Minggu, 22 Februari 2015

INILAH NASIB UNIK KAMPUNG TERAPUNG "BAMBALER"


DUSUN BAMBALER
Bambaler adalah dusun nelayan di atas sungai Maliau. Dusun ini merupakan kampung terapung yang semua rumah penduduknya merupakan "lanting" atau rumah mengambang di atas air. 
Dusun ini penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan tangkap. Karena tidak semua tangkapan ikan dari sungai dan danau bisa langsung di jual maka dipeliharalah ikan itu di keramba yang berada di sekitar lanting.
.
Jarak dari Buntok, ibukota kabupaten Barito Selatan ke Bambaler ditempuh melalui perjalanan sungai selama 30-45 menit dengan speedboat atau sekitar 1 jam dengan kelotok. Perjalanan sangat tergantung debit air sungai Maliau sehingga masa tempuh relatif.
.
Penduduk Bambaler seratus persen suku Dayak Bakumpai dan berama Islam. Tidak jauh dari Bambaler (10 menit) terdapat desa Madara dan danau Madara yang penduduknya Dayak Maanyan dan beragama mayoritas Kristen. 
.
NASIB ANAK-ANAK SEKOLAH
Pemerintah kabupaten Barito Selatan telah menyediakan sekolah dasar di dusun nelayan ini. Sekolah dibangun cukup baik dan berada di atas tanah tepian sungai. Untuk mencapai sekolah ini seluruh murid menggunakan perahu jukung setiap harinya. Inilah uniknya kehidupan disini.
.
Anak-anak sekolah disini sepanjang hari bermain dengan kegiatan yang berhubungan dengan air karena mereka hidup di kampung air. Tidak ada tanah untuk dipijak disini kecuali sedikit disekitar sekolah.
.
NASIB SATWA
Karena Bambaler masih dikelilingi hutan dengan variasi sungai dan danau maka masih banyak satwa yang hidup di sini. Yang jadi masalah, ketika hutan kekurangan makanan untuk satwa maka satwa pun turun ke dusun Bambaler. Mereka mencari makan di kawasan manusia. Tidak heran bila kera, bekantan, musang, beruang, biawak, bahkan orang utan mencuri ikan atau makanan dari rumah penduduk. Belum lagi ular, berang-berang atau burung pemakan ikan, semua terpaksa mencuri di kampung.
.
Bisakah pemerintah menanggulangi masalah interaksi antara manusia dan satwa seperti di Bambaler ini mengingat penduduk sering marah tatkala kecurian sehingga satwa-satwa tersebut sering dijebak atau dibunuh. 
.
Nasib satwa tergantung manusia. Kalau mau maka ada saja upaya penyelamatannya. Kalau tidak maka satwa akan menjadi hama yang dimusuhi manusia.

.
NASIB NELAYAN
Nelayan memang seratus persen mengharapkan kemurahan alam. Sungai Barito, Maliau, danau Madara dan perairan sekitarnya merupakan kehidupan harian mereka. Maka selayaknya kawasan ini terjaga kelestariannya.
.
Ikan haruan (gabus), tahuman (toman) dan bakut (betutu) merupakan tangkapan andalan. Ikan sungai dan rawa lainnya juga masih cukup banyak. Semoga keadaan ini terus berkesinambungan.
.
Area sini cukup baik untuk wisata terutama wisata alam yang tidak menuntut fasilitas apa pun.
.
Barsel Promo
Barsel Promo Buntok
Alamat : Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah
Kontak / sms 0813 4960 6504

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oleh-oleh Kalimantan

Jan 12 Oleh-oleh Kalimantan Kami juga memasarkan beberapa jenis oleh-oleh khas Kalimantan, diantaranya mandau, tas manik motif Da...