangunan fisik berjalan lancar, mudah-mudahan masjid ini dapat dikelola berdasarkan tuntunan sunnah. Kiranya hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.

Jumat, 09 November 2012

PENYEMBELIHAN QURBAN JAMAAH AS-SUNNAH BUNTOK



Pada hari raya Idul Adha tahun 2012 yang jatuh pada hari Jum'at tanggal  26 Oktober 2012 / 10 Dzulhijjah 1433 H, Jamaah Masjid As-Sunnah Buntok menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban. Dalam penyelenggaraan tahun 2012 ini panitia menyembelih 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing.

Penyelenggaraan penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di belakang masjid As-Sunnah, Jalan Pembangunan Buntok pukul 08.00 sampai 10.30 WIB pagi dan pembagian daging qurban dilakukan pukul 12.00 siang setelah sholat Jum'at.


Dengan penyelenggaraan qurban tahun 2012 ini maka telah 6 tahun jamaah As-Sunnah melaksanakan ibadah qurban. Semoga jamaah As-Sunnah terus memperoleh kemudahan dari Allah SWT sehingga pada tahun-tahun mendatang masih mampu beribadah qurban dengan penyelenggaraan yang lebih baik.

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...